Flashback Hoya (2)

112 33 1
                                        

Seperti biasanya Hoya bekerja paruh waktu di sebuah apotek, sekarang menunjukkan pukul 21:10 dan pekerjaan Hoya pun selesai. Hoya keluar dari apotek dan menunggu Harry untuk menjemputnya.

"Hoya." Suara yang memanggil namanya membuat Hoya terdiam dengan membeku.

Hoya pun berbalik dan seketika matanya membulat saat melihat Leonid berdiri tidak jauh darinya. Leonid mengenakan jaket hoodie berwarna hitam perlahan berjalan mendekati Hoya.

"Leo...kenapa lo ada disini?" Tanya Hoya yang sekarang sedang gugup.

"Gue disini karena cewek yang gue suka sudah tiga hari tidak hadir ke sekolah." Ucap Leonid sembari menatap Hoya lurus.

"Gue ada urusan keluarga makanya itu gue-"

"Apa urusan keluarga lo harus membuat lo terluka seperti ini?" Ucap Leonid dengan mengusap lembut luka di sudut bibir Hoya.

"A-apa maksud lo Leo? Ini cuman-" Hoya gugup dan tidak bisa mengatakan apapun.

"Gue sudah tau semuanya Hoya."

"Apa?"

"Gue tau semuanya, gue tau siapa lo sebenarnya Hoya dan apa alasan lo sebenarnya sampai sekarang mengabaikan perasaan gue." Seketika tangan Hoya gemetar dan sontak kaki Hoya melangkah menjaga jarak dengan Leonid.

Leonid melihat hal itu menghela nafas panjang. Kemudian Leonid berjalan mendekati Hoya dan menarik tangan Hoya pelan. Leonid mencium tangan Hoya dan kemudian Leonid menarik tubuh Hoya kedalam pelukannya.

"Gue nggak peduli lo berasal dari keluarga apa Hoya. Bagi gue lo hanya Hoya yang gue suka." Leonid memeluk Hoya sambil mengusap rambut panjang Hoya.

"Leo, ini tidak sederhana itu. Keluarga gue bukan keluarga yang baik-baik." Ucap Hoya mengeratkan pelukannya.

Leonid hanya diam dan menggelengkan kepalanya tanpa menghentikan tangannya mengusap rambut panjang Hoya. Leonid tau apa yang dimaksudkan kata Hoya padanya.

Selama tiga hari ini Leonid mencari tau tentang keluarga Hoya yaitu keluarga Hutagalung dan Rebecca. Tapi yang membuat Leonid terkejut adalah Darrel Tio Hutagalung yaitu ayah dari Hoya pernah beberapa kali berurusan dengan kakak laki-lakinya.

Darrel selalu saja lepas dari kasus di tangani oleh Erzan. Hal itu sudah Leonid duga bahwa keluarga Hoya adalah keluarga yang memiliki kekuasaan melebihi dari apa yang dia duga.

"Hoya. Jangan khawatirkan apapun karena gue bisa melewati semuanya." Ujar Leonid.

Hoya pun terdiam dan perlahan melepaskan pelukannya pada Leonid. Hoya menatap Leonid dengan tangan Leonid yang menggenggam tangannya.

"Leonid, keluarga gue akan membuat masalah sama keluarga lo kalau kita tetap memilih bersama." Ucap Hoya.

"Jangan khawatir Hoya. Karena gue selalu percaya bahwa kejujuran keluarga gue nggak akan mudah dihancurkan oleh apapun." Ujar Leonid dengan mengusap wajah Hoya penuh kasih sayang.

Hingga suara tepuk tangan terdengar di malam yang sunyi di antara Hoya dan Leonid. Mereka berdua pun berbalik untuk melihat asal suara tepuk tangan itu.

"Papah?!" Ucap Hoya yang terkejut saat melihat Darrel berdiri tidak jauh dari mereka dengan dua pengawal disampingnya.

Hoya merasakan ketakutan dan Leonid yang melihat hal itu pun merasa sangat marah. Saat Darrel berjalan mendekati mereka, Leonid menarik tubuh Hoya kebelakang tubuhnya.

"Bukankah ini putra dari komandan Liam, selamat malam Leonid. Bukankah yang ada dibelakang kamu sekarang adalah putriku, kenapa kamu menyembunyikannya dariku." Ucap Darrel dingin.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang