"Apa kamu marah karena aku menaruh kamera pengawas?" Tanya Leonid saat melihat Hoya hanya diam menatapnya.
"Aku marah, karena kamu melakukan hal itu. Tapi aku juga tau bahwa kamu melakukan itu ada alasannya kan." Ucap Hoya dan Leonid mengangguk kepalanya sambil merapikan rambut Hoya yang sebagian menutupi wajahnya.
"Apa kamu bisa mengatakan alasannya padaku?"
"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Tapi percayalah aku tidak akan melakukan hal buruk padamu."
"Aku percaya Leo." Hoya menghela nafasnya sambil menakup wajah Leonid.
"Aku tau kamu melakukan hal ini untukku tapi aku tidak ingin kamu terluka Leo. Aku tidak ingin kamu berurusan dengan Amir. Dia licik dan bisa melakukan apapun, aku tidak ingin kehilanganmu Leo." Lanjut Hoya dengan air mata yang tiba-tiba keluar.
Leonid yang terkejut pun langsung memeluk Hoya. Leonid tidak tau bahwa Hoya sangat takut dan khawatir padanya. Hoya yang selalu tegas dan berani melawan Helena dan Amir, sekarang hanya bisa menangis.
Hoya mengalungkan kedua tangannya ke leher Leonid untuk mengeratkan pelukannya. Sedangkan Leonid masih tertegun sambil mengusap punggung Hoya untuk menenangkannya.
"Maafkan aku Hoya. Maaf sudah membuatmu khawatir." Ucap Leonid lembut.
"Jangan buat aku khawatir lagi Leo." Ucap Hoya lirih.
"Hoya..." Leonid menutup mata dan memeluk erat Hoya.
Leonid pun mengangkat tubuh Hoya menuju sofa, dan dengan pelan Leonid menurunkan tubuh Hoya dengan membaringkannya. Hoya menatap lekat Leonid, Leonid hanya diam mengelus lembut kepala Hoya untuk menenangkannya agar berhenti menangis.
"Istirahatlah disini Hoya, aku akan menghubungi Lavon agar dia tidak khawatir dengan keberadaan kamu." Ucap Leonid.
"Kamu juga disini kan Leo?" Tanya Hoya dengan raut wajah yang gelisah.
"Iya, aku akan disini. Jadi kamu bisa tidur dengan nyaman, aku akan menemanimu malam ini." Jawaban Leonid seketika membuat Hoya tenang dengan menganggukkan kepalanya.
Setelah itu perlahan Hoya menutup matanya untuk tidur. Kemudian Leonid berjalan keluar dari ruangannya, untuk menelpon Lavon. Tapi langkah Leonid terhenti saat melihat Lavon berdiri di depan cafenya bersama Jojo.
Leonid melihat ke arah pintu ruangan kerjanya dimana Hoya berada tertutup rapat, kemudian Leonid berjalan keluar dari cafe. Lavon menatap Leonid dengan tajam dan waspada.
Beberapa waktu yang lalu, Lavon mendapatkan informasi dari Jerome bahwa Leonid masuk ke apartemen Hoya untuk mengambil kamera pengawas yang di pasangnya.
Jerome mengatakan bahwa Leonid mengetahui bahwa Amir menyusup ke apartemen Hoya untuk menggeledah barang bukti yang Hoya punya. Tapi Amir tidak menemukan apapun di apartemen Hoya.
Tapi Leonid murka saat mengetahui bahwa Amir masuk ke dalam apartemen Hoya dan menatapnya lukisan Hoya seperti ingin memilikinya. Karena itu Leonid menyerang markas ZERO sendirian tanpa ada anggota DEVIL yang membantunya.
"Gue nggak tau kalau orang ini adalah orang gila. Bagaimana caranya Hoya bisa menjinakkan orang gila ini. Bahkan dia membuat semua anggota ZERO terkapar." Ujar batin Lavon saat mengingat pemandangan yang mencekam saat Lavon datang ke markas ZERO beberapa waktu yang lalu.
"Apa lo sudah mengatakan yang sebenarnya pada Hoya?" Tanya Lavon.
"Gue sudah mengatakannya dan dia marah. Tapi gue tidak menyesali tindakan gue." Kata Leonid dengan penuh percaya diri.
"Terserah lo Leo, gue hanya mau Hoya dalam keadaan aman. Dia sudah melewati hari yang berat karena gue. Karena itu gue akan membiarkan tindakan lo sekarang, tolong jaga Hoya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
Fiksi PenggemarLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
