"Jadi dalam waktu dekat aku akan kehilangan ingatanku?" Ucap Hoya yang sekarang menatap lurus Leonid dengan mata yang gemetar.
Leonid hanya diam dengan menggenggam tangan Hoya. Leonid tau bahwa sekarang Hoya ketakutan dan gelisah. Leonid sengaja mengatakan kebenaran itu karena Leonid tidak ingin Hoya dibohongi lagi.
"Leo, aku tidak ingin melupakan kenangan ku. Aku tidak ingin melupakan keluargaku, sahabatku dan kamu Leonid. Apa yang akan terjadi jika aku melupakan semuanya!" Air mata Hoya mengalir deras.
Hingga Leonid pun memeluk Hoya untuk menenangkannya. Seketika Hoya pun menangis histeris dengan suara yang pilu. Ini adalah kedua kalinya Leonid mendengar tangisan Hoya yang begitu menyedihkan.
"Maafkan aku Hoya. Maaf..." Ucap Leonid penuh sesal.
Hoya hanya menangis dengan mengeratkan pelukannya. Sedangkan Leonid merasa bersalah karena harus memberitahu kebenaran itu pada Hoya.
Leonid tidak ingin lebih lama untuk menyembunyikan hal itu dari Hoya. Leonid ingin menghentikan Hoya untuk mengonsumsi obat itu lagi agar bisa mencegah hal buruk itu terjadi.
"Hoya, cobalah untuk berhenti untuk mengonsumsi obat itu lagi. Aku tidak mau melihatmu sakit Hoya." Ucap Leonid lembut.
Hoya hanya diam dengan sorot mata yang lelah dengan tangan yang memeluk erat tangan Leonid. Disaat Hoya sedang ditenangkan oleh Leonid, di tempat lain terlihat Jojo sedang mengambil beberapa barang Hoya di rumah singgah Rebecca.
Jojo mengambil beberapa barang untuk di bawa ke tempat pameran seni Hoya yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Di saat Jojo asik membereskan barang-barang Hoya, seketika pintu ruang tersebut terbuka dan memperlihatkan sosok Marcel.
"Jojo, gue mau bicara sama lo." Ucap Marcel.
Jojo hanya diam karena ini adalah pertemuan pertama mereka setelah Jojo memutuskan keluar dari DEVIL. Jojo menatap tajam pada Marcel karena Jojo tau bahwa Marcel masih mempercayai Helena.
"Gue terlalu malas ngomong sama orang buta." Ucap Jojo sambil berlalu melewati Marcel dengan membawa kardus berisi barang-barang Hoya.
"Gue sangat frustasi. Semua ini sangat mengejutkan gue, gue nggak pernah duga bahwa sahabat gue adalah saudara kembar gue. Sosok ibu yang selama ini gue kira sudah meninggal ternyata dia hidup dalam penuh masalah." Marcel menundukkan kepalanya.
Mendengar ucapan Marcel yang begitu pedih membuat langkah Jojo terhenti. Jojo sangat paham dengan perasaan Marcel sekarang keterkejutan yang membuat kebingungan tentang sesuatu yang sangat mustahil untuk di percaya.
"Lo sudah tau bagaimana keadaan saudara-saudara lo. Tapi lo masih mempercayai mantan pacar lo." Ujar Jojo.
"Gue masih percaya Helena, karena Helena yang gue kenal tidak seperti yang mereka katakan. Gue tau perasaan gue salah, tapi bagi gue Helena adalah cewek yang gue cintai." Marcel merasa sangat bersalah pada saudara-saudaranya.
Marcel tau bahwa tidak seharusnya dia memikirkan Helena disaat kedua saudaranya dalam masalah. Tapi hati dan perasaan sayang pada Helena membuat Marcel masih mempercayai Helena.
"Gue mungkin masih baru berada dilingkungan mereka. Tapi gue sangat bersyukur berada disamping mereka. Mereka berdua mungkin terlihat kejam tapi sebenarnya mereka hanyalah anak kecil yang kesepian dan ketakutan." Seketika Marcel menatap Jojo.
"Marcel, lo beruntung bisa hidup aman dan nyaman sama bokap lo. Sedangkan Lavon dan Hoya harus hidup bersama ayah yang seperti iblis yang menyiksa mereka." Kata Jojo.
"Lo hanya kehilangan kasih sayang dari nyokap lo, sedangkan mereka tidak bisa menerima kasih sayang apapun. Mereka hanya bisa saling melindungi, tanpa ada orang dewasa yang melindungi mereka." Lanjut Jojo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
Fiksi PenggemarLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
