"Sayang, maafkan mamah yang baru bisa datang." Edith memeluk Hoya dengan erat.
"Tidak apa-apa mamah, aku baik-baik saja. Maaf sudah membuat mamah khawatir." Ucap Hoya pelan.
"Kenapa kamu yang minta maaf sayang. Kamu harus di rawat dengan baik disini sampai sembuh."
"Tapi mamah, acara pameran aku tinggal beberapa hari lagi."
"Jangan khawatirkan itu, Lavon dan tante Emma akan mengurusnya untuk kamu. Kamu harus fokus sama kesembuhan kamu dulu. Apa kamu bisa menuruti ucapan mamah?" Mendengar ucapan Edith, Hoya pun menghela nafas sembari menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, tapi mamah harus nemanin Hoya disini ya." Ucap Hoya.
"Iya sayang." Edith mengusap kepala Hoya penuh kasih sayang.
Kemudian pintu ruangan Hoya terbuka memperlihatkan sosok Lavon datang bersama Sebastian. Hoya mengerutkan keningnya karena bingung adanya keberadaan Sebastian di ruangannya.
"Hoya, om Sebastian ingin menjenguk lo." Ujar Lavon yang berjalan mendekati Hoya.
"Pagi Hoya, bagaimana keadaan kamu nak?" Tanya Sebastian pada Hoya lembut.
"Pagi om, aku baik-baik saja. Bagaimana kabar om?" Tanya Hoya ramah karena mendengar ucapan Sebastian yang begitu tulus padanya.
"Om juga baik, om ada sesuatu untuk kamu. Semoga kamu suka nak." Sebastian memberikan sebuah goodie bag kecil.
Kemudian Hoya mengambil goodie bag itu dan melihat isi dalamnya. Hingga senyuman manis muncul di bibir Hoya dan hal itu membuat Sebastian merasa bahagia.
"Ini sangat lucu dan cantik. Terima kasih om Sebastian, ini hadiah yang sangat aku sukai." Ucap Hoya memeluk sebuah boneka beruang.
"Terima kasih sudah menyukainya." Sebastian merasa sangat bahagia karena bisa melihat putrinya tersenyum.
Bahkan Edith merasa senang bercampur sedih saat melihat interaksi Sebastian dan Hoya yang manis meski hanya dengan sebuah hadiah kecil. Tapi Edith merasa bersalah pada Hoya karena masih menyembunyikan kebenaran tentang Sebastian.
Kemudian pintu ruang terbuka memperlihatkan sosok Harry yang langsung memberikan isyarat pada Lavon. Kemudian Lavon berjalan mendekati Sebastian.
"Hoya, gue sama om Sebastian harus kembali ke kantor. Ada yang harus gue selesaikan, lo juga tau apa yang terjadi di perusahaankan." Ucap Lavon.
"Baiklah, hati-hati. Jangan melakukan hal yang gegabah Lavon, itu bisa membuat celah untuk papah." Peringat Hoya pada Lavon.
"Iya, sekarang lo harus istirahat dulu, mamah akan nemanin lo. Jerome sama Rey sebentar lagi akan datang juga."
"Baiklah..." Jawab Hoya sambil melambaikan tangannya pada Lavon.
Lavon hanya tersenyum tipis dan kemudian berjalan keluar dengan di ikuti oleh Sebastian. Sebastian seakan enggan meninggalkan Hoya, tapi Sebastian tau bahwa ada sosok pengganggu di balik ruangan Hoya tersebut.
Kemudian Lavon dan Sebastian keluar dari ruangan Hoya. Sebastian menutup pintu ruangan itu dengan rapat. Sesaat kemudian Sebastian melihat sosok Darrel yang berdiri menatapnya tajam.
"Untuk apa kamu kesini Sebastian?" Tanya Darrel tajam.
"Untuk apa kamu menanyakan yang kamu sendiri tau jawabannya. Aku ke sini untuk melihat putriku." Ucap Sebastian.
"Dia masih putriku dan akan selamanya menjadi putriku. Aku tidak akan pernah membiarkan istri dan anak-anak ku bersamamu Sebastian."
"Jika apa yang terjadi pada Hoya sekarang adalah perbuatan putrimu, jangan harap bisa memiliki mereka bahkan dalam mimpi sekalipun."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
Fiksi PenggemarLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
