"Leo, seperti dugaan lo Darrel terdesak. Gue baru aja dapat info kalau dia terlambat dan seperti rencana lo bahwa Rena sudah melakukan hal bodoh.". Ucap Marcel menatap layar laptopnya.
Sedangkan Leonid sedang asik membuat kelopak bunga mawar dari kawat bulu. Terlihat di atas meja sudah banyak bunga mawar yang terbuat dari kawat bulu itu memenuhi meja kerjanya.
"Gue akan segera mengakhiri beberapa hari lagi, jadi biarkan dia bernafas lega dulu sampai dia tidak sadar bahwa waktu berjalan cepat." Ujar Leonid.
"Leo apa lo yakin kita selesaikan sebelum hari ulang tahun Hoya. Bukankah itu akan membuat lo sibuk."
"Gue ingin menyelesaikan dengan cepat. Gue terlalu takut jika Hoya semakin jauh sama gue. Alasan terakhir gue, karena gue harus pulang ke Surabaya dalam waktu dekat."
"Kenapa?"
"Karena Erzan akan melakukan hal yang merepotkan buat gue?"
"Apa maksud lo?" Pertanyaan Marcel itu hanya dibalas Leonid dengan keterdiamannya.
Leonid hanya diam karena tidak ingin membuat Marcel juga melakukan hal yang merepotkan karenanya. Alasan Leonid pulang ke Surabaya adalah untuk menghalangi Erzan yang hendak datang ke Jakarta.
Karena Leonid mengetahui bahwa Bara memberitahukan informasi tentang dirinya yang selalu bertemu dengan Senja di rumah sakit. Terlebih lagi Bara cukup dekat dengan Erzan dan itu membuat Leonid khawatir.
Leonid khawatir jika Erzan mengetahui kebenaran tentang kesehatannya yang sedang tidak stabil yang selalu bermimpi buruk. Leonid tidak ingin keluarganya mengetahui tentang keadaannya.
"Gue harus menyelesaikannya dengan cepat dan gue harus segera pulang sebelum bunda mengetahui keadaan gue." Ucap batin Leonid
"Gue ingin Darrel pergi dari kehidupan Hoya." Jawab Leonid dan Marcel pun terdiam.
"Lo sungguh gila Leo. Gue rasa lo sudah sangat terobsesi sama Hoya, jadi gue harap jaga batasan lo." Ucapan Marcel membuat Leonid tertawa.
Marcel pun seketika menatap tajam pada Leonid. Sedangkan Leonid pun berdiri dan mengambil gunting yang tajam, kemudian Leonid berjalan mendekati Marcel.
"Lo mengkhawatirkan obsesi gue pada Hoya, tapi lo sendiri belum sadar kalau lo juga obsesi sama mantan lo." Ujar Leonid.
"Apa maksud lo bangsat?!" Marcel menarik baju Leonid dengan kasar.
"Jangan seolah lo lebih suci Marcel, lo sama seperti gue. Lo iblis yang bertopeng wajah malaikat. Apa lo pikir gue nggak tau kalau lo sampai sekarang masih belum bisa ngelupain Helena." Ucap Leonid.
Marcel terdiam, dan perlahan tangannya melepas baju Leonid yang tadi dia cengkram kuat. Leonid tersenyum sinis dan perlahan menghunuskan gunting yang dia pegang ke leher Marcel.
"Alasan lo yang nggak bisa mantau Helena karena perasaan lo sama dia, tapi sekarang gue akan mengawasinya dengan sendiri." Ujar Leonid.
"Apa lo ngancam gue?"
"Anggap aja seperti itu. Tapi gue selalu percaya sama lo, akan tetapi waktu yang gue habiskan sama Hoya lebih banyak dibandingkan lo yang sebagai saudaranya."
"Leo-"
"Karena itu Marcel, jangan menghalangi gue untuk mendapatkan Hoya. Abaikan semuanya seperti gue mengabaikan perasaan lo pada Helena." Leonid menurunkan tangannya yang memegang gunting tajam itu.
Marcel hanya diam dan mengepalkan kedua tangannya. Karena apa yang dikatakan oleh Leonid adalah benar. Meski Marcel adalah saudara kembar Hoya tapi waktu bersama Leonid adalah waktu yang penuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rose War (END)
Fiksi PenggemarLeonid Xavier Handomo adalah ketua DEVIL generasi ke-3. Anak bungsu dari dua bersaudara dan anak dari pasangan komandan TNI dan seorang guru. Leonid menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga dia mengetahui kebenaran tentang keluarga seorang perem...
