Like That

38 8 0
                                        

"Kakak!" Panggil Sera saat di depan pintu ruangan kerja Lavon.

"Sera. Kemarilah." Mendengar itu Sera langsung berlari menghampiri Lavon.

Lavon menggenggam tangan Sera lembut. Kemudian tanpa aba-aba Lavon mengangkat tubuh Sera agar duduk di atas meja kerjanya. Sera sangat terkejut dan dadanya pun berdebar.

Lavon menatap lurus pada Sera, Lavon merasa khawatir dengan keamanan Sera saat mengingat apa yang terjadi pada Hoya. Sekarang ketakutan Lavon bertambah.

"Gue bahkan nggak bisa jaga adik gue. Bagaimana caranya gue jaga cewek yang gue cintai?" Ucap batin Lavon dengan melamun menatap wajah cantik Sera.

"Kakak kenapa? Bukannya kakak harus senang karena hari ini adalah hari pameran kak Hoya diadakan." Ucap Sera sambil menyentuh wajah Lavon.

"Benar, hari ini harus menjadi hari yang terbaik untuk Hoya."

"Iya, karena kak Hoya sudah berusaha keras untuk acara hari ini." Ucap Sera.

Lavon menganggukkan kepalanya untuk membenarkan ucapan Sera. Setelah beberapa hari berlalu setelah hari berduka, akhirnya Hoya melaksanakan acara pameran seninya.

Karena itu Lavon berusaha secepat mungkin menyelesaikan pekerjaannya agar bisa membantu dan menemani Hoya di acara tersebut. Kemudian Lavon berdiri dan mengambil kotak kecil yang ada dalam laci kerjanya.

Lavon pun membuka kotak kecil itu yang berisikan sebuah kalung cantik bentuk kupu-kupu. Kemudian tanpa mengatakan apapun, Lavon memasangkan kalung itu ke leher Sera.

"Kakak..ini..." Sera kebingungan dengan kalung yang dipasangkan oleh Lavon padanya.

"Sangat cantik. Ayo kita berangkat, Hoya pasti sudah menunggu." Ucap. Lavon mengulurkan tangannya tanpa tau bagaimana jantung Sera yang hampir meledak karena berdebar.

Sera pun turun dari meja kerja itu dan menyambut tangan Lavon. Lavon tersenyum dan menarik pelan tangan Sera untuk berjalan keluar dari ruangannya.

Saat menuruni tangga menuju ruang tengah, mata Lavon membulat saat melihat Darrel sedang menggenggam tangan Edith. Lavon sontak berjalan cepat untuk menghampiri mereka berdua.

"Mamah? Mamah mau kemana?" Tanya Lavon pada Edith.

Sedangkan Sera sekarang merasa takut saat melihat sorot mata tajam Darrel. Sera selalu merasa takut karena melihat Darrel seakan melihat hewan buas yang akan memangsanya.

"Lavon? Kamu bersama Sera ya." Ucap Edith lembut.

"Mamah kenapa bisa bersama papah?!" Lavon ketakutan saat melihat Edith bersama Darrel.

"Itu bukan masalah besar Lavon. Tidak ada masalah jika suami istri bersama, bukankah seperti itu Edith." Ucap Darrel.

"Apa papah mengancam mamah?! Lepaskan tangan mamah!" Teriak Lavon hingga membuat Sera terkejut.

Sedangkan Darrel dan Edith hanya diam dengan tatapan datar. Kemudian Lavon merasakan sentuhan lembut di kepalanya yang berasal dari tangan Edith. Edith tersenyum tipis dan hal itu membuat Lavon terdiam.

"Lavon, bagaimana pun mamah adalah istrinya dan itu kenyataannya. Mamah akan berangkat bersama Darrel untuk pergi ke pameran Hoya." Ucap Edith yang terdengar sangat berwibawa.

"Karena itu, jangan membuat masalah yang akan membuat Hoya sedih. Kamu juga sangat menyayangi Hoya bukan? Karena itu bersikap baiklah putraku." Ucap Edith lembut tapi seperti perintah di telinga Lavon.

Mendengar perkataan Edith yang begitu anggun dan berwibawa, adalah perkataan yang tidak bisa Lavon bantah. Karena saat Edith berbicara seperti itu maka itu adalah perkataan yang mutlak.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang