Mulai Terungkap

157 40 1
                                        

Plak!!!

"Aku tidak menduga kamu melakukan hal ini Hoya! Apa kamu berniat melawanku?!" Tanya Darrel dengan menampar wajah Hoya.

"Aku melakukan ini karena papah juga melakukan hal yang sama padaku. Bukankah kita memiliki perjanjian lama, bahwa Helena tidak akan berada di Jakarta atau mendekatiku dan Lavon." Ucap Hoya dan Darrel terdiam.

"Jika masalah ini tentang Helena, maka aku akan mengirimnya kembali ke Bandung. Jadi sekarang, batalkan pembukaan galeri seni itu."

"Apa menurut papah, papah bisa mengirim Helena kembali? Bahkan papah membiarkan dia memasuki rumah ini dan kamarku!"

"Apa?" Darrel tidak menduga bahwa Hoya mengetahui hal itu.

Padahal Darrel sudah memastikan semua pelayan di rumah tidak memberitahukan kedatangan Helena ke rumah pada Hoya dan Lavon. Tapi sekarang Hoya malah mengetahuinya.

Hoya tau bahwa Darrel sangat terkejut dengan ucapannya. Hoya tau bahwa Darrel menyembunyikan fakta bahwa Helena sempat memasuki rumah dan kamarnya dan hal itu membuat emosi Hoya meledak.

"Papah pasti bingung, kenapa aku bisa mengetahuinya? Aku mengetahuinya dari bayanganku." Ucap Hoya dan Darrel langsung membulatkan matanya.

"Apa?! Apa kamu memanggilnya kembali?!" Ucap Darrel dengan mencengkram kuat pundak Hoya.

"Apa menurut papah aku tidak menggunakan bayanganku lagi? Itu pemikiran yang konyol papah."

"Kamu sangat berani melawan ku Hoya!"

"Papah jangan khawatir, dia tidak akan melakukan apapun. Tapi papah harus tau bahwa dia adalah pelayan setia ku." Ucap Hoya dengan menatap tajam ke arah Darrel.

Amarah Darrel meledak dan langsung memukul Hoya dengan keras hingga membuat Hoya terjatuh tersungkur. Hal itu membuat kepala Hoya membentur sudut meja hingga membuat kepalanya berdarah.

Tapi Hoya menahannya tanpa meneteskan air matanya, Darrel yang diliputi emosi langsung mengambil tongkat golf nya dan memukul Hoya tanpa rasa iba sedikitpun.

Hoya mengepal kedua tangannya menahan rasa sakit di tubuhnya atas pukulan Darrel padanya. Darrel pun mendekati Hoya dan mencengkram wajah Hoya dengan perasaan marah.

"Jangan mencoba melawanku Hoya, bersikaplah seperti seorang putri bangsawan yang hanya diam seperti lukisan di ruang tamu!" Ucap Darrel.

Setelah itu Darrel pergi dari ruangan kerjanya meninggalkan Hoya yang terduduk dengan luka memar dan lebam di sekujur tubuhnya. Hingga tidak lama kemudian Harry masuk dan melihat sosok Hoya yang tersenyum hangat padanya.

"Mari saya bantu nona muda."ucap Harry dengan membantu Hoya berdiri.

Harry membimbing Hoya menuju sofa yang ada di ruangan itu. Harry membantu Hoya untuk duduk dengan nyaman. Harry menatap iba pada Hoya yang selalu menjadi sasaran kemarahan Darrel hingga tubuh Hoya selalu terluka.

"Nona muda, cobalah jangan memancing kemarahan tuan besar. Nona muda akan selalu terluka seperti ini." Ucap Harry iba.

"Tidak apa-apa Harry, aku bisa menahannya. Karena aku selalu berharap bahwa mamah akan kembali kepadaku dan Lavon." Ucap Hoya sambil tersenyum.

"Bagi saya, nona sudah seperti putri saya sendiri. Jadi saya harap anda tidak terluka lagi dan bisa mendapatkan kebahagiaan yang anda inginkan."

"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku Harry. Bagiku Harry juga seperti ayahku dan Lavon. Tapi aku tidak bisa menghentikannya lagi karena papah sudah bertindak sangat jauh."

"Berhati-hatilah nona muda, karena nyonya Rena sering bertemu dengan tuan besar. Sepertinya mereka sedang melakukan pembicaraan serius." Ujar Harry.

"Terima kasih sudah memberitahuku. Harry jika kamu disini, dimana Lavon?" Tanya Hoya.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang