Persidangan Jujur

19 8 0
                                        

"Hoya, gue sudah kenyang." Ucap Helena pada Hoya yang baru saja menyuapinya makanan.

Hoya pun hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah datarnya. Kemudian Hoya mengambil obat Helena yang ada di atas meja. Helena menatap Hoya dengan perasaan gugup.

Orang yang selama ini Helena benci seperti ingin membunuhnya, sekarang orang itu yang merawat dirinya dengan baik dan penuh perhatian.

"Lo harus minum obat dulu, terus lo harus tidur." Hoya memberikan obat itu pada Helena.

"Hoya, apa lo membenci gue?" Pertanyaan Helena membuat Hoya menatapnya.

"Gue nggak mau bahas masa lalu, sekarang gue nggak mau ada perselisihan lagi sama lo."

"Lo terlalu baik atau bodoh Hoya, lo merawat gue hampir satu minggu dengan baik tanpa merendahkan gue. Gue semakin terasa hina di depan lo."

"Lupakanlah Hel, lo ataupun gue sama-sama menjadi korban dari kekacauan keluarga ini. Gue ingin membenci lo sekalipun tidak akan mengembalikan apapun, tidak akan mengembalikan papah atau mamah."

"..."

"Karena itu, hiduplah tanpa penyesalan dari sekarang." Ujar Hoya sembari memberikan sebuah surat pada Helena.

"Apa ini?" Tanya Helena bingung.

"Mamah meninggalkan surat untuk semua orang, termasuk untuk lo. Vivi kemaren mengantarnya ke gue." Helena pun mengambil surat itu dengan mata tak percaya bahwa Edith meninggalkan surat untuknya.

Hoya menatap iba pada Helena. Karena siksaan Rena pada Helena membuat Helena sakit cukup lama, Hoya menggeram amarah bahwa Rena membuat kaki Helena terkilir cukup parah hingga membuat Helena tidak bisa berjalan sementara waktu.

Hingga suara pintu kamar terbuka memperlihatkan sosok yang terlihat mirip dengan Darrel tapi memiliki senyuman hangat dan jahil menjadi pembedanya. Hoya tersenyum tipis saat melihat sosok pamannya Daniel datang.

"Helena, kenalkan dia adalah uncle Daniel. Dia adalah kakak kandung papah. Dia menetap di Las Vegas dan ini pertama kalinya dia pulang." Hoya memperkenalkan Helena pada Daniel.

"Halo para tuan putri, apa aku mengganggu kalian berdua. Aku tidak menduga bahwa keponakanku ini sangat cantik." Ucap Daniel sambil mengusap kepala Hoya dan Helena.

Helena pun tertawa melihat tingkah lucu Daniel. Daniel pun tersenyum tipis melihatnya, kemudian Daniel menyerahkan satu amplop besar pada Helena dan itu membuat Helena bingung.

"Helena, itu semua yang diberikan Darrel untukmu. Kamu bisa membacanya. Aku harap kamu tidak terlalu sedih nak." Ucap Daniel tulus.

"Dan untukmu adalah ini. " Daniel memberikan kotak kecil pada Hoya.

Helena dan Hoya hanya diam saling melihat benda yang diberikan Daniel pada mereka. Kemudian Daniel menarik lembut tangan Hoya untuk berdiri, Daniel merasa sedih untuk melihat kedua putri dari adik laki-lakinya itu.

"Helena istirahatlah. Pengawal ku akan berjaga disini, karena semua orang akan pergi ke persidangan. Aku juga akan membawa Hoya sementara waktu." Ucap Daniel.

"Terima kasih uncle Daniel." Ucap Helena tulus.

"Cepat sembuh Helena." Hoya memeluk singkat Helena dan Helena pun tersenyum bahagia mendengarnya.

Setelah itu Hoya dan Daniel pun keluar dari kamar Helena. Dalam keheningan Helena membuka surat dari Edith terlebih dahulu. Helena tertegun saat melihat tulisan yang cantik yang menggambarkan sosok Edith yang berwibawa.

Untuk Helena...

Helena, aku harap kamu tidak membenci ku. Aku tau selama ini kamu menderita karena berada di posisi yang curam. Tapi aku tau bahwa kamu adalah anak yang baik.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang