Hola guys! Aku update lagi nih, hehe😆 gimana? Seneng gak?
Btw, makasih ya untuk yang selama ini setia menunggu aku up. Walaupun kebanyakan dari kalian adalah kalangan pembaca gaib, tapi aku bisa maklumi kok😇 mungkin kalian lupa untuk tekan vote.
Selamat membaca semua 🐱
*
*
*
Malam ini turun hujan, meski tidak terlalu deras. Cuacanya terasa dingin hingga membuat Keisya gelisah dalam tidurnya. Keringat dingin membasahi wajah, jantungnya berdegup kencang sampai suaranya dapat didengar ditelinga.
"Enggak! Enggak! Jangan tinggalin aku!" Keisya mengingau.
"Aku bukan pembunuh! Bukan! Bayi a-aku masih ada, dia masih ada!"
Keisya berteriak, lalu tersentak kaget ketika petir tiba-tiba saja bersuara. Ia berusaha menetralkan nafasnya yang terputus-putus. Keisya mengusap wajahnya kasar, lalu menoleh kesamping dan terkejut saat tak melihat bayinya disana.
"ARGHHHHH! ANAK AKU KEMANA?!" Keisya meraba-raba tempat tidur, namun nihil. Ia tak menemukan anaknya, karena anaknya memang tak pernah terlahir.
"Anak aku kemana?! Anak aku kemana!? Kembalikan!" Mata Keisya memerah dan berkaca-kaca. Ia histeris sembari mengacak-acak kamarnya. "K-kamu kemana nak?! Jangan tinggalin mama!" Sesak mendatang, Keisya berlari keluar kamar sembari berteriak memanggil anaknya.
Penghuni rumah lainnya sedang tidur, tanpa sepengetahuan mereka Keisya keluar dari rumah menerobos hujan deras ini. Ia celingak-celinguk, mencari anaknya yang hilang dari sisinya. Tiba-tiba saja ia mendengar suara tangisan bayi, bukan nyata tapi hanya delusi yang diciptakan oleh otak wanita itu.
Keisya semakin kalut. Ia yakin bayinya sedang ketakutan sekarang. "Mama akan nemuin kamu sebentar lagi, tolong berhenti menangis." Gumam Keisya seraya berjalan tak menentu arah, hingga perlahan mulai menjauh dari rumah.
*
*
*
"Mas, Keisya nggak ada di kamarnya!"
Teriakan Ayunda sukses membuat Damian menahan nafasnya. Pikirannya langsung tertuju pada hari terakhir ia bertemu wanita itu. Keisya tampak kacau saat itu. Jika sekarang cewek itu menghilang dalam keadaan sakit, Damian tak bisa membayangkan bahaya apa yang akan menimpa Keisya disana.
Daniel langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari Keisya. Ayunda sebenarnya ingin keluar untuk mencari putrinya secara langsung, namun, Daniel melarangnya dan menyuruhnya untuk tetap dirumah. Biarlah dirinya yang pergi mencari Keisya, dibantu oleh beberapa orang kepercayaannya.
"Mas, cari Keisya sampai ketemu." Pinta Ayunda memohon. Sulit dideskripsikan bagaimana paniknya wanita itu sekarang. Ia khawatir Keisya terluka disana, apalagi keadaan mental putrinya tidak baik-baik saja. Keisya mengidap skizofrenia. Bisa saja nanti dia berhalusinasi didepan umum, atau histeris dan berpikiran kacau. Orang-orang yang melihatnya belum tentu mau menolong Keisya.
Tanpa sepengetahuan Daniel, Damian lebih dulu pergi. Ia menancap gas motornya, dan bertekad mencari Keisya sampai ketemu.
Ditengah perjalanan, sekitar dua jam waktu Damian habis menyinggahi tempat-tempat yang mungkin saja Keisya berada disana. Akan tetapi ia tak bisa menemukan keberadaan wanita itu. Damian semakin kalang kabut. Ia takut tak bisa melihat Keisya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAMIAN
Fiksi Remaja⚠️ CERITA INI MENGANDUNG KEKERASAN SEKSUAL, MENTALHEALTH, SELFHARM, CACIAN DAN KATA-KATA KASAR. TOLONG BIJAK DALAM MEMBACA! Sudah end, belum direvisi! Awalnya kehidupan Keisya Amanda hanyalah kehidupan remaja pada umumnya. Ia gadis yang ceria, dan s...
