Sekarang Hoya dan Athena menatap Luciana dengan kagum, karena sekarang Luciana memakai gaun pernikahan yang sangat cantik. Hari ini adalah hari pernikahan Luciana dan Nicolas.
"Luciana lo cantik banget hari ini." Ucap Hoya sambil menggenggam tangan Luciana.
"Terima kasih Hoya." Balas Luciana tulus.
"Hari ini lo seperti putri yang keluar dari webtoon." Ucap Athena.
"Lo berlebihan At. Gue senang lo berdua datang ke pernikahan gue, dan gue juga minta maaf karena nggak bisa datang ke acara pameran lo Hoya." Luciana merasa bersalah karena tidak bisa datang ke acara pameran Hoya.
Hoya pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Berbeda dengan Athena yang tertunduk dengan mengepal kedua tangannya. Kemudian Hoya membantu Luciana untuk berdiri untuk bersiap menuju gereja.
Luciana pun berjalan di depan dengan Hoya dan Athena yang berada di belakangnya. Kemudian mereka bertiga berjalan menuju pintu gereja dimana Leonid dan Marcel sudah menunggu di depan pintu menunggu mereka.
"Selamat untuk lo Luci." Ucap Leonid datar.
"Gue senang lo bisa bersama Nicol, selamat untuk lo Luciana." Ucap Marcel dengan menepuk pelan kepala Luciana.
Luciana pun tersenyum bahagia karena semua sahabat-sahabatnya ada bersamanya. Hoya juga merasakan kebahagiaan itu, Hoya senang bisa melihat kebahagiaan sahabat baiknya itu.
Kemudian Leonid dan Marcel pun membuka pintu gereja itu. Terlihat di dalam gereja Nicolas berdiri dengan gagah menatap Luciana. Luciana pun berjalan dengan digandeng oleh ayahnya.
Hoya tersenyum miris karena merasa sedikit iri dengan hubungan baik antara Luciana dan ayahnya. Hingga Hoya pun tersadar saat melihat Athena yang sedari tadi murung dengan menundukkan kepalanya.
"Athena, lo kenapa? Apa lo sakit?" Tanya Hoya khawatir.
"Hoya, apa lo marah gue nggak bisa datang ke acara pameran lo?" Tanya Athena hati-hati.
"Apa maksud lo At, kenapa gue harus marah hanya masalah sepele? Lo pasti sibuk di rumah sakitkan, gue nggak masalah dengan itu At." Ujar Hoya sambil tersenyum.
"Hoya sebenarnya gue hari itu merawat Kayrie." Ucapan Athena seketika mengejutkan Hoya dan Marcel.
Sedangkan Leonid hanya diam dengan wajah datar tanpa ekspresi. Leonid sudah mengetahui hal itu karena ulah Leonid yang memukul Kayrie tanpa ampun dan membuat Kayrie overdosis obat milik Hoya.
"Merawat Kayrie? Apa yang terjadi sama Kayrie?" Tanya Hoya.
"Gue juga nggak tau pasti Hoya, tapi saat Kayrie dibawa ke rumah sakit keadaan Kayrie sudah sangat mengenaskan. Bahkan Kayrie juga mengalami overdosis." Jelas Athena menghela nafas berat.
"Apa?!" Hoya dan Marcel sangat terkejut.
"Mungkin itu balasan apa yang sudah dia lakukan, apa yang dia tabur maka itu yang dia tuai. Bukankah itu terlalu lemah untuk dikatakan sebuah karma." Ucap Leonid santai.
Hoya pun terdiam dengan mata yang membulat, seketika Hoya bisa merasakan hawa membunuh dalam sorot mata Leonid. Hoya yang sadar pun langsung menarik tangan Leonid dan beranjak menjauh meninggalkan kawasan gereja.
Athena dan Marcel memanggil Hoya dan Leonid pun diabaikan mereka begitu saja. Hoya yang menggenggam erat tangan Leonid, sedangkan Leonid hanya diam dan menatap tangan Hoya yang terasa hangat untuknya.
Kemudian Hoya sampai di belakang bangunan yang cukup jauh dari gereja. Hoya menyudutkan tubuh Leonid ke dinding dan menatapnya penuh kekhawatiran.
"Leonid! Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?!" Tanya Hoya gelisah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
Fiksi PenggemarLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
