Berakhir Sudah

23 12 0
                                        

Terlihat Sebastian berjalan membawa boneka beruang kesayangan Hoya dan buket bunga mawar putih. Hingga tangan Sebastian membuka pintu ruangan Hoya berada.

Mata Sebastian pun disambut dengan pemandangan yang menyejukkan. Leonid sedang membersihkan tangan dan kaki Hoya dengan lembut. Sebastian pun mengalihkan pandangannya ke arah bunga mawar yang ada di vas bunga di dekat brankar Hoya.

"Bunga itu selalu terlihat segar. Dia selalu membeli yang baru setiap hari." Ucap batin Sebastian.

"Papah? Kapan papah datang?" Tanya Leonid yang baru saja tersadar dari aktivitasnya.

"Baru saja. Leo, kamu belum tidur? Kamu bahkan tidak menyadari kedatangan papah." Ujar Sebastian.

"Maafkan aku. Bagaimana keadaan Marcel?" Leonid bangun dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Sebastian.

"Dia sudah membaik, apalagi dia terlihat sangat senang karena di rawat oleh Helena." Leonid tersenyum tipis mendengar ucapan Sebastian.

"Leo, istirahatlah sebentar. Papah akan menjaga Hoya, kamu selama satu minggu ini tidak beristirahat dengan baik. Istirahatlah beberapa jam." Sebastian menepuk pundak Leonid agar menuruti ucapannya.

Selama satu minggu ini Leonid selalu berada disamping Hoya, bahkan Leonid tidak bisa menjenguk Marcel karena ingin memastikan nafas Hoya dengan kedua matanya.

Keadaan Leonid sekarang dengan mata mengantuk yang datar menatap Hoya sayu. Dalam satu minggu Leonid kehilangan berat badannya karena tidak memperdulikan keadaannya dan hanya fokus pada perawatan Hoya.

"Aku tidak bisa meninggalkan Hoya. Aku tidak bisa tenang jika tidak melihat Hoya bernafas secara langsung." Ucap Leonid.

"Leonid biarkan aku yang menjaga putriku hari ini, apakah kamu ingin memonopoli putriku sendirian." Sebastian tersenyum jahil dan Leonid hanya bisa menggelengkan kepalanya singkat sambil tersenyum tipis.

Leonid pun paham, karena waktu kebersamaan Sebastian dan Hoya sangatlah singkat. Leonid juga merasa mungkin Hoya akan merasa sangat bahagia jika di jaga oleh ayah kandungnya.

"Baiklah, aku akan kembali dua jam lagi. Aku juga ingin melihat keadaan Marcel. Sekarang apa papah senang bisa bersama putri papah?" Sebastian pun tersenyum puas saat mendengar ucapan Leonid.

"Terima kasih Leo." Ucap Sebastian tulus.

"Baiklah, aku akan pergi sekarang." Pamit Leonid pada Sebastian. Sebelum melangkah kakinya keluar dari ruangan, Leonid menatap Hoya sebentar dan kemudian berjalan keluar meninggalkan Hoya bersama Sebastian.

Leonid berjalan dengan wajah yang sangat lelah, langkah kakinya melangkah di koridor sepi menuju parkiran. Kepala Leonid terasa sangat berat, pikiran Leonid yang masih belum bisa tenang membuat Leonid sangat gelisah.

Hingga tangan Leonid hendak membuka pintu mobilnya, sebuah tangan menahannya dan itu mengejutkan Leonid dan langsung berbalik untuk melihat sosok yang menahannya.

"Lo harus ikut gue sekarang." Ucap Rishaf yang menahan pundak Leonid.

"Kemana?" Tanya Leonid dengan mengerutkan keningnya.

"Kayrie sudah ditetapkan sebagai tersangka, bahkan bokapnya ditahan di kantor KPK atas tuduhan korupsi."

"Apa?! Bagaimana bisa? Apa Lavon dan lo semua yang melakukan ini?"

"Ini semua karena om Sebastian. Lavon dan ASMODEUS sibuk mencari keberadaan Rena, karena itu Lavon bahkan sangat terkejut jika Kayrie ditetapkan sebagai tersangka semudah itu." Leonid mengerutkan keningnya merasa sangat kebingungan.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang