Pangeran dan Putri

24 11 0
                                        

Hari yang ditunggu dengan gelisah akhirnya tiba, yaitu hari pernikahan Leonid dan Hoya. Sekarang Hoya berdiri di depan cermin dengan gelisah dan gugup karena di luar acara sudah di mulai.

Suara ketukan pintu membuat Hoya terkejut dan detik kemudian Hoya melihat pintu ruangannya terbuka memperlihatkan Sebastian yang tersenyum hangat padanya.

"Papah!" Hoya langsung memeluk Sebastian erat.

"Kamu sangat cantik sayang. Akhirnya papah bisa melihat dan memeluk putri papah. Papah hanya mengingat wajah bayimu, tapi sekarang kamu seperti Edith sangat cantik.'" Sebastian menepuk pelan kepala Hoya.

Hoya pun tersenyum tipis, Hoya merasa bahagia karena Sebastian ada di sisinya. Hoya tidak merasa kesepian saat Edith dan Darrel tidak ada disampingnya untuk pernikahannya.

"Apa sudah selesai? Sepertinya Leonid sudah menunggu kamu dengan gelisah disana." Ujar Sebastian.

"Aku tinggal memakai itu saja lagi." Tujuk Hoya pada tiara kecil yang anggun di atas meja di dekatnya.

Sebastian pun tertawa kecil karena Leonid sangat memanjakan Hoya seperti seorang putri. Kemudian Sebastian mengambil tiara itu dan memakaikannya ke kepala Hoya dengan baik.

"Mari putri, kita harus bertemu dengan pangeran secepatnya." Goda Sebastian dan pipi Hoya pun bersemu.

"Iya papah." Hoya pun langsung memeluk tangan Sebastian.

Setelah itu mereka berjalan keluar dari ruangan rias Hoya menuju area taman dimana Leonid dan semua orang menunggunya. Dada Hoya semakin berdebar kencang saat melihat sebuah pintu dimana kedua sahabat baiknya berdiri.

"Hoya! Lo cantik banget!" Ucap Athena yang terpesona dengan kecantikan Hoya yang menggunakan dress wedding yang sopan tapi anggun dan mahkota tiara yang ada di atas kepala Hoya.

"Bener banget! Hoya kaya keluar dari webtoon!" Puji Luciana dan sontak membuat Sebastian dan Hoya tertawa.

"Terima kasih, lo berdua juga sangat cantik." Balas Hoya tulus.

Luciana dan Athena pun tersenyum bahagia, akhirnya mereka bisa melihat sahabat baiknya itu menikah dengan orang yang sangat mencintainya seperti seisi dunia.

Setelah Luciana dan Athena membuka pintu itu dan seketika mata Hoya bertemu dengan mata tajam yang lurus menatapnya. Dengan senyuman tipis tapi tidak mengurangi wajah dinginnya dan mata tajamnya.

Hoya semakin gugup saat melihat mata Leonid hanya tertuju padanya. Hingga langkah kaki Hoya dan Sebastian berjalan perlahan mendekati Leonid yang berdiri menunggunya dengan Liam yang duduk dibelakangnya.

Athena dan Luciana berjalan di belakang Hoya dan menaburkan kelopak bunga mawar yang cantik hingga semua tempat tercium aroma mawar yang harum. Gita yang duduk bersama Okta dan Erzan pun terkejut melihat Hoya yang sangat cantik.

"Ternyata ini alasan putraku sangat ingin mempercepat pernikahannya." Ucap batin Gita tersenyum kecil.

Hingga Hoya berdiri berhadapan dengan Leonid. Hoya hanya tersenyum sambil meremas tangannya yang gugup. Sedangkan Leonid menahan tangannya agar tidak menarik Hoya untuk memeluknya.

"Bisa gila gue! Ini sangat cantik!" Teriak Leonid dalam hati.

Kemudian Leonid dan Hoya bersebelahan. Kemudian Sebastian duduk di depan Leonid dan Liam pun menatap Leonid dengan senyuman kecil yang sekarang sudah duduk di samping Sebastian.

Penghulu pun mulai membacakan doa dan memberikan nasehat singkat pada Leonid. Dan tibalah waktu yang semakin membuat dada Hoya berdebar dan semakin gugup hingga berkeringat dingin yaitu adalah waktu ijab kabul.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang