Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Hoya. Setelah acara pernikahan Luciana dan Nicolas, Hoya juga harus membiarkan Leonid untuk pulang ke Surabaya bersama keluarganya.
Sekarang Hoya pun menikmati waktunya sendirian. Hoya duduk di kursi menghadap jendela dengan menikmati kopinya sambil menatap awan malam yang gelap tanpa ada bintang-bintang menghiasinya.
"Bahkan awan pun ditinggal pergi oleh bintang." Gumam Hoya.
Hoya yang merasa bosan pun membuka handphonenya untuk menghilangkan kebosanannya. Tapi seketika mata Hoya membulat saat melihat berita tentang Geo yang melakukan tuduhan pelecehan.
Tangan Hoya gemetar dan langsung mencoba menghubungi Geo untuk memastikannya. Hoya bangun dari tempat duduknya dan langsung mengambil hoodie hitam yang berukuran besar hingga menutupi baju tidur terusan yang tipis itu..
Hoya mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar dari apartemennya. Hoya juga berusaha menelpon Lavon dan Ethan tapi mereka berdua juga tidak menjawab telpon Hoya hingga membuat Hoya semakin khawatir.
Saat Hoya sampai di parkiran, langkah Hoya terhenti saat melihat Rey berdiri menatapnya. Hoya segera menghampiri Rey dengan wajah yang khawatir langsung menyergap pundak Rey sambil mencengkramnya kuat.
"Katakan padaku Rey, apa yang terjadi pada kak Geo?!" Tanya Hoya.
"Kakak, kakak harus ikut aku ke markas ASMODEUS sekarang." Ucap Rey tanpa menjawab pertanyaan Hoya.
"Rey! Apa kamu tidak mematuhi ku. Apa kamu lupa siapa aku? Kamu berani untuk menentang ku Rey." Ujar Hoya yang sekarang menahan amarahnya dengan mata yang memerah dan itu membuat Rey sedikit takut.
"Maafkan aku kak, aku hanya menerima perintah kak Lavon. Jika kakak tidak menurut ucapanku maka aku dalam masalah besar." Ucapan Rey membuat Hoya mengepalkan kedua tangannya.
Hoya tau bahwa Lavon sudah mengancam Rey untuk menjaganya agar tidak ikut campur. Lavon tidak pernah main-main dalam mengancam, meski Rey ataupun itu Jerome yang menjadi bayangan Hoya maka Lavon tidak ragu menghilangkan nyawa mereka.
"Baiklah Rey, aku akan menuruti ucapanmu kali ini." Hoya pun menutup mata sambil mengusap wajahnya dengan perasaan putus asa.
"Terima kasih kak." Rey pun menghela nafas karena Hoya tidak melawan perintah Lavon.
Di saat Hoya diliputi perasaan gelisah, di tempat lain terlihat Lavon dan Ethan sekarang duduk dihadapan Geo. Lavon dan Ethan yang berhasil bertemu dengan Geo di kantor polisi sekarang sedang berbicara untuk membahas masalah itu.
"Kali ini gue lengah dan malah membuat celah untuk perempuan iblis itu." Ucap Geo dengan sorot mata yang menggelap karena amarah.
"Gue minta maaf untuk ini Geo. Gue akan pastikan lo akan keluar dari sini. Bokap nyokap lo sudah gue beri tau untuk tetap tenang, sekarang Rishaf membawa mereka ke rumah singgah Rebecca yang ada di Riau." Ucap Lavon.
"Gue nggak masalah karena ini, karena gue yakin bisa bebas bagaimana pun caranya. Tapi yang menjadi masalah adalah lo Lavon."
"Apa maksud lo Geo?"
"Lavon, apa menurut lo Helena hanya membuat skandal ini saja?" Lavon mengerutkan keningnya saat melihat wajah serius Geo.
"Lavon, ini mungkin awal rencana Helena. Gue khawatir akan ada kejutan masalah yang akan menimpa lo sama Hoya." Ucap Geo.
"Bukankah ini aneh, Geo di fitnah atas tuduhan pelecehan. Dan gue juga baru mengetahui bahwa Kayrie sedang di rawat dalam keadaan yang sangat buruk. Ini sangat aneh karena terjadi dalam waktu berdekatan." Ujar Ethan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
FanfictionLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
