Persidangan Bodoh

26 6 0
                                        

Sebuah mobil hitam sampai di halaman kantor persidangan, hingga kedua pintu mobil itu terbuka memperlihatkan sosok Hoya dan Marcel yang keluar bersamaan.

Edith yang berdiri tidak jauh dari mobil Hoya pun terkejut ketika melihat anak kembarnya datang bersamaan. Edith pun berjalan menghampiri Hoya dan memeluknya.

Hoya pun menghela nafas panjang sambil membalas pelukan Edith. Sedangkan Marcel hanya bisa diam menatap sendu pada Edith dan Hoya. Setelah kejadian Lavon yang menghajar habis Kayrie, hari itu Marcel dikejutkan oleh Lavon yang mengatakan bahwa Hoya sudah mengetahui kebenaran hubungannya.

"Mamah, kenapa mamah diluar? Bukankah Lavon sudah ada didalam?" Tanya Hoya lembut.

"Mamah... sekarang..." Edith bingung ingin mengatakan apa pada putri kesayangannya itu.

Tapi saat mata Edith mengarah pada dua orang yang berdiri berhadapan yang tidak jauh dari mereka membuat Hoya menggelengkan kepalanya. Hoya pun mencium pucuk kepala Edith untuk menenangkannya.

"Marcel, ajak mamah ke dalam. " Ucapan Hoya mengejutkan Edith

"Baiklah, lo juga harus segera masuk Hoya." Ucap Marcel dengan merangkul Edith untuk masuk ke dalam ruang persidangan. Sedangkan Edith menatap Hoya dengan khawatir.

Setelah itu Hoya berjalan mendekati sosok Darrel yang berdiri berhadapan dengan Sebastian yang saling melempar tatapan tajam. Mendengar suara langkah kaki mendekat membuat Darrel dan Sebastian terkejut saat melihat Hoya berada dihadapan mereka.

"Hoya." Ucap Darrel.

"Kenapa papah datang ke sini?" Tanya Hoya.

"Papah ingin melihat persidanganmu dan Lavon." Ujar Darrel sambil menepuk pelan kepala Hoya.

"Maksudku, kenapa papah Sebastian ada disini? Apa yang papah bicarakan dengan papah Darrel?" Ucapan Hoya seketika membuat Darrel dan Sebastian terdiam membeku.

"Hoya... Hoya, apakah kamu sudah mengetahui semuanya?" Tanya Sebastian dengan wajah memucat.

"Aku sudah mengetahuinya." Hoya menjawab dengan datar tanpa ada ekspresi emosional di wajahnya.

"Hoya, papah..."

"Aku tidak mau tau apa tujuan kalian kesini. Aku hanya ingin mengatakan, jangan ikut campur dalam persidangan ini. Papah Darrel jangan ikut campur atau melindungi Helena, aku harus melepaskan Geo. Dan papah Sebastian tolong jangan melindungi Lavon, kami sudah terbiasa melakukan tanpa bantuan orang dewasa." Ucap Hoya tegas.

Sebastian dan Darrel hanya bisa diam, setelah mengatakan itu Hoya berjalan pergi menuju ruangan persidangan. Mereka tidak menduga bahwa putri kecil mereka mengetahui kekacauan keluarga mereka itu.

"Putriku..." Gumam Sebastian pelan tapi masih terdengar jelas oleh Darrel dan itu membuat Darrel menggeram amarahnya.

Di waktu yang sama terlihat Leonid, Bara dan Aldi sekarang memasuk ke apartemen Hoya. Bara dan Aldi hanya mengikuti Leonid dibelakang, hingga langkah kaki mereka berhenti tepat didepan lukisan Hoya.

"Kalau lo sangat merindukan cewek lo, lo seharusnya langsung pergi ke persidangan Leo bukan masuk ke apartemennya dan liat lukisan mukanya." Ucap Bara tajam.

"Ternyata lo mesum Leo." Ujar Aldi sambil menggelengkan kepalanya melihat Leonid yang hanya diam memandang lukisan Hoya.

Leonid diam dan kemudian naik ke sofa untuk mengambil lukisan itu. Aldi dan Bara pun terkejut, hingga Leonid turun dan menatap lukisan itu dengan datar.

Kemudian Leonid menghempaskan lukisan itu kelantai hingga membuat lukisan itu rusak. Aldi dan Bara sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Leonid sekarang.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang