Mimpi Sebenarnya

26 12 0
                                        

Hari ini Leonid dan Hoya kembali ke Jakarta, Leonid dan Hoya berjalan bergandengan tangan keluar dari bandara. Tapi mata Hoya menajam saat melihat Jojo datang dengan tiga orang laki-laki asing yang tidak Hoya kenali.

"Tuan Leonid, anda harus ikut bersama kami untuk melakukan penyelidikan." Ucap laki-laki asing itu yang sudah berdiri dihadapan Leonid dan Hoya.

"Penyelidikan?!" Hoya sangat terkejut dan kebingungan saat mendengar tentang penyelidikan.

"Baiklah, beri aku sebentar untuk berbicara dengan istriku." Ucap Leonid tanpa ada rasa takut.

Tiga orang laki-laki asing itu menganggukkan kepalanya menandakan bahwa memberikan izin pada Leonid. Setelah itu Leonid membawa Hoya sedikit menjauh dari tiga orang itu.

"Ada apa ini Leo? Penyelidikan apa ini sebenarnya? Siapa mereka?!" Hoya mendesak Leonid untuk memberitahunya.

"Hoya, dengarkan aku baik-baik. Aku akan kembali padamu dengan dalam waktu dekat. Jadi kamu harus berada di apartemen." Ujar Leonid.

"Tapi Leo-"

"Hoya, aku akan memberitahukan semuanya. Karena itu aku mohon turuti ucapan ku, jangan mendesak Jojo untuk menjelaskannya. Aku sendiri yang mengatakan semuanya padamu, kamu percayakan sama aku?" Hoya pun diam menatap Leonid yang menatapnya dengan memohon.

"Baiklah, tapi apa kamu bisa berjanji padaku untuk kembali sebelum malam." Pinta Hoya.

"Baiklah, aku berjanji. Aku akan menemuimu sebelum malam." Leonid tersenyum dan mengusap pipi Hoya untuk membuatnya lebih tenang.

Hoya hanya diam menatap Leonid khawatir dengan perasaan gelisah. Kemudian Leonid berjalan menjauh bersama tiga laki-laki asing tadi. Hoya mengepal kedua tangannya.

"Jojo, dimana Lavon?" Tanya Hoya.

Hoya ingin bertemu dengan saudaranya karena perasaan gelisahnya bisa sedikit tenang jika melihat saudara kesayangannya bersamanya. Tapi Hoya menatap tajam pada Jojo yang sekarang tertunduk.

"Apa yang terjadi pada Lavon?!" Hoya mencengkram kuat pundak Jojo dan Jojo hanya menghela nafas berat.

"Desain proyek Blue Tower Lavon di curi oleh salah satu karyawannya. Karena itu semua anggota ASMODEUS sedang menyelidiki dan mencari keberadaan orang itu." Jelas Jojo berat hati.

Jojo sebenarnya tidak ingin memberitahukan Hoya tantang masalah Lavon. Karena Hoya sudah sangat ketakutan dan gelisah dengan masalah Leonid, tapi sekarang Hoya harus mengkhawatirkan saudaranya.

"Astaga Hoya! Lo mimisan!" Jojo terkejut saat melihat hidung Hoya mengeluarkan darah. Jojo ingin membantu membersihkan darah itu dengan tisu tapi Hoya menepisnya.

"Sekarang antar gue ke apartemen." Ucap Hoya dengan menyeka darah di hidungnya dengan asal.

Hoya berjalan menuju mobill Jojo yang terparkir tidak jauh dari mereka. Perasaan takut seketika menjalar di seluruh tubuh Hoya. Perasaan gelisah dan khawatir Hoya tertuju pada Leonid dan Lavon.

Di waktu yang sama memperlihatkan Helena di todong sebuah pistol dikepalanya. Sosok yang menodongkan pistol itu adalah Rena yaitu ibu kandung Helena itu sendiri.

"Mamah...aku mohon maafkan aku..." Helena sangat ketakutan saat mengetahui bahwa Rena sudah menarik pelatuk pistol itu dan Rena bisa kapan saja menebak kepalanya.

Helena sangat ketakutan sekarang, ini pertama kalinya Helena melihat kilatan penuh amarah yang ingin membunuh di bola mata Rena. Rena yang mendengar ucapan Helena dengan cepat mencengkram kuat wajah Helena.

"Ingat perkataan ku ini Helena. Kamu harus membunuh Hoya untukku, atau pacar kesayangan mu akan mati ditangan ku." Ancam Rena dan tubuh Helena menegang karena ketakutan.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang