"Lavon, katakan yang sebenarnya sama gue. Apa rencana lo sebenarnya?" Tanya Hoya yang berdiri di depan meja kerja Lavon.
"Gue nggak paham apa maksud ucapan lo Hoya." Ucap Lavon santai.
"Lavon!" Bentak Hoya yang sangat marah.
Lavon pun menghentikan pekerjaannya dan menatap ke arah Hoya yang menatapnya penuh amarah. Kemudian mata tajam Lavon mengarah pada Jojo yang berdiri di belakang Hoya.
"Lo mau nanya apa sama gue Hoya?" Tanya Lavon lembut.
"Lavon, apa maksud ucapan lo yang bilang kalau Sera adalah cewek lo? Apa lo hanya ingin membuat Athena cemburu?" Pertanyaan Hoya membuat Lavon tersenyum kecil.
Kemudian Lavon bangun dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Hoya. Lavon berdiri dihadapan Hoya sambil mengusap kepala Hoya lembut. Hoya hanya diam dengan wajah yang ingin sekali mendengar alasan Lavon sebenarnya.
"Hoya, lo tau betul gue hanya peduli sama lo dan mamah. Bagi gue dia dan Sera hanya pijakan gue untuk menjalankan rencana gue melindungi lo dan mamah." Ucap Lavon menunjuk Jojo.
"Lavon? Apa lo sudah gila? Lo bisa nyakitin perasaan Sera, apa lo nggak ada sedikitpun perasaan buat dia?" Hoya tidak percaya dengan ucapan Lavon yang tidak merasa bersalah.
"Gue menganggap mereka berdua seperti halnya Rishaf. Gue menerima mereka hanya karena lo Hoya. Anggap aja setelah apa yang gue bantu buat mereka, ini balasan kecil untuk gue."
"Tapi Lavon, apa lo nggak sadar kalau Sera beneran suka sama lo? Dia mungkin sekarang berharap sama lo." Mendengar ucapan Hoya, Lavon hanya tersenyum tipis.
"Hoya, hati gue sudah hancur karena sahabat lo. Hati, kepercayaan dan keyakinan yang gue berikan sama dia dihancurkan dengan mudah hanya karena keraguan hal konyol." Ucap Lavon.
Hoya dan Jojo yang mendengar pun tertegun, Jojo tau bagaimana perasaan kecewa itu karena Jojo juga pernah merasakannya. Hoya pun melihat iba pada saudaranya itu.
"Sepertinya dia memiliki hati yang lembut yang ditutupi dengan topeng iblisnya." Ucap Jojo dalam hati.
"Lo jangan khawatir, meski ini kebohongan gue akan ngejaga Sera dengan baik. Gue akan memberikan dia apapun, tapi gue tidak akan pernah memberikan hati gue yang rusak pada perempuan sebaiknya dirinya." Ucap Lavon.
Hoya yang merasa kasihan pun langsung memeluk Lavon hangat. Tanpa mereka bertiga tau, Sera mendengar ucapan Lavon dari balik pintu. Sera meneteskan air matanya dengan dada yang terasa sesak.
Kemudian Sera berjalan keluar dari kantor Lavon, saat Sera keluar tiba-tiba seseorang menghalanginya. Saat Sera mengangkat kepalanya dari menunduk untuk melihat orang itu, seketika mata Sera membulat.
"Halo Sera." Ucap Helena.
"Lo?! Kenapa lo ada disini?" Tanya Sera dengan kening yang mengerut.
"Apa yang salah? Ini kantor dari kakak gue. Apa lo lupa, kalau gue juga saudara dari cowok lo sekarang." Sindir Helena.
Sera pun hanya bisa diam dan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Helena tersenyum sinis dan berjalan mendekati Sera yang menatapnya. Helena menyentuh rambut panjang Sera yang tergerai.
"Gue nggak nyangka kalau Lavon ngabisin duit hanya karena lo." Ucap Helena.
"Apa maksud lo?" Tanya Sera yang tidak mengerti dengan ucapan Helena.
"Jangan sok polos deh, lo kira lo bisa dengan mudah jadi penyanyi? Lavon yang menggerakkan media buat naikin citra lo."
"Apa?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
Fiksi PenggemarLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
