Vote banyak-banyak ya! Ramekan dengan komentar kalian! MENYALA PARA READERS🔥
*
*
*
"M-mas, Keisya berdarah!"
Ayunda terpekik kala melihat darah mengalir ke paha putrinya. Keisya tak sadarkan diri. Ayunda bisa merasakan jika pakaian yang dikenakan putrinya basah, juga banyak luka lebam di wajah dan tubuh Keisya.
Mata Damian melebar melihat darah yang dipaha Keisya. Mungkinkah itu?
Merasa pegangan Daniel melemah, Damian menolak badan pria itu dengan tubuhnya. Hingga tanpa sengaja Daniel melepaskan tahanannya, dan berakhir Damian berlari ke arah Keisya.
"Kei?! Keisya?!" Damian panik karena darah itu terus bercucuran.
Oh, tidak. Sepertinya dorongan Damian kali ini terlalu kuat dan menyakitkan bagi Keisya. Hingga perempuan itu tak sadarkan diri. Keisya tak mungkin meninggalkannya gara-gara ini bukan? Damian takut sekali.
"K-keisya, bangun! Bangun! Maafin aku!" Damian kelabakan. Ia hendak mengangkat tubuh Keisya namun Daniel dengan cekatan menghalanginya. "Jangan sentuh dia, kamu hanya akan menyakitinya nanti!" Peringat Daniel.
Daniel sudah mengabarkan dua orang suruhannya untuk secepat mungkin datang. Mereka berdua sudah sampai dan tanpa basa-basi langsung menarik tubuh Damian menjauh.
"Lepasin gue! Lepas bodoh!" Maki cowok itu tak terima. Ia ingin menyelamatkan Keisya-nya.
Sebuah suntikkan yang berisi cairan penenang ditusukkan ke tubuh Damian. Perlahan pemberontakan cowok itu melemah, dan akhirnya tak sadarkan diri. Anak buah Daniel langsung menyeret Damian ke kamarnya.
Sedangkan Keisya sudah lebih dulu dibawa oleh Daniel ke mobil. Ia bersama Ayunda akan kerumah sakit untuk menyelamatkan Keisya.
*
*
*
"Akibat benturan keras yang dialami, putri anda mengalami keguguran."
Ucapan dokter tersebut terus berputar dikepala Ayunda.
Keguguran?
Anaknya keguguran?
Kapan anaknya hamil?
Airmata Ayunda mengalir deras. Ia terisak seraya menggenggam tangan putrinya. Tidak, Ayunda tak ingin negatif thinking dahulu. Ia harus menanyakan ini ke putrinya ketika sudah sadar. Ia sangat terkejut saat dokter tersebut mengatakan Keisya sudah hamil kurang lebih 3 bulan.
"Maafin mama ..." Jika tahu pernikahannya dengan Daniel akan menghasilkan petaka bagi Keisya. Sumpah demi Tuhan, Ayunda takkan melakukan itu.
Masalalu Ayunda memang buruk. Namun ia selalu berdoa agar nasip putri tidak seperti dirinya. Demi Keisya Ayunda berhenti melakukannya pekerjaan haram itu. Keisya segalanya baginya. Dan sekarang putrinya itu sedang hancur. Namun nahasnya ia sama sekali tak bisa melakukan apa-apa.
Keisya terlalu pintar menyembunyikan lukanya.
"Mama nggak marah sama kamu, Kei. Mama nggak akan marah." Ayunda memandangi wajah Keisya yang penuh dengan berbagai luka. Meskipun begitu kecantikannya masih terlihat.
"Mama yang salah disini. Mama nggak memperhatikan kamu. Maafin mama." Ayunda menangis, mengusap kepala anaknya dengan perasaan gusar. "Jangan tinggalin mama ya, Kei."
*
*
*
Seorang remaja yang di kurung di kamarnya, mengigit jari seakan cemas dengan sesuatu hal. Setelah kejadian yang berakhir kacau karena keributan yang dibuat olehnya, ia hanya merasa takut akan suatu hal. Perempuannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAMIAN
Roman pour Adolescents⚠️ CERITA INI MENGANDUNG KEKERASAN SEKSUAL, MENTALHEALTH, SELFHARM, CACIAN DAN KATA-KATA KASAR. TOLONG BIJAK DALAM MEMBACA! Sudah end, belum direvisi! Awalnya kehidupan Keisya Amanda hanyalah kehidupan remaja pada umumnya. Ia gadis yang ceria, dan s...
