2. DUKA BERUJUNG AMARAH

23.6K 559 90
                                        

Hallo semua, jumpa lagi sama Author pecinta keju

Absem dulu disini, cantik

Kalian berasal dari mana?

Inisial crush kalian siapa?

Sebelum membaca, vote dulu maniezz

Kalau boleh meminta komennya sekalian juga dong, hehehe 🙏😂

NAH, SELAMAT MEMBACA. HATI-HATI JANGAN MENGUMPAT, DOSANYA NANTI NAMBAH LO🤣

TAHAN EMOSI, SABAR, GAK BOLEH MARAH SAMA FIKSI🤣

Happy Reading readers tercinta, semoga suka ya🌷

°°°°°°

Sudah beberapa kali Damian menghela nafas pendek, berharap itu mampu menetralkan detak jantungnya yang seolah ingin meledak. Ia frustasi, menangis dan ketakutan. Kedua netra gelisah itu menatap penuh harap kearah ruangan inap yang dibatasi kaca, di dalamnya ibunya sedang berjuang melawan maut. Dokter dan tenaga kesehatan disana juga sedang berjuang, upaya menyelamatkan nyawa pasien.

"Bunda ... tolong selamat demi Damian. Jangan pergi tinggalin Damian seperti Dean dulu ..." Air matanya mengucur deras. Ia mencengkram rambutnya pertanda frustasi.

Bagaimana dia bisa baik-baik saja? Sedangkan ibunya disana diambang kematian?!

Lima belas menit berlalu. Dokter pun keluar dengan sorot mata redup, tersirat akan kesedihan dan perasaan bersalah.

Belum sempat sang dokter berkata, Damian sudah lebih dulu menerobos masuk, memastikan kondisi bundanya didalam. Namun pemandangan di depannya membuat langkahnya memelan.

Jiwa Damian seolah melebur, kendati pijakannya terhenti, raganya terasa lemas. Tangisnya pecah begitu saja, ia menggeleng tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Tubuh ibunya telah ditutupi kain putih sepenuhnya.

"BUNDA ..." Damian berteriak, menangis memeluk jasad ibundanya dengan erat. Apakah dirinya telah kehilangan seseorang lagi setelah saudaranya?

"NGGAK, BUNDA GAK BOLEH NINGGALIN AKU! NGGAK BOLEH!!"

"BUNDA TOLONG JANGAN PERGI, JANGAN TINGGALIN DAMIAN."

"ENGGAK, ENGGAK, ENGGAK!" Damian meracau dengan tangisnya yang terdengar pilu.

"Jangan pergi bunda, Damian gak mau sendirian lagi!"

"Aarggghh, bunda jangan pergi!"

Damian mengguncang tubuh ibunya, berharap wanita itu merespon.

"TUHAN TOLONG JANGAN AMBIL BUNDA AKU! KEMBALIKAN BUNDA, AKU MOHON!!"

Seiring tangisannya yang perlahan memudar, Damian merasakan sesuatu menariknya menuju kegelapan. Suara berisik menyapa telinganya, suara kesedihan yang amat dalam, Damian terguncang hebat.

Damian tidak mampu menahan rasa sakit yang sudah menjelajahi dada, hati, pikiran dan psikisnya. Hingga pada akhirnya ia ambruk, memejamkan mata lelahnya. Damian pingsan.

*
*
*

Sudah beberapa hari berlalu sejak pemakaman sang bunda, remaja lelaki itu masih enggan keluar dari kamarnya. Perutnya sudah meronta-ronta karena kelaparan, kendati ia mengabaikannya karena sekarang ia tidak berselera untuk memakan apapun.

Dilara kesedihan, Damian hanya membutuhkan sebuah pelukan sekarang ini. Namun pelukan siapa yang harus ia rasakan saat ini? Selama ini hanya pelukan bundanya yang mengobati kegundahannya. Ralat, mungkin ada seseorang lagi.

DAMIAN Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang