Bugh! Bugh! Bugh!
Bara memukul Leonid yang sekarang dihadapannya diam tanpa melawan. Setelah dari markas ZERO, Aldi dan Bara membawa Leonid ke markas ANGEL untuk diberi teguran.
Leonid tersender di sofa sambil menyeka darah yang keluar dari hidungnya karena pukulan Bara padanya. Bara menghela nafas berat sambil memijat pelipisnya karena terlalu kesal dengan tindakan Leonid.
"Leo! Apa lo nggak bisa nunggu gue sama Aldi datang? Apa lo nggak percaya kalau kita berdua bisa bantu lo?" Tanya Bara dengan menggeram amarah pada Leonid.
"Maafkan gue Bar, tapi gue nggak nyesel dengan tindakan gue. Gue hanya membalas rasa sakit istri gue, gue rasa lo juga akan bertindak seperti gue jika posisi Hoya sekarang terjadi pada Baretha." Jawab Leonid tanpa ragu.
"Gue tau lo akan mengatakan itu Leo. Tapi bagaimana jika tindakan lo ini akan jadi boomerang lo sendiri? Apa lo mau ninggalin bini lo yang koma dan lo masuk penjara?!" Aldi melempar kain pada Leonid dengan kasar.
Leonid pun terdiam saat mendengar ucapan Aldi. Aldi dan Bara tau perasaan Leonid, karena jika mereka berdua di posisi yang sama maka mereka juga akan tanpa ragu membalasnya. Tapi Leonid sudah melakukan tindakan gegabah.
Aldi dan Bara sekarang memilih duduk dihadapan Leonid. Aldi sudah menghubungi Jojo agar tidak mengkhawatirkan Leonid, bahkan Bara juga sudah meminta Abimanyu untuk memberikan pertolongan pertama untuk Amir dan anggotanya di markas ZERO
"Karena ini gue harus menyibukkan Abimanyu untuk menolong para sampah itu, lo juga tau Leo sebentar lagi hari peringatan kematiannya Ishar." Ucap Bara.
"Maaf." Leonid hanya bisa mengatakan maaf pada kedua kakak yang sangat dihormatinya itu.
Bara yang melihat Leonid tertunduk diam sambil menggenggam kalung miliknya dengan erat membuat Bara teringat dirinya di masa lalu. Bara pun sadar bahwa apa yang dilakukan Leonid sekarang hanya ingin melindungi istri kesayangannya.
"Maafkan kita yang datang terlambat Leo. Lo sudah berusaha keras menahan amarah lo, jika lo sudah kehilangan akal maka lo akan menyerang Amir di titik vital." Leonid hanya diam dengan semakin mengeratkan genggamannya.
Leonid berusaha keras agar tidak membunuh Amir. Leonid sekali lagi harus menahan amarahnya untuk Hoya. Jika Leonid ingin maka Amir akan dibunuhnya detik itu juga.
"Aldi, kenapa kita semua selalu mendapatkan hukuman yang seperti ini? Kenapa harus perempuan yang kita cintai yang menjadi korban dosa kita?" Pertanyaan yang menusuk dari Leonid tidak bisa Aldi jawab.
"Leo, gue sudah berulangkali bilang sama lo dan semuanya. Apa yang kita lakukan dimasa lalu maka akan dibayar di masa depan." Ucap Bara dan Leonid hanya tersenyum miris.
"Gue bingung, kita bahkan tidak melakukan tindakan kriminal seperti geng yang lain. Kita bahkan melindungi perempuan dan orang tua, kita selalu menghargai perempuan layaknya ibu kita sendiri."
"Meski begitu, tidak ada namanya anak geng itu suci Leo. Kita memukul, berkelahi, merampas kebebasan geng lain itu juga sebuah dosa Leo. Kita memilih jalan berduri itu dengan kesadaran penuh."
"..."
"Karena itu nikmati hukuman itu tanpa melepaskan apa yang lo cintai. Tugas kita adalah memberikan cinta sepenuhnya pada mereka Leo. Salju, Baretha, Ishar dan bahkan Hoya mereka adalah perempuan yang bersedia menerima kekurangan kita Leo, mereka sangat berharga." Bara menepuk punggung Leonid agar bisa berpikir jernih.
"Karena itu jangan menyesali masa lalu Leo, sekarang lo punya seseorang yang menunggu lo tanpa memandang dosa masa lalu lo." Tambah Aldi yang tersenyum tipis pada Leonid.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
FanfictionLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
