28. PETAK UMPET

11.3K 252 7
                                        

Baru semalam update, sekarang update lagi. Rajin kan aku😚

Bagaimana part Damian sebelumnya? Tuliskan kesan kalian disini.

Oh iya, sebelum membaca vote dulu ya besti. Gapapa aku agak ngemis hehe.

Mungkin ya, part ini akan menjadi part yang tenang😚 cape kan emosi mulu sama masing-masing karakter, jadi kubikin damai dulu kali ini.

Happy reading, guys❤️

*
*
*

Mungkin bagi sebagian orang berada dirumah sakit itu sangat membosankan. Tak jarang mereka merengek untuk pulang lebih cepat agar tidak harus berlama-lama dirumah sakit, meskipun kondisinya tidak memungkinkan untuk pulang.

Tapi itu tidak berlaku bagi Keisya. Cewek itu justru berharap agar ia berada lebih lama lagi diruang inapnya. Bukan apa-apa, Keisya hanya takut dan masih syok dengan apa yang terjadi. Namun, perempuan itu tetap berpikiran jika Damian tidak bermaksud melakukan itu kepadanya

Ya, sudah berulangkali Keisya dilukai oleh Damian, dan bisa-bisanya ia tetap membela cowok itu dalam pikirannya. Damian yang kasar dan bringas, masih tertutupi dengan kebaikannya sewaktu mereka berpacaran dulu. Hingga Keisya sulit sekali membenci lelaki itu. Bahkan hatinya mungkin masih mencintai Damian yang penuh kehangatan.

Dia bukan laki-laki monster, keadaan yang membuatnya melakukan itu. Semua itu diluar kontrol, dia sebenarnya lagi kesakitan. Itu yang selalu Keisya batinkan jika ia kembali terluka karena cowok itu.

Keisya meraba-raba perutnya, lalu tersenyum untuk anak didalam sana. Ia berjanji untuk menjaga janin ini, takkan mungkin ia tega menghilangkannya. Keisya akan mencoba bertahan, dan kuat untuk mengandung anaknya. Untuk sekarang, ia lebih memilih mengunci tentang kehamilannya kepada siapapun.

Sekarang sudah pukul setengah dua siang. Keisya menatap cowok berjaket hitam yang tertidur pulas di dilantai yang dingin, sambil mengorok keras.

Kata mamanya saat ia baru siuman, cowok yang tertidur itu menunggu Keisya dari semalam, bahkan tidak tidur malam karena khawatir dengan keadaan Keisya yang sempat kritis malam itu.

Cowok itu adalah Gavin, seseorang yang rela tidak tidur hanya untuk menjaga Keisya semalaman dirumah sakit. Mungkin karena tidak tidur semalaman, Gavin akhirnya terlelap dua jam sebelum Keisya siluman, dan kebablasan sampai sekarang. Bahkan lelaki itu tidur dilantai, karena katanya lantai sejuk. Aneh memang.

Walaupun suara dengkuran Gavin cukup berisik, tapi jika melihat mulutnya yang menganga sangking nyenyaknya tidur, Keisya jadi tidak tega untuk membangunkan Gavin.

Berbicara soal mamanya, Ayunda sedang pergi sebentar untuk membeli makanan.

"Ngghh ..." Suara lenguhan cowok itu terdengar. Keisya langsung memusatkan perhatiannya ke Gavin, sampai cowok itu bangkit karena menyadari dirinya ketiduran.

Gavin mengucek-ucek matanya begitu menyadari Keisya sedang menatapnya. Dua detik selanjutnya, ia langsung berdiri dan tersenyum lega karena mendapati Keisya yang sudah bangun.

"Ya Allah, Kei. Akhirnya lo sadar juga. Kapan lo siuman?"

"Jam dua belas tadi."

Gavin langsung melihat jam, lalu terkekeh malu. Astaga, dirinya tertidur disini, pasti Keisya tahu aibnya. Sial! Memalukan sekali!

"Emm, sorry gue tidur, pasti gue ngorok ya?" Gavin menggaruk kepalanya malu. Keisya mengangguk mengiyakan, hal itu membuat Gavin mengutuk dirinya sendiri.

DAMIAN Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang