Angin Segar

63 25 0
                                        

Pagi yang cerah membuat Hoya tersenyum sambil menghirup udara segar dari jendela apartemennya. Kemudian Hoya berjalan menuju dapur untuk membuat mie.

Saat Hoya hendak berjalan, tiba-tiba handphone Hoya bergetar menandakan pesan baru yang masuk. Hoya segera melihat handphonenya dan membaca pesan yang dari Ethan untuknya.

Kak Ethan
Kakak ada dibawah. Kakak bawa oleh-oleh dari Kalimantan buat kamu.

Setelah membaca pesan itu, Hoya pun segera keluar untuk menemui Ethan. Hoya mengambil jaket pink miliknya dan keluar dari apartemennya.

Hoya masuk ke dalam lift dan menunggu diam sampai pintu pintu lift terbuka. Saat pintu lift terbuka, Hoya segera berlari kecil menuju pintu keluar dan seketika wajah Hoya senang saat melihat Ethan melambaikan tangan padanya.

"Kakak!" Hoya memeluk Ethan dan Ethan pun membalasnya sambil tertawa kecil.

"Ini pertemuan pertama kita setelah beberapa tahun berlalu kakak." Ucap Hoya sambil melepaskan pelukannya.

"Setelah mendengar kamu pulang, kakak berusaha cepat pulang dari Kalimantan. Bagaimana keadaan kamu Hoya?" Tanya Ethan lembut.

"Aku baik-baik saja, Aku juga sudah merasa sangat baikan." Jawab Hoya.

"Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya. Aku harap kamu selalu dalam keadaan baik-baik saja." Ucap Ethan dan tangannya hendak menyentuh wajah Hoya.

Tapi tiba-tiba Hoya di tarik ke belakang dengan satu tangan yang memeluknya. Hoya terkejut dan segera melihat kebelakang untuk melihat orang yang memeluknya.

"Leo?!" Hoya terkejut ketika melihat wajah Leonid.

"Sepertinya hubungan kalian cukup dekat ya, hampir saja gue salah paham." Ucap Leonid sambil mengusap kepala Hoya lembut.

"Leonid? Apa maksud lo? Kak Ethan seperti saudara gue sendiri."

"Gue tau Hoya, tapi sepertinya ini perasaan cemburu gue saja. Maafkan gue." Ujar Leonid sambil tersenyum tajam pada Ethan.

Ethan yang sadar pun hanya diam, karena Ethan tau bahwa Leonid tau perasaan dirinya pada Hoya. Karena ucapan sarkas Leonid mengatakan kecemburuan Leonid dengan jelas.

"Baiklah Hoya, aku harus pergi ke kantor sekarang karena kalau aku terlambat mungkin aku akan dalam masalah." Ucap Ethan.

"Tapi kakak-"

"Ini buat kamu Hoya. Kalau begitu kakak pergi dulu." Ethan memberikan oleh-oleh yang dibawanya pada Hoya.

Kemudian Ethan pun pergi dan Hoya pun menatap Ethan dengan perasaan tidak enak. Setelah kepergian Ethan, Hoya berbalik dan menatap tajam pada Leonid sambil menyilang kedua tangannya di depan dada.

"Leo, kenapa lo bersikap kaya gitu sama kak Ethan?" Tanya Hoya.

"Entahlah, mungkin karena gue cemburu." Ucap Leonid santai.

"Leo! Lo berlebihan, bagi gue Kak Ethan sama kaya Lavon. Dia kakak yang menjaga gue dengan baik." Hoya menepuk jidatnya dengan menghela nafas panjang.

"Gue percaya ucapan lo, tapi gue nggak percaya sama cowok itu. Lo nggak mungkin nggak sadar kalau dia juga suka sama lo Hoya." Ucapan Leonid membuat Hoya terdiam membeku.

Hoya pun seketika menatap Leonid yang menatapnya teduh. Leonid tersenyum manis sambil menarik topi jaket Hoya untuk menutupi kepala Hoya.

"Gue selalu khawatir kalau ada cowok dekat sama lo. Gue takut cowok itu akan ngambil lo dari gue. Bahkan sekarang musuh gue juga berada di samping lo. Bagaimana bisa gue nggak khawatir?" Kata Leonid dan itu membuat dada Hoya berdebar kencang.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang