"Sera apa kamu butuh sesuatu lagi?" Tanya Hoya pada Sera yang sekarang memegang goodie bag yang banyak ditangannya.
"Kakak, ini sudah sangat banyak kita belanja. Uang kakak nanti bisa habis." Ucap Sera tapi Hoya hanya tersenyum.
"Jangan pedulikan itu. Jika uang ku habis, kita tinggal pakai kartu ATM milik Lavon. Aku sangat bosan karena tidak menemukan inspirasi untuk membuat karya seni jadi aku menghabiskan waktu berbelanja denganmu Sera."
"Tapi kakak ini sangat banyak."
"Ini masih sedikit, ayo pergi kesana. Aku mau beli mainan, kamu juga harus beli."
"Tapi-"
"Ayo!" Hoya menarik tangan Sera menuju toko aksesoris perempuan.
Sera pun menghela nafas berat, tapi detik kemudian Sera pun tersenyum manis sambil menggenggam tangan Hoya. Hoya berjalan dengan santai meski perasaan sedang gelisah.
Ini sudah satu minggu berlalu semenjak insiden Hoya yang mendapatkan surat ancaman itu. Karena itu juga Hoya menghindari pertemuan dengan Leonid, karena Hoya tidak ingin Leonid mengkhawatirkan dirinya.
Satu minggu ini Lavon disibukkan dengan kegiatan untuk mencoba bekerjasama dengan Cayapata, sedangkan Leonid sibuk dengan cafe dan rapat saham di perusahaan miliknya.
"Gue nggak bisa ganggu mereka dengan masalah ancaman itu." Ucap batin Hoya.
Kemudian mereka pun hendak masuk ke dalam toko tersebut hingga tiba-tiba seseorang menabrak tubuh Hoya hingga membuat Hoya terjatuh. Sera pun terkejut dan segera menolong Hoya dan menatap orang yang menabrak Hoya berlari menjauh.
"Astaga kakak! Tangan kakak berdarah!" Mata Sera membulat dengan wajah yang takut saat melihat lengan Hoya terluka karena sayatan dan bajunya pun sobek karena itu.
"Pelankan suaramu Sera. Jangan mengundang perhatian, jangan lupa kamu adalah publik figur. Sekarang ambil jaket yang baru saja aku beli tadi dan pakaikan padaku." Ucap Hoya pada Sera.
Sera dengan tangan yang gemetar karena takut melihat darah yang mulai mengalir di tangan Hoya. Hoya pun mengusap kepala Sera lembut untuk menenangkannya agar tidak takut.
"Aku selalu saja melihat kalian terluka, aku sangat takut saat Lavon dan kakak terluka." Ucap Sera pelan.
"Aku baik-baik saja, tenanglah Sera." Ucap Hoya penuh perhatian.
"..."
"Sekarang pergilah pada Lavon, katakan padanya temui aku di markas ASMODEUS."
"Tapi kakak, kakak harus-"
"Aku akan pergi bersama Jerome, jadi jangan khawatir. Pergilah sekarang." Ucap Hoya tegas.
Sera yang mendengar pun hanya menganggukkan kepalanya. Sera berjalan meninggalkan Hoya, sedangkan Hoya berjalan menuju parkiran untuk menemui Jerome.
Saat melihat mobil milik Jerome, Hoya langsung masuk ke dalam mobil itu. Saat Hoya masuk ke dalam mobil, Hoya pun segera melepaskan jaketnya dan Jerome dengan cepat mengobati tangan Hoya.
"Terima kasih sudah menangkapnya Rey." Ucap Hoya pada Rey yang ada di kursi belakang yang sedang menahan Hidar yang berontak.
"Apa langsung saja aku lenyapkan? Dia sudah membuat kakak terluka." Ucap Rey penuh amarah dengan menekan leher Hidar.
"Bawa dia ke markas ASMODEUS. Aku akan mengingatkannya kembali bagaimana ASMODEUS itu." Ujar Hoya.
"Lo cewek murahan bangsat! Lo akan melihat kehancuran lo sendiri!" Hidar mengatakan itu tanpa rasa takut meski Jerome dan Rey menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
Fiksi PenggemarLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
