"Leo, coba tebak deh." Ucap Hoya yang sekarang duduk di samping Leonid dengan kaki berselunjur di atas paha Leonid.
"Tebak apa?" Tanya Leonid sambil mengoles minyak telon ke kaki Hoya.
"Sayur apa yang susah move on?"
"Kangkung?"
"Salah."
"Kentang? Buncis?"
"Uhh salah dong! Hahaha."
"Terus apa?" Tanya Leonid penasaran dengan menatap wajah Hoya yang sangat ceria dihadapannya itu.
"Bayam-bayamin kamu hehehe." Jawab Hoya antusias.
Leonid menutup matanya sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian Leonid menarik tubuh Hoya ke dalam pelukannya. Hoya pun membalas pelukan itu sambil meletakkan kepalanya di dada bidang Leonid.
"Sejak kapan kamu jadi gombal Hoya? Itu sangat menggemaskan." Leonid mengigit pipi Hoya dan Hoya pun hanya tertawa.
"Apa kamu nggak suka?" Tanya Hoya.
"Bagaimana aku tidak suka? Aku menyukai apa yang ada padamu Hoya. Bahkan sekarang aku sedang menahan diri." Ujar Leonid dengan mengangkat sedikit wajah Hoya dan Leonid pun mencium hidung Hoya lembut.
Hoya menutup matanya dan kemudian membukanya perlahan. Hoya menyentuh wajah Leonid yang sekarang menatapnya lurus. Hoya perlahan mengusap lembut bibir Leonid.
"Leo apa ada sesuatu yang kamu inginkan? Biarkan aku membantumu." Ucap Hoya lembut.
"Keinginan ku hanya ingin bersamamu dan membalas orang-orang brengsek di luar sana yang mencoba merebutmu dariku." Ucap Leonid dengan wajah datarnya.
"Kalau begitu, ayo kita menikah Leo." Ucapan Hoya membuat Leonid terkejut.
Hoya dengan keadaan sadar melamar Leonid. Sedangkan Leonid sangat terkejut dengan tubuh yang membeku diam dengan menatap wajah Hoya. Hoya juga seperti Leonid, perasaan lelah dirinya hanya bisa beristirahat jika bersama Leonid.
Hanya Leonid yang memahami perasaannya. Kesepian, marah dan kesunyian hanya bisa dihapus oleh Leonid, karena itu Hoya hanya menginginkan Leonid ada di sampingnya.
"Hoya, apa kamu sedang bercanda? Atau kamu hanya ingin membuat perasaanku tenang?" Tanya Leonid.
"Leo, aku sudah melepaskan semuanya. Bahkan mahkota dan singgana ku pun ku tinggal. Aku merasa sangat lelah dan kotor, karena itu aku hanya ingin menghabiskan waktu ku bersamamu."
"Hoya apa kamu tau maksud ucapanmu itu? Kamu akan kehilangan semuanya, jika kamu memutuskan untuk bersamaku maka kamu harus melihat Darrel masuk penjara dan kamu akan kehilangan hak di dalam keluarga kamu."
"Aku tau itu, itulah alasan kamu selama ini menahan kak Erzan untuk tidak menyelidiki papah kan? Aku sungguh minta maaf Leo. Karena aku, kamu juga harus masuk ke kubangan lumpur yang kotor ini untuk menutupi kejahatan papah." Leonid tertegun dan Hoya hanya bisa tertunduk.
Leonid hanya diam membenarkan ucapan Hoya. Leonid dan Erzan bisa saja menyelidiki dengan pengawasan ketat pada Darrel untuk mencari bukti yang disembunyikan Hoya mati-matian untuk melindungi Darrel.
Tapi Leonid dan Erzan memutuskan untuk mengurungkan niat itu karena apa yang sudah dilakukan Hoya untuk keluarganya. Hoya yang melindungi nama baik Erzan dari fitnah Darrel.
Bahkan Hoya juga melindungi nama baik Liam di akhir jabatannya. Karena itulah kenapa Leonid merasa berhutang budi pada Hoya. Jika Darrel menggunakan cara licik untuk menjatuhkan Erzan, maka Erzan akan kehilangan dunia kerja yang sangat dicintainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
Fiksi PenggemarLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
