Suasana Suram

141 39 9
                                        

Marcel menarik tangan Helena menuju koridor yang sudah lama tidak dilewati. Kemudian Marcel melepaskan tangan Helena dan menatap wajah cantik Helena dengan lurus.

"Apa ini alasan kamu berada di Jakarta?" Tanya Marcel.

"Alasan aku di Jakarta, karena supaya aku bisa selalu dekat sama kamu." Ucap Helena sambil memeluk lengan Marcel manja.

"Helena, jawab aku dengan jujur."

"Kenapa kamu jadi marah Marcel? Apa ini karena Hoya?"

"Kamu tidak pernah bilang bahwa kamu mempunyai saudara, bahkan aku terkejut bahwa Hoya adalah saudara tiri kamu. Aku sangat tidak mempercayai semua ini."

"Jangan khawatir Marcel, Hoya hanya anak yang tidak diinginkan. Bahkan aku nggak pernah anggap dia saudara. Dia anak pem-"

"Cukup!" Ucap Marcel keras hingga membuat Helena terkejut.

Marcel tidak menduga bahwa Helena akan mengatakan hal buruk tentang Hoya. Marcel dan Helena sudah berpacaran selama empat bulan, tapi baru hari ini Marcel melihat sikap tidak sopan Helena.

Marcel mengepal kedua tangannya, hingga detik kemudian Marcel mengusap wajahnya dengan perasaan lelah. Helena pun menatap Marcel dengan hati-hati.

"Helena, aku sudah cukup terkejut dengan hari ini. Aku sama yang lain sudah temanan sama Hoya hampir tiga tahun, karena itu aku tidak suka jika Hoya dikatakan hal buruk." Ucapan Marcel membuat mata Helena melebar.

Marcel berjalan mendekati Helena dan memeluknya. Perasaan marah Helena saat mendengar Marcel membela Hoya pun seketika menghilang. Setelah itu Marcel mencium kening Helena dengan lembut dan penuh kasih sayang.

"Aku sangat menyukai sifat lembut kamu Helena, karena itu aku harap kamu selalu seperti itu. Aku tidak ingin ikut campur lebih dalam tentang keluarga kamu." Ucap Marcel.

"Baiklah, maafkan aku Marcel." Ucap Helena dan langsung memeluk Marcel.

Helena memeluk Marcel dengan erat, tapi tanpa Marcel sadari wajah Helena menahan amarah. Karena Helena masih tidak terima Marcel membela Hoya dihadapannya.

"Hoya, lo selalu saja merebut orang disekitar gue. Lo akan mendapatkan balasan dari gue!" Ucap Helena dalam hati.

Di waktu bersamaan Hoya baru saja selesai mengantar Lavon dan Ethan keluar dari sekolah. Hoya tidak ingin membuat Lavon dalam masalah karena dirinya.

Terlebih lagi waktu rapat saham tinggal satu minggu, dan itu adalah waktu yang sangat berbahaya jika Lavon terlibat dalam masalah. Hoya pun menghela nafas lelah dan melangkahkan kakinya menuju kelas.

Tapi langkah kaki Hoya terhenti saat melihat Leonid yang berdiri di depannya. Wajah Leonid yang datar dan sorot mata yang kosong tanpa sedikitpun emosi yang tergambar membuat Hoya sedikit terganggu.

"Nona muda Hoya Putri Rebecca apakah kita bisa berbicara berdua? Apakah saya harus meminta izin dulu pada pengawal anda?" Ucap Leonid dan membuat Hoya tidak senang.

Hoya mengikuti arah pandang Leonid yang mengarah pada gerbang sekolah. Hoya pun terkejut saat melihat Harry dan dua pengawal lainnya yang berdiri di depan gerbang.

"Ini pasti karena Lavon." Gumam Hoya.

Hoya pun berbalik dan menghadap ke arah Leonid, Hoya pun berjalan mendekati Leonid dengan pelan. Tangan Hoya terlihat gemetar, dan hal itu tidak luput dari pandangan Leonid.

"Mari kita bicara secara pribadi Hoya." Ucap Leonid dan berjalan lebih dulu.

Sedangkan Hoya menghela nafas lelah dan mengikuti Leonid di belakang. Leonid pun berjalan menuju koridor menuju gudang sekolah. Hingga kemudian Leonid membuka pintu gudang dan mereka berdua pun masuk tanpa ragu.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang