Patah

81 32 1
                                        

"Sebenarnya apa yang terjadi sama Hoya?" Tanya Leonid pada dokter yang duduk di hadapannya.

Sedangkan Lavon dan Marcel berdiri dibelakang Leonid dan ikut mendengar keadaan Hoya yang sebenarnya. Marcel melirik ke arah tangan Lavon yang gemetar.

Marcel dengan pelan menepuk pundak Lavon untuk menenangkannya. Lavon bagaikan seperti orang gila saat melihat Hoya masuk ke dalam ruang operasi beberapa waktu lalu.

"Hoya mengalami keracunan yang cukup berbahaya jika saja dia terlambat datang ke rumah sakit." Ucap dokter itu.

"Apa maksud anda? Keracunan?! Bahkan saat dia duduk di samping saya beberapa waktu yang lalu dia hanya minum air putih." Ujar Lavon yang merasa aneh.

"Hoya keracunan arsenik, racun arsenik bereaksi membutuhkan waktu cukup lama. Mungkin saja dia mengonsumsi sesuatu sebelum bertemu dengan anda." Jelas dokter tersebut dan Lavon sangat terkejut mendengarnya.

"Bagaimana keadaan Hoya sekarang? Apa racun itu berdampak buruk untuk Hoya?" Tanya Leonid.

"Untuk sekarang keadaan Hoya sudah cukup baik. Karena ketepatan waktu kalian membawa Hoya ke rumah sakit membuat kami bergerak cepat sebelum racun itu tersebar."

"Lakukan pengobatan apapun untuk kesembuhannya." Pinta Leonid dan dokter itu pun menganggukkan kepalanya.

Setelah itu Leonid keluar dengan diikuti Lavon dan Marcel. Saat mereka keluar, mata Leonid pun melihat ke arah pada Jerome yang sekarang berdiri dalam diam.

Tanpa aba-aba Leonid langsung memukul Jerome dan hal itu mengejutkan Lavon dan Marcel. Leonid memukul Jerome dengan wajah penuh amarah, Lavon berusaha menarik Leonid dari Jerome yang tidak melawan sama sekali.

"Leonid?! Apa yang terjadi sama lo?! Kenapa lo mukul Jerome?!" Lavon menarik paksa tubuh Leonid untuk menjauhi Jerome.

"Lo sebagai bayangan Hoya, bagaimana bisa lo lalai menjaganya? Apa lo yang membuatnya celaka? Jawab gue Jerome!" Ujar Leonid tegas hingga Lavon dan Marcel hanya bisa diam.

"Maafkan saya tuan muda, ini semua kesalahan saya." Ucap Jerome dengan perasaan bersalah.

"Kak Leo, jangan salahkan dia. Ini semua karena aku. Kak Hoya meminta Jerome untuk menemaniku, karena itu Jerome tidak bisa mengawasi kak Hoya." Sera yang berdiri di belakang Jerome pun mengatakannya kebenarannya.

"Apa maksud lo Sera? Apa Hoya bertemu sama lo sebelumnya?" Lavon mengerinyit keningnya.

"Iya, aku bertemu dengan kak Hoya di cafe." Jawaban Sera membuat Leonid tersadar akan sesuatu.

Leonid pun berjalan menghampiri Sera dan memegang pundak Sera dengan kuat. Seketika Sera merasa takut tapi Sera tau bahwa Leonid tidak akan menyakitinya.

"Sera katakan pada kakak, apa saja yang kalian lakukan dan apa yang dimakan Hoya saat bersama kamu Sera." Ujar Leonid.

"Kami hanya berbicara seperti biasanya, dan kak Hoya hanya memesan minuman tiramisu kesukaannya. Itu pun Jerome langsung yang membelinya." kata Sera jujur.

"Saya membeli seperti yang di perintahkan oleh nona muda tidak ada yang saya tambahkan. Anda bisa memeriksa cctv jika anda mencurigai saya." Ucap Jerome.

"Gue harus ke cafe itu!" Gumam Leonid dengan mengepal kedua tangannya.

"Leo, sebaiknya lo disini. Biar gue sama Lavon yang urus." Ucap Marcel yang menahan Leonid untuk pergi.

"Lo temani Hoya disini, bokap dan nyokap gue akan datang. Gue nggak mau saat Hoya sadar dia jadi gelisah karena sendirian." Ucap Marcel.

"Jangan biarkan bokap gue menemui Hoya sebelum papah Sebastian datang apa lo paham?" Ujar Lavon.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang