Racun

77 36 0
                                        

"Bagaimana hubungan lo sama Athena?" Tanya Helena pada Kayrie yang sekarang duduk di sofa.

Sekarang Kayrie berada di dalam rumah Helena. Kayrie duduk di sofa sambil menghembuskan asap rokoknya. Sedangkan Helena berjalan mendekati Kayri yang sekarang mengenakan bathrobe satin.

"Apa menurut lo hubungan gue sama Athena bisa lancar di saat Athena selalu memikirkan saudara busuk lo itu saat bersama gue." Ujar Kayrie sinis.

Helena menyeringai licik saat mendengar ucapan Kayrie. Helena pun berjalan mendekati Kayrie dan memberikan gelas wine yang dibawanya. Helena berdiri tepat di depan Kayrie duduk dan Kayrie hanya menatapnya datar.

"Apa lo ada keinginan untuk ngebunuh Lavon? Gue sangat muak dengan keberadaannya." Ucapan Kayrie membuat Helena tersenyum.

"Lavon belum bisa mati sekarang, karena semua kekayaan bokap gue ada di tangan dia. Gue harus mengambil semuanya saat dia masih bernafas." Jawab Helena sambil menyentuh wajah Kayrie.

Helena mengangkat dagu Kayrie agar Kayrie menatapnya dengan lurus. Melihat hal itu membuat Kayrie langsung menarik tangan Helena kasar hingga membuat Helena jatuh ke atas pangkuan Kayrie.

"Apa lo mulai memprovokasi gue lagi? Lo cewek murahan Helena." Ujar Kayrie.

"Lo juga murahan Kayrie, jangan lupa karena gue lo bisa berada di samping Athena sekarang. Gue hanya mau lo melakukan apa yang gue perintah, dan lo harus bisa pastikan bahwa gue bisa kembali sama Marcel." Ucap Helena sambil mengusap leher Kayrie.

"Lo tenang aja gue akan pastikan Lavon akan menggila setelah ini." Kayrie menarik tubuh Helena lebih dekat.

Kayrie menarik wajah Helena dan Kayrie pun melumat bibir Helena dengan intens. Helena dan Kayrie melakukan hal itu tanpa ada perasaan apapun dan hanya menikmati situasi yang di dekat mereka.

Hubungan saling memanfaatkan dan saling membutuhkan membuat mereka tanpa berpikir melakukan hal itu. Helena yang membutuhkan Kayrie untuk menghancurkan mental Lavon.

Dan Kayrie yang membutuhkan Helena untuk mendapatkan hati Athena. Hubungan yang tidak jelas pun terjalin tanpa disadari di antara mereka. Di saat Kayrie dan Helena saling bercumbu, terlihat sebuah mobil hitam di depan rumah Helena.

Di dalam mobil itu ada Rishaf, Ethan dan Geo. Mereka bertiga mendapatkan perintah dari Lavon untuk mengawasi pergerakan Helena dan Kayrie.

"Gue muak harus liat muka mereka berdua. Gue sangat merindukan Hoya, kenapa kita harus berlama-lama disini?" Ujar Rishaf dengan wajah malasnya.

"Diam bacot!, gue muak dengar suara lo." Geo sangat lelah mendengar Rishaf yang sedari tadi mengeluh.

"Lo yang bacot. Apa lo nggak muak? Kita sudah dua hari ngikutin tuh cewek tapi dia nggak ada yang bisa kita curigai." Rishaf menenggak minuman sodanya sambil menatap rumah Helena tajam.

"Gue juga capek bangsat. Gue juga habis turnamen dan malah di suruh sih bangsat buat ngawasin tuh cewek." Geo mengusap wajah sambil menghela nafas lelah.

"Bertahanlah sebentar lagi. Kita juga tau sebentar lagi ada rapat direksi dan itu waktu yang berbahaya buat dua bersaudara itu. Lo berdua juga tau Helena bisa ngelakuin apa aja buat hancurin hidup Hoya." Ucap Ethan dingin.

Seketika Geo dan Rishaf pun terdiam. Mereka pun sadar bahwa permintaan Lavon pada mereka untuk mengawasi Helena adalah perasaan khawatir Lavon jika terjadi hal buruk pada Hoya yaitu adik kesayangannya.

"Gue juga merasa aneh kenapa Helena terlihat tenang di saat rapat direksi hampir dekat. Entah kenapa gue punya firasat buruk." Ethan merasakan berat di dadanya.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang