Hari ini adalah hari persidangan terakhir, Hoya menunggu kepulangan Lavon dan Leonid di rumah Hutagalung bersama Jojo. Jojo diperintahkan oleh Lavon untuk menjaga Hoya, karena Jerome sedang tidak bersama Hoya.
"Jojo, bagaimana keadaan Athena? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Hoya pada Jojo yang beberapa hari melihat keadaan Athena di rumah sakit.
"Dia mulai membaik, dia hanya masih merasa takut karena trauma dengan apa yang dilakukan oleh Kayrie padanya." Ucap Jojo dengan wajah iba.
"Gue nggak bisa jenguk dia, gue harap Athena nggak marah sama gue."
"Mana mungkin dia marah sama lo Hoya."
"Jojo apa lo masih mencintai Athena?" Pertanyaan Hoya membuat Jojo terdiam dan kemudian menatap Hoya dengan senyuman tipis.
"Gue sudah cukup hanya sebatas teman. Karena gue bukan pemilik hati dia, gue akan merasa bahagia jika dia sudah mendapatkan pasangan yang pantas untuknya, gue rasa sebentar lagi Athena akan merasakan perasaan dikejar." Ucap Jojo.
Hoya pun tersenyum, kemudian Hoya diam dengan menatap cincin yang diberikan oleh Leonid padanya. Hoya seketika ingin bertemu dengan Leonid, wajah Leonid yang menatapnya lembut selalu membuat Hoya berdebar.
"Jojo, gue mau tanya sesuatu sama lo." Ucap Hoya dan Jojo pun menatap Hoya serius.
"Apa? Apa ini tentang Rena?!" Tanya Jojo khawatir.
"Bukan. Tapi ini tentang Leonid." Jojo seketika mengerutkan keningnya mendengar ucapan Hoya. Bersamaan dengan sosok Leonid dan Lavon yang datang tapi mereka menghentikan langkah mereka saat mendengar nama Leonid disebut.
"Leonid? Apa Leonid marahin lo?"
"Kalau dia marahin gue, mungkin gue nggak sepusing ini."
"Kenapa?"
"Dia memperlakukan gue sangat lembut, dia juga natap gue penuh kasih sayang sampai gue nggak bisa natap balik matanya. Karena dia, dada gue hampir meledak." Ucap Hoya polos.
Leonid tersenyum mendengar ucapan Hoya, sedangkan Lavon hanya diam menahan tawa mendengar ucapan polos adik kesayangannya itu. Jojo pun sontak menggelak tawa.
"Bukankah itu bagus! Berarti dia emang cinta mati sama lo Hoya." Ucap Jojo tertawa.
"Gue suka sampai gue hampir gila. Dia bahkan nyentuh gue dengan lembut, bahkan dia minta maaf karena takut kalau sentuhan dia membuat gue nggak nyaman. Di-dia terlihat sangat alami memperlakukan gue sebagai pacarnya."
"Terus?"
"Lo sama Marcel teman masa kecil Leo, apa Leo beneran nggak pernah pacaran selain sama gue? Gue merasa dia sangat tau cara berpacaran." Ucap Hoya frustasi.
Jojo langsung tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Hoya yang meragukan Leonid. Hingga mata Jojo melihat sosok Leonid dan Lavon yang perlahan berjalan mendekati mereka duduk.
Jojo pun tersenyum jahil menatap Hoya. Kemudian Jojo memiliki ide untuk menggoda Hoya yang polos. Sekarang Leonid berdiri dibelakang Hoya tanpa Hoya sadari.
"Kalaupun Leonid punya mantan lo mau apa?" Tanya Jojo sengaja memancing Hoya dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Leonid.
"Mau gue jambak! Gue nggak mau dia ngelakuin hal itu ke cewek lain." Wajah Hoya yang cemberut membuat Leonid tidak tahan untuk tidak mencubitnya.
Leonid mencubit pipi Hoya gemas hingga membuat Hoya mendongakkan kepalanya ke atas hingga mata Hoya melebar saat melihat Leonid di depan matanya.
"Jangan percaya ucapannya. Cuma kamu satu-satunya, aku bahkan nggak pernah bawa cewek ke rumah selain kamu." Ucap Leonid.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
FanfictionLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
