Kesunyian di Kebisingan

47 11 7
                                        

"Lavon, sudah cukup. Apa lo akan ingkar janji sama adik lo sendiri." Ucap Ethan yang yang sedari tadi berdiri dengan gelisah.

Sedangkan Lavon hanya diam dan melepaskan tangannya dari baju orang yang baru saja dia pukul.

Tangan Lavon yang sudah berlumuran darah membuat siapapun yang melihat akan ketakutan.

Sedangkan Ethan dan Geo yang melihat kebrutalan Lavon hanya bisa menghela nafas panjang dengan perasaan gelisah dan khawatir. Lavon baru saja memukul anggota ZERO yang menyusup ke markas ASMODEUS.

"Katakan sama ketua lo, kalau berani datang sendiri dan lawan gue. Jangan mencoba menyusup ke tempat gue seperti ular." Ucap Lavon sambil menendang orang yang sudah kehilangan kesadarannya karena pukulannya.

Lavon menyeka keringat yang ada di wajahnya dengan tangannya yang penuh darah. Hingga wajah Lavon terdapat bercak darah dan itu terlihat sangat menakutkan dengan sorot mata yang kosong.

"Ah...Hoya akan marah jika melihat penampilan gue sekarang." Gumam Lavon saat melihat tangannya yang penuh darah.

"Lavon, berpikirlah lebih tenang. Gue tau lo frustasi, tapi jika tetap seperti ini mungkin Hoya akan membenci lo." Ujar Geo dengan menepuk pelan pundak Lavon.

"Bagaimana gue bisa tenang? Adik gue dalam bahaya dan sekarang gue nggak tau apa lagi rencana bokap gue untuk menghancurkan gue dan Hoya. Rasanya gue bernafas pun adalah dosa besar bagi bokap gue." Jawab Lavon.

Geo dan Ethan pun tidak bisa menyangkal ucapan Lavon. Karena mereka tau meski sekarang saham Hutagalung dalam genggaman Lavon tapi itu adalah duri yang tajam.

Karena semakin Lavon mendekati singgasana maka semakin terjal jalan yang di tempuh. Helena dan Rena yang sudah pasti menyiapkan rencana untuk menjatuhkan Lavon dan Hoya dengan rencana liciknya.

"Apa gue harus mengatakan ini pada Hoya? Gue takut jika Lavon kembali seperti dulu dan itu akan berdampak buruk juga untuk Hoya." Ucap Ethan dalam hati.

Hingga pintu terbuka memperlihatkan sosok Marcel yang terkejut melihat keadaan Lavon yang penuh darah. Marcel sudah banyak mendengar rumor tentang ASMODEUS saat masih sekolah tapi tetap saja melihat secara langsung itu mengejutkan.

Tapi Marcel tidak pernah menduga bahwa Lavon akan seperti itu. Sosok Lavon yang sekarang yang mengatakan bahwa adalah kakaknya membuat Marcel khawatir jika Lavon melakukan tindakan kriminal yang akan merugikan dirinya sendiri.

"Lavon. Apa lo masih mencurigai Helena?" Pertanyaan Marcel membuat Lavon melempar tatapan tajam yang menusuk pada Marcel.

"Kenapa? Apa lo masih mempercayai mantan pacar lo, adik?" Ucap Lavon sarkas.

"Kenapa lo sangat membenci Helena? Bukankah dia adalah adik lo juga." Ucapan Marcel saat mengejutkan Ethan dan Geo.

Karena mereka tau bahwa Lavon sangat membenci jika ada orang yang mengatakan bahwa Helena adalah adiknya. Ethan pun berjalan mendekati Marcel agar berhenti memancing emosi Lavon.

"Marcel. Pergilah dari sini, Lavon sedang tidak bisa diganggu." Ucap Ethan.

"Tidak apa-apa Ethan. Biar gue katakan sama dia kenapa gue sangat membenci perempuan itu." Ucap Lavon yang dengan santai duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya.

"Tapi Lavon..." Ucap Ethan tapi tertahan karena melihat wajah Lavon yang tidak bisa dihentikan.

"Marcel, apa lo tau kalau gue pernah hampir mati dan Hoya hampir dilecehkan karena Helena dan Rena?" Seketika mata Marcel membulat dan wajahnya menjadi pucat saat mendengar ucapan Lavon.

"Sial! Dia akan membuka luka yang sudah susah payah kita tutup. Maafkan gue Hoya, gue sepertinya tidak bisa menjaga Lavon dengan baik."  Ucap batin Geo.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang