Sekarang Lavon dan kedua sahabatnya baru saja sampai di markas utama, Lavon segera mengurung diri di dalam kamarnya. Sedangkan Ethan menatap pintu kamar Lavon dengan khawatir.
Ethan tau bahwa perasaan Lavon sekarang sangat hancur karena harus melepaskan Athena yaitu perempuan yang dia cintai. Sedangkan Rishaf dengan santai mengambil minuman soda di kulkas.
Tapi mata Rishaf terbuka lebar saat melihat Hoya yang masuk dengan dua pengawalnya yaitu Jerome dan Rey. Hoya berjalan mendekati Ethan dan menatap sejenak ke arah Rishaf.
"Hoya sayang, bagaimana? Apa menyenangkan di kantor KPK?" Tanya Rishaf sambil berjalan mendekati Hoya.
"Diamlah Rishaf." Ucap Hoya yang muak pada Rishaf.
"Baiklah, tapi aku sangat bosan sekarang. Bagaimana kamu perlihatkan wajahmu yang cantik penuh darah Hoya." Rishaf mengelus wajah Hoya dan Ethan sangat marah mendengar ucapan Rishaf.
"Mulut busuk lo lebih baik diam Rishaf." Ethan menepis tangan Rishaf dari wajah Hoya.
"Kenapa? Bukankah lo tau gue sangat bosan sekarang. Gue bisa ngelakuin apapun untuk menghilangkan kebosanan gue." Ucap Rishaf.
Sedangkan Hoya menatap datar pada Rishaf dan kemudian berjalan melewatinya. Hoya membuka pintu kamar Lavon dan kemudian menatap Rishaf dengan tatapan tajam.
"Bagaimana untuk menghilangkan kebosanan lo, tangkapkan gue seekor ular di DEVIL. Buat tangan lo penuh darah dan lakukan itu di depan semua orang." Ucap Hoya.
"Hoya! Itu sangat berlebihan? Apa kamu ingin membongkar identitas ASMODEUS?!" Ethan tidak setuju dengan permintaan Hoya.
"Aku tidak peduli, aku hanya memberikan pelajaran pada orang yang sudah berani menyentuh saudaraku."
"Oke! Gue akan melakukan permintaan lo Hoya." Ucap Rishaf senang.
"Hoya!"
"Jangan membantah ku kak Ethan, apa kakak meremehkankanku?" Ucap Hoya mengintimidasi.
Ethan pun hanya diam, Hoya selalu keras kepala seperti Lavon. Ethan merasa dua bersaudara itu hanya melakukan apapun untuk melindungi satu sama lain meski dengan cara kotor sekalipun.
Melihat Ethan diam, Hoya pun langsung masuk ke dalam kamar Lavon. Hoya berjalan mendekati Lavon yang sekarang duduk di pojok kamar dengan memegang foto Edith erat.
"Hoya..." Ucap Lavon lirih.
"Lavon... maafkan gue Lavon..." Hoya memeluk Lavon sambil mengusap kepalanya lembut.
"Semuanya sudah berakhir, gue nggak bisa ngelindungin lo. Bahkan gue harus melepaskan cewek yang gue suka. Kenapa ini semua terjadi Hoya?"
"Lavon..."
"Gue lelah Hoya, katakan kalau ini semua hanya mimpi. Gue Abang yang buruk Hoya!" Lavon menangis memeluk erat Hoya.
Perasaan Lavon sangat hancur, dia harus melepaskan perempuan yang dia cintai. Bahkan Lavon harus memukul Marcel tanpa ampun hanya untuk menutupi kebenaran.
Karena rencana Helena yang menjebak dirinya atas kasus penyuapan membuat Lavon terpojokkan. Hoya yang melihat Lavon sangat rapuh merasa sangat sedih dan takut.
"Lo abang yang baik Lavon, ini semua bukan salah lo. Apapun yang terjadi gue akan ada disamping lo." Hoya menyakinkan Lavon agar lebih tenang dan tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Papah harus membayar ini semua! Semua ini terjadi karena papah!" Ucap Lavon dengan kilatan amarah di matanya.
Di waktu bersamaan terlihat Leonid membantu Marcel dan Nicolas untuk duduk di sofa. Mereka baru saja sampai di markas DEVIL, Athena dan Luciana dengan cepat mengobati Nicolas dan Marcel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
FanficLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
