"Lavon!" Pekik Edith yang datang bersama Darrel saat melihat baju Lavon yang dipenuhi darah.
Lavon hanya diam menatap datar pada Edith dan Darrel yang melihatnya penuh ke khawatiran. Edith langsung menghampiri Lavon dan hendak menggenggam tangan Lavon, tapi tanpa diduga Lavon menepisnya dengan kasar.
"Lavon?" Edith terkejut dengan reaksi Lavon padanya.
"Lavon, kenapa kamu bersikap seperti itu dengan mamah kamu Lavon." Ujar Sebastian yang muncul dengan berjalan dengan wajah lelah.
"Itu semua karena kalian bertiga." Ucap Lavon.
"Apa maksud kamu Lavon?" Ujar Darrel yang sekarang menatap khawatir pada Lavon.
"Jika saja papah tidak pernah melakukan hal bejat pada mamah, aku tidak akan terlahir. Jika saja mamah hanya menikah dengan papah Sebastian, maka Hoya tidak akan pernah hidup penuh dalam masalah. Hoya tidak akan memiliki saudara tiri yang kejam seperti Helena." Ucapan Lavon bagaikan tamparan keras untuk mereka bertiga.
"Aku tidak peduli lagi jika harus membunuh orang lain untuk menyelamatkan adik-adikku. Aku tidak peduli jika tangan ku harus kotor, karena akulah kakak mereka yang akan memandu mereka." Ucap Lavon tegas.
Setelah itu Lavon pergi keluar dari ruangan itu. Saat Lavon keluar, Lavon melihat Marcel, Jojo dan Sera yang menunggunya. Marcel hendak berbicara dengan Lavon tapi lidahnya seakan membeku.
Lavon segera menarik tangan Sera dan menggenggamnya erat. Lavon pergi bersama Sera tanpa peduli tatapan iba dan khawatir dari Marcel dan Jojo.
Sedangkan di dalam ruangan itu terlihat Sebastian, Edith dan Darrel berdiri dengan wajah penuh kekhawatiran. Ini kedua kalinya Edith harus melihat Lavon menggila seperti iblis untuk menyelamatkan Hoya.
"Aku sudah membuat orang tua Kayrie agar tetap diam dengan apa yang dilakukan oleh Lavon. Untuk sekarang Lavon aman dari skandal, tapi aku tidak bisa menjamin jika ini yang terakhir." Ucap Sebastian.
"Apa maksudmu Sebastian?" Tanya Edith gelisah.
"Seperti yang dikatakan Lavon. Dia mungkin akan menjadi gila lagi jika Hoya atau Marcel dalam bahaya." Ucap Sebastian dengan menatap tajam pada Darrel.
Sebastian berjalan mendekati Darrel, hal itu membuat Edith takut dan khawatir. Sekarang Sebastian saling berdiri berhadapan dengan Darrel, mata yang saling melempar tajam membuat suasana semakin mencekam.
"Dengar Darrel, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah menceraikan istriku. Aku akan mengambil kembali istriku dan ketiga anakku. Aku akan menyelamatkan mereka dari sangkar yang kamu buat Darrel." Ujar Sebastian.
"Itu hanyalah mimpi belaka. Karena aku akan hidup dan mati bersama mereka. Apa yang terjadi sekarang, aku akan melindungi putra dan putriku. Setidaknya mereka bersamaku agar istriku tetap dalam pelukan." Ucap Darrel tanpa rasa bersalah.
"Bagaimana bisa Lavon adalah anakmu Darrel?! Kamu tidak pantas menjadi orang tua Lavon dan Hoya!"
"Seperti apapun keadaan anak-anakku, yang paling utama dalam hidupku adalah Edith."
"Darrel!"
"Aku bisa melindungi Lavon dari masalah. Jangan khawatir, karena aku memiliki semuanya." Darrel menarik tangan Edith agar mendekatinya.
Edith hanya bisa diam dengan menangis penuh rasa bersalah. Saat Sebastian hendak menggapai tangan Edith, Darrel menepisnya. Darrel pun menarik tangan Edith pelan untuk keluar dari ruangan itu.
Sedangkan di tempat lain terlihat Erzan dan Jerome melihat Hoya yang sedang di rawat di dalam kamarnya. Jerome memanggil dokter keluarga Rebecca untuk merawat Hoya yang mengalami demam tinggi semenjak Lavon melihat Hoya mimisan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
FanfictionLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
