Darrel sekarang duduk berhadapan dengan Helena dan Rena. Ini pertemuan mereka setelah pertemuan keluarga besar tiga hari yang lalu. Darrel menatap gelas kopinya dengan perasaan campur aduk.
Darrel teringat dengan pembicaraannya berdua dengan Hoya saat pertemuan keluarga beberapa hari yang lalu. Bayangan Hoya duduk dengan tanpa rasa takut dan anggun masih teringat oleh Darrel.
"Papah, aku akan memberikan saran untuk terakhir kalinya. Berikan syarat untuk Lavon dan Helena untuk berada di posisi pewaris. Berikan tanggung jawab mereka untuk bekerjasama dengan keluarga Cayapata." Ucap Hoya tegas.
"Bagaimana Hoya mengetahui tentang keluarga Cayapata? Bahkan mereka tidak aktif berbisnis di Indonesia, bagaimana bisa Hoya mengetahui tentang mereka." Ucap batin Darrel yang merasa sangat penasaran.
Kemudian Darrel pun tersadar dari lamunannya saat mendengar sendok Helena tidak sengaja terjatuh. Darrel pun menatap Helena, setelah itu Darrel mengambil stampel miliknya ke atas meja dan hal itu mengejutkan Helena dan Rena.
"Bukankah itu stampel milikmu Darrel. Tidak mungkin kamu memberikan stampel ini pada kami." Ujar Rena dengan tertawa renyah.
"Aku memberikan stampel ini pada Helena." Ucap Darrel santai sambil menyeruput kopinya."
"Papah sungguh memberikan ini padaku?! Jadi papah memberikan hak waris itu padaku?!" Helena sudah sangat senang sambil mengambil stampel itu.
"Aku tidak memberikan itu cuman padamu, tapi juga pada Lavon. Aku akan memberikan persyaratan yang sama untuk kalian berdua. Hoya tidak akan ikut dalam perebutan ini karena dia memiliki Rebecca." Seketika wajah Helena menegang saat mendengar ucapan Darrel.
"Jadi apa maksud papah sebenarnya?" Tanya Helena dengan wajah yang gelisah.
"Aku akan memilih antara kalian berdua untuk menjadi pewaris. Syarat untuk menjadi pewaris adalah siapa yang bisa melakukan kerjasama dengan keluarga Cayapata. Maka dia yang akan duduk di posisi pewaris." Ucapan Darrel mengejutkan Helena dan Rena.
Karena mereka tau bahwa Keluarga Cayapata adalah salah satu keluarga terkaya di Indonesia. Tapi mereka tidak memperlihatkan kekayaan mereka, bahkan mereka tidak memiliki satu pun bisnis di Indonesia.
Keluarga Cayapata terkenal dengan sangat sopan, jujur dan bersih dari skandal. Karena itu tidak ada yang bisa bekerjasama dengan mereka, karena mereka selalu berhati-hati untuk memilih rekan mereka.
"Bagaimana bisa kamu melakukan persyaratan yang sangat sulit Darrel?! Bahkan kamu dan Sebastian saja tidak bisa menjadi rekan bisnis mereka, bagaimana bisa Helena dan Lavon melakukan itu?!" Ujar Rena sangat marah.
"Aku sudah berulangkali mengatakan padamu Rena, jangan meninggikan suaramu padaku. Ini persyaratan yang pantas untuk mereka, aku bahkan tidak segan-segan dengan putraku sendiri Rena." Ucap Darrel dengan sorot mata yang menusuk.
Rena pun seketika gemetar ketakutan. Sedangkan Helena mengepal kedua tangannya sambil tersenyum licik menatap stampel yang sekarang dalam genggamannya.
"Baiklah, aku terima persyaratan ini. Tapi papah jangan pernah mengizinkan Hoya ikut dalam perebutan kekuasaan ini, karena ini waktu aku dan Lavon." Ucap Helena.
"Baiklah, lakukan sesuka hatimu Helena. Aku akan membiarkan apapun yang kamu lakukan." Ujar Darrel yang sekarang yang berdiri dari tempat duduknya.
Helena yang mendengar hal itu pun tersenyum puas. Sedangkan Darrel pergi dari tempat itu dan berjalan menuju mobilnya terparkir. Di saat Helena senang dengan stampel yang diberikan oleh Darrel, Rena diam dengan wajah datar menatap punggung Darrel yang menghilang dari pandangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
FanfictionLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
