Persiapan Nikah

25 12 0
                                        

"Leonid!" Teriak Hoya saat masuk ke dalam ruangan kerja Leonid.

Leonid yang sedang berbaring di sofa pun terkejut melihat Hoya berteriak menyebut namanya. Sedangkan Jojo di belakang Hoya hanya tertawa kecil sambil tersenyum puas.

"Ada apa sayang?" Tanya Leonid melembut dengan merubah posisinya untuk duduk.

Hoya berjalan mendekati Leonid dan Leonid melihat Hoya dengan perasaan penasaran karena melihat wajah kesal Hoya yang tergambar dengan jelas. 

Hoya berdiri di depan Leonid dengan wajah kesal, sedangkan Leonid dengan lembut mengambil kedua tangan Hoya untuk di genggamnya. Leonid menatap curiga pada Jojo yang berada tidak jauh dari mereka dengan senyuman jahilnya itu.

"Ada apa Hoya? Kenapa kamu terlihat kesal padaku?" Tanya Leonid dengan hati-hati.

"Leonid! Kenapa kamu beli villa di Bali? Kata Jojo kamu beli buat acara pernikahan disana!" Ucap Hoya dan seketika mata tajam Leonid menghunus pada Jojo yang sedang menahan tawa.

Leonid kesal karena Jojo memberitahu Hoya lebih dulu tentang itu. Tapi Leonid pun menghela nafas panjang sembari menatap Hoya yang masih menatapnya kesal dan marah.

"Pergilah Jojo! Lo sudah membuat kekacauan." Ucap Leonid.

"Jangan salahin Jojo!" Ucap Hoya dan Leonid semakin kesal. Leonid memutar kedua bola matanya dengan malas. Sedangkan Jojo tersenyum puas dan beranjak pergi dari ruangan Leonid.

"Hahah, sekali-kali harus dikasih paham tuh bocah. Tuh orang kalau urusan Hoya udah buta, bisa mendadak miskin tuh bocah kalau nggak dikasih tau." Ucap batin Jojo.

Jojo segera keluar dan membiarkan Hoya memarahi Leonid dengan baik. Jojo sangat mempercayai Hoya agar bisa menyadari Leonid yang sudah dibatas gila dari yang lain.

Setelah pintu ruangan tertutup, Leonid menarik pelan Hoya untuk duduk disampingnya. Leonid dengan lembut menakup wajah Hoya yang masih kesal padanya.

"Kenapa kamu marah aku beli villa? Itu hanya villa sayang." Hoya membulatkan matanya saat mendengar Leonid mengatakan hanya untuk villa.

"Leo! Kamu pemborosan, kamu membeli villa mahal hanya untuk acara pernikahan. Untuk apa kamu menghabiskan uang jerih payah kamu dari dulu hanya membeli itu." Hoya sangat marah mengetahui Leonid membeli villa di Bali.

Jika saja Jojo tidak memberitahunya maka Hoya akan gila karena shock dengan tindakan Leonid itu. Hoya sangat tau apa yang dimiliki Leonid tidak mudah Leonid dapatkan.

Selama Hoya berada di Paris menjalani pengobatan, Hoya selalu meminta Jerome untuk mengawasi Leonid. Karena itu Hoya tau bagaimana Leonid bekerja keras untuk sampai di titik puncak.

Mengembangkan saham dan mendirikan perusahaan properti dari nol itu tidak mudah. Bahkan Leonid juga memiliki Cafe yang Leonid sendiri yang menjadi chef pastry-nya. Hoya tidak ingin Leonid melakukan pemborosan hanya karenanya.

"Hoya, apa aku salah memberikan sesuatu yang spesial untuk perempuan yang aku cintai?" Seketika mata Hoya menatap Leonid yang sedang memandangnya lurus.

"..."

"Hoya, aku sudah mengatakannya saat melamarmu. Jika dibandingkan apa yang aku miliki sekarang tidak sebanding dengan yang kamu miliki. Tapi aku tidak akan membuat kamu merasa kekurangan."

"Tapi Leo-"

"Menikah denganmu adalah impian terbesarku Hoya. Aku ingin membuatmu seperti seorang ratu yang sangat indah saat pernikahan nanti. Aku membeli villa itu bukan hanya untuk pernikahan, aku ingin tinggal bersamamu disana."

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang