Control Hurt

24 5 9
                                        

Tiga hari berlalu dan sekarang Hoya sudah dalam keadaan sehat, sekarang Hoya ditemani dengan Jojo yang sedang membereskan kamarnya. Setelah kejadian yang dilakukan oleh Lavon, Hoya memutuskan untuk tinggal lagi dirumah dan meninggalkan apartemennya.

"Dimana Sera?" Tanya Hoya pada Jojo.

"Mungkin sedang bersama Lavon, beberapa hari ini mereka selalu bersama." Ujar Jojo dengan menyerahkan obat pada Hoya.

"Jojo, gue pikir mungkin Lavon dan Sera sudah pacaran. Apa lo nggak marah, karena adek lo bersama kakak gue?" Tanya Hoya khawatir.

"Sera sudah dewasa, kalau pilihan Sera jatuh pada Lavon maka gue hanya bisa membiarkannya karena gue tau pilihan adek gue nggak mungkin salah."

"Lavon pasti sangat menyayangi Sera, hanya saja gue khawatir keterlibatan Sera dalam hidup Lavon akan membuat Sera dalam bahaya."

"Jangan mengkhawatirkan hal itu. Buktinya sampai sekarang Lavon bisa menjaga Sera dan lo. Dia bukan orang yang membiarkan orang yang dia sayang dalam bahaya." Jojo tidak ingin melihat Hoya khawatir dan sedih.

Jojo tidak ingin Hoya mengkhawatirkan apapun, Jojo berusaha menjaga Hoya disaat sahabat baiknya sedang melakukan terapi untuk kesehatannya. Jojo berharap Hoya dan Leonid bisa lepas dari masalah ini dan bisa menikmati waktu mereka berdua dengan bahagia.

Hoya pun tersenyum dan mengambil obat yang diberikan Jojo padanya. Hoya segera meminum obat itu dengan baik. Kemudian Hoya mengambil handphonenya yang ada di atas meja.

"Jojo, gue harus bertemu dengan Lavon sekarang." Ucap Hoya yang menatap Jojo serius.

"Untuk apa?" Tanya Jojo mengerutkan keningnya.

"Besok hari persidangan, gue harus menyiapkan semuanya dan membuat Lavon tenang agar tidak membuat masalah yang akan digunakan Helena sebagai kelemahan Lavon."

"Lo benar, cewek itu penuh manipulatif!" Ucap Jojo menggeram kesal.

Kemudian Hoya berdiri dan berjalan keluar dari kamar dengan diikuti oleh Jojo. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam mobil dan pergi menuju kantor Lavon.

Di perjalanan Hoya hanya diam melihat jalanan yang terlihat membosankan. Hoya tiba-tiba merasa ingin bertemu dengan Leonid, Hoya tersenyum saat mengingat kemaren Marcel memberikan buket bunga mawar yang dibelikan oleh Leonid untuknya.

"Kamu selalu bisa menghibur aku Leo. Meski kamu jauh tapi kamu selalu saja membuat diri kamu terasa dekat." Ucap batin Hoya.

Hingga tidak terasa Hoya dan Jojo pun sampai di kantor Lavon. Hoya dan Jojo keluar dari mobil, setelah itu mereka segera berjalan menuju ruangan kerja Lavon tanpa memperdulikan tatapan segan karyawan pada mereka.

Setelah sampai di depan ruangan Lavon, Hoya langsung membuka pintu ruangan tanpa mengetuk terlebih dahulu. Seketika mata Hoya dan Jojo melebar sempurna saat melihat Lavon mencium bibir Sera cukup ganas.

Lavon dan Sera yang terkejut pun sontak melepaskan ciuman mereka. Sera tertunduk malu sedangkan Lavon hanya diam datar menatap Hoya dan Jojo. Tanpa peduli tatapan Hoya yang tajam, Lavon mengusap lembut bibir Sera.

"Sera, pergilah ke cafe sebentar bersama JoJo. Aku ingin berbicara dengan kakakku sebentar." Ucap Hoya pelan.

Sera pun diam dan menatap takut pada Hoya. Sera berjalan menghampiri Hoya tapi Hoya diam sambil tersenyum. Kemudian Sera dan Jojo pergi keluar dari ruangan itu meninggalkan Hoya dan Lavon.

Sekarang Hoya duduk sambil memijat kepalanya yang terasa berat. Sedangkan Lavon dengan santai memberikan Hoya air minum sambil mengusap kepala Hoya lembut.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang