"Hoya, kamu dari mana saja?" Ucap Lavon yang langsung menghampiri Hoya yang baru saja datang bersama Leonid.
Anggota ASMODEUS dan DEVIL yang sekarang berkumpul di ruang tengah. Terlihat Ethan dan Rishaf menatap tajam pada Leonid tapi Leonid mengabaikan hal itu dan tetap berdiri di belakang Hoya.
"Sebaiknya antarkan dia ke kamar, biarkan dia istirahat." Ucap Leonid sembari mengusap kepala Hoya lembut dan berjalan menghampiri Bara dan Marcel duduk.
"Lavon gue mengantuk." Ucap Hoya pada Lavon.
"Baiklah, gue akan nemanin lo tidur." Lavon pun merangkul pundak Hoya lembut dan berjalan menuju kamar yang sudah disiapkan oleh Akira.
Setelah kepergian Lavon dan Hoya, ruangan pun menjadi sunyi dan terasa hawa dingin yang mengintimidasi. Posisi sofa yang saling berhadapan tempat anggota ASMODEUS dan DEVIL duduk.
"Kenapa Hoya bisa sama lo?" Tanya Rishaf tajam.
"Kenapa? Bukankah itu bukan urusan lo? Mau gue pergi kemana sama Hoya itu bukan urusan lo, karena dia cewek gue." Ucap Leonid santai dengan sorot mata merendahkan ke arah Rishaf.
"Orang yang selalu membuat Hoya dalam masalah, berani mengatakan hal itu bukankah sampah?" Balas Rishaf.
"Rishaf! Cukup!" Tegur Ethan agar berhenti melakukan sesuatu yang memancing emosi di saat situasi berduka.
"Itu benarkan. Karena dialah Hoya dalam bahaya, karena dia juga saham Lavon dalam genggaman dia." Ucapan Rishaf membuat Ethan terdiam dan Geo yang duduk di sebelah Rishaf pun hanya bisa menutup mata sambil menarik nafas berat.
Anggota DEVIL yang mendengar pun menahan emosi karena Rishaf seakan menyalahkan dan menyudutkan Leonid dengan apa yang terjadi pada Hoya.
Di saat orang kesal mendengar ucapan Rishaf, Leonid hanya diam dan mengambil toples keripik kentang yang ada di atas meja. Leonid memakan keripik kentang itu dengan santai tanpa peduli wajah Rishaf sudah sangat marah.
"Ucapan lo seakan lo sudah melakukan yang terbaik untuk Hoya." Ucap Leonid hingga mengejutkan semua anggota DEVIL.
"Apa maksud lo bangsat?!" Bentak Rishaf penuh amarah.
"Apa lo tau kenapa Hoya suka bunga mawar? Bagi dia hanya bunga mawar yang cocok untuknya, terlihat indah di luar tapi menyakitkan di dalam. Lo bisa melihat keindahan dia di luar tapi lo nggak akan bisa nyentuh dia karena dia di penuhi duri." Ucap Leonid.
Geo yang sedari tadi malas mendengar pertengkaran Rishaf pun sekarang menatap ke arah Leonid dan mendengarkannya. Sedangkan Ethan hanya tertunduk sambil melihat tangannya dengan sendu.
"Di saat lo semua hanya menyentuh batang mawar itu, sedangkan gue tanpa ragu untuk menyentuh duri itu. Karena itu gue tau perasaan kesepian dan kesunyian Hoya meski dia memiliki orang-orang yang peduli padanya." Lanjut Leonid.
"Apa maksud lo bangsat?! Apa lo mau bilang kalau gue sama yang lain nggak tau perasaan menderitanya Hoya?! Gue sama yang lain lebih dulu mengenal Hoya dari pada lo!" Ucap Rishaf penuh amarah dan membanting toples makanan yang ada di dekatnya.
"Kalau begitu kenapa lo semua tidak bisa menyelamatkannya? Karir dan kuasa lo lebih tinggi dari pada gue. Latar belakang keluarga yang kaya dan karir yang cemerlang, apa lo semua bajingan pengecut tidak bisa membantunya lepas dari kekangan iblis?" Seketika Rishaf pun terdiam.
Rishaf terdiam karena tidak bisa menyanggah ucapan Leonid, sedangkan Ethan dan Geo hanya diam dengan sorot mata bersalah. Leonid hanya tersenyum sinis melihat Rishaf yang terdiam dengan tangan mengepal kuat.
"Gue yang berasal dari keluarga sederhana gue tetap berusaha menariknya dari sangkar yang dibuat iblis itu. Jika semua yang gue miliki yaitu karir, uang dan diri gue sendiri maka gue akan memberikannya untuk membebaskan Hoya." Ujar Leonid.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
Fiksi PenggemarLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
