Cinta Yang Buta

20 5 0
                                        

Hoya yang sekarang di dalam mobil menghela nafas berulang kali saat menatap rumah yang ada didepannya itu. Rumah itu adalah rumah keluarga Destrayumna yaitu rumah Marcel dan Sebastian.

Hoya mendapatkan pesan dari Sebastian yang memintanya untuk makan bersama. Hoya tidak menolaknya, karena Hoya juga ingin lebih dekat dengan Marcel dan Sebastian yang tidak lain adalah ayah kandungnya.

"Apa gue datang terlalu cepat?" Gumam Hoya sembari keluar dari mobilnya.

Langkah kaki Hoya perlahan masuk ke kawasan rumah Destrayumna, hingga Hoya berdiri di depan pintu rumah itu. Saat Hoya hendak membuka pintu itu, Hoya mendengar suara Jerome dengan Marcel.

"Kenapa Jerome ada di sini?" Tanya batin Hoya.

"Tuan muda Marcel ada yang harus saya sampaikan pada anda. Ini atas permintaan tuan muda Lavon." Ucap Jerome dan Hoya mengerutkan keningnya saat Jerome mengatakan nama Lavon.

"Lavon? Lavon memerintahkan Jerome apa lagi?" Hoya sangat penasaran.

"Lavon?" Marcel pun menatap Jerome seksama.

"Saya ingin mengatakan bahwa nona Helena memiliki hubungan terlarang dengan Kayrie. Hubungan itu terjalin atas kerjasama untuk membalas dendam pada tuan muda Lavon dan nona muda Hoya-"

"Jerome!" Hoya langsung mendorong pintu itu dengan kasar hingga mengejutkan Jerome dan Marcel.

"Hoya?" Marcel menatap khawatir pada Hoya ketika melihat sorot mata Hoya yang penuh amarah.

Hoya berjalan menghampiri Jerome dan Hoya pun langsung menampar keras wajah Jerome. Marcel yang melihat hal itu berusaha menarik Hoya untuk menjauh dari Jerome tapi Hoya menepisnya kasar.

"Jerome! Apa kamu mengkhianati aku lagi?! Akulah tuan mu Jerome, apa kamu lebih memilih mematuhi Lavon?!" Teriak Hoya.

"Hoya tenanglah? Kenapa lo marah sama Jerome?!" Ujar Marcel berusaha menenangkan Hoya.

"Aku sudah memberikan perintah untuk menutup tentang itu, tapi kamu malah mengatakannya pada Marcel! Aku sudah berusaha keras untuk menghentikan pertengkaran antara keluarga ku!" Ujar Hoya.

"Nona, saya hanya-"

"Apa keuntungan mengatakan itu pada Marcel? Apa kamu ingin membuatku semakin kotor karena merasa bersalahku? Aku sudah berulang kali mengatakan bahwa Helena juga korban seperti ku! Kenapa kamu tidak mendengar ku Jerome?!" Teriak Hoya histeris.

Marcel pun tertegun saat mendengar ucapan Hoya. Jerome pun merasa bersalah saat melihat Hoya yang sangat marah. Hoya seketika teringat dengan tangisan lirih Helena yang memohon padanya untuk tidak memberitahukan kebenaran itu pada Marcel.

Hoya yang merasa bersalah memukul kepalanya berulang kali karena rasa frustasi dan marah yang tidak bisa ditahannya lagi. Marcel yang khawatir pun mencoba menghentikan Hoya agar tidak memukul dirinya sendiri.

Tapi Hoya tetap saja memukul kepalanya. Bahkan Jerome juga berusaha menenangkan Hoya tapi itu hanya sia-sia, Hoya hanya menangis dan memukul kepalanya.

"Hiks...hiks..hikss...dia juga korban. Kenapa kalian membuat aku seperti seorang penjahat?! Akhhh! Hiks..." Teriak Hoya histeris dengan suara tangisan yang terisak.

"Hoya tenanglah, dengarin gue dulu..." Marcel mencoba menahan tangan Hoya agar tidak memukul kepalanya lagi.

"Tidak!" Teriak Hoya dengan mendorong tubuh Marcel menjauh darinya.

Teriakan Hoya bersamaan dengan Sebastian yang datang bersama Edith. Sebastian dan Edith sangat terkejut melihat Hoya yang menangis histeris. Sebastian segera berlari menghampiri Hoya dan Marcel.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang