3 Minggu kemudian
Sudah tiga minggu berlalu Hoya mejalani pengobatan, sekarang Hoya sudah dalam keadaan baik dan sekarang Hoya sedang bersama dengan dua sahabatnya.
Luciana sekarang membisikkan sesuatu di telinga Hoya, Hoya mendengar ucapan Luciana dengan serius hingga wajah Hoya menjadi merah padam.
"Apa lo sudah gila?! Kenapa gue harus nyerang Leonid?!" Ucap Hoya sambil mendorong Luciana menjauh dengan wajah kesal.
"Apa yang salah coba? Kan dia suami lo Hoya? Masa iya lo malu sama suami lo sendiri?" Luciana mencubit pipi Hoya yang sekarang terlihat lucu seperti anak kecil.
"Luci! Jangan ngajarin Hoya yang aneh-aneh!" Tegur Athena sambil merangkul Hoya yang menatap Luciana kesal.
"Lah? Gue nggak salah. Sekali-kali cewek harus agresif juga, Nicol aja suka gue kaya gitu!" Luciana tertawa jahil sambil mengusap perutnya yang sekarang sedang hamil.
"Jangan samakan cowok mesum lo njir."
"Kan semua cowok sama aja."
"Nggak gitu juga dodol! Lo udah jadi bumil, kok otak lo tetap nggak berkembang sih. Dongkol gue ngomong sama lo." Athena sangat lelah pada sahabatnya itu yang sangat polos.
"Udahlah, jangan bahas itu lagi. Sekarang gimana sama kehamilan lo Luci? Apa lo baik-baik aja?" Hoya menghentikan perdebatan antara kedua sahabatnya itu.
"Baik kok, tapi Nicol aja yang was-was an sama gue." Jawab Luciana sambil tersenyum senang.
"Was-was?!" Ucap Hoya dan Athena yang serentak dengan menatap Luciana khawatir.
"Dia tiap malam takut kalau gue pergi ke toilet sendirian." Ujar Luciana.
"Ya iyalah, toilet juga tempat bahaya buat bumil. Lo jalan di toilet harus pastikan lantainya nggak licin." Hoya menepuk pelan kepala Luciana.
Hoya merasa khawatir pada Luciana, karena Luciana lebih muda satu tahun dari Hoya dan Athena. Bagi Hoya Luciana seperti adik kecil yang sekarang terlalu cepat menjadi dewasa.
Hingga handphone Hoya berdering, Hoya tersenyum tipis saat melihat nama Leonid tertera di layar handphonenya. Luciana dan Athena pun mengulum senyum karena sangat menggemaskan melihat tingkah lucu Hoya yang masih malu pada Leonid.
"Gue balik dulu. Gue bakalan kangen sama lo berdua." Hoya memeluk erat kedua sahabatnya itu.
"Kapan lo sama Leonid berangkat?" Tanya Athena penasaran.
"Besok berangkatnya, tapi sepertinya gue akan lama disana." Ujar Hoya dan Athena menganggukkan kepalanya.
"Semoga cepat dapat debay juga ya. Supaya kita bisa besanan hehehe." Timpal Luciana.
"Apaan sih Luci?!" Wajah Hoya memerah dan langsung pergi dari hadapan kedua sahabatnya itu.
Luciana dan Athena pun tertawa, sedangkan Hoya berlari keluar dari rumah Luciana. Hingga langkah kaki Hoya terhenti saat melihat sosok Leonid yang berdiri tersenyum.
Hoya berjalan mendekati Leonid hingga mereka berdua saling berhadapan. Leonid tersenyum manis sambil menakup wajah Hoya yang hampir seharian tidak bisa dia lihat.
"Kamu begitu lama meninggalkanku, aku sangat merindukanmu Hoya." Ucap Leonid dengan tangan yang mengusap pipi Hoya lembut.
Hoya hanya tertawa kecil sambil menutup matanya sebentar sambil merasakan sentuhan kasih sayang Leonid padanya. Kemudian mata Hoya terbuka secara perlahan dan matanya langsung bertemu dengan mata tajam Leonid.
"Kita hanya tidak bertemu beberapa jam Leo." Hoya mengambil tangan Leonid yang ada di pipinya dan menggenggamnya erat.
"Baiklah, sekarang ayo kita pergi makan. Kamu pasti belum makan kan?" Tebak Leonid dan Hoya hanya tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
FanfictionLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
