67. DAMIAN DAN KISAH PENUTUPNYA

24.4K 477 106
                                        

Bab akhir ⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bab akhir ⚠️

Karena udah bab akhir, nggak ada salahnya jika kalian vote dan komen sebanyak-banyaknya. Karena akan berpisah dengan cerita penuh drama ini, wkwk🙂

Selamat membaca semuanya ❣️

*
*
*

Seorang lelaki berjalan gontai tanpa alas kaki di trotoar kota. Wajahnya yang kusam meskipun begitu ketampanan yang dianugerahi Tuhan kepadanya tak sedikitpun luntur.

"Mbak," panggilnya pada seorang wanita yang kebetulan lewat. "Mbak lihat adik saya, namanya Keisya. Rambutnya sebahu terus badannya agak pendek." Ucapnya seolah berharap seseorang bisa mempertemukan dirinya dengan perempuan bernama Keisya.

Wanita itu sedikit mundur enggan mendekat, wajahnya terlihat tak menyukai kehadiran Damian. "Nggak tau saya!" Ketusnya dan langsung melangkah cepat.

Damian menghela nafasnya, sudah banyak orang-orang yang ia tanyain. Namun tak satupun dari mereka yang benar-benar menjawab. Ada yang diam saja, ada yang langsung menolak ditanyai, bahkan ada yang malah menertawakan dirinya.

"Keisya, kamu dimana?" Gumannya sedih. "Aku mau minta maaf, aku mau ketemu kamu, aku rindu kamu, Kei." Damian bermonolog. Membuat beberapa pejalan kaki yang melihatnya mendelik dan diam-diam tertawa.

"Mas, mas." Damian menghentikan seorang pria yang berjalan sembari melihat ponsel. Pria itu menatap jengkel. "Mas lihat adik saya, Keisya? Saya udah cari kemana-mana tapi tetep gak ketemu. Tinggi badannya segini, rambutnya sebahu." Damian menggambarkan bagaimana rupa Keisya dengan gerakan.

"Gila ya, mas?!" Ujar pria itu tersenyum mengejek. Matanya memperhatikan penampilan Damian dari atas sampai bawah. Baju yang dikenakan remaja itu adalah baju pasien rumah sakit jiwa, pria itu bisa menebak jika orang didepannya melarikan diri dari tempat tersebut.

"Cuih!" Pria itu enggan menjawab, malah berdecih tak suka dan langsung melengos pergi. Ia bahkan sengaja menabrak bahu Damian.

Kembali melangkah tak tentu arah, lelaki berpakaian pasien rumah sakit jiwa itu sudah dua jam berjalan di jalanan kota hanya untuk mencari Keisya. Damian masih tetap mengganggap Keisya ada, ia tak pernah menerima kematian Keisya. Ia yakin sekali perempuan itu sedang berada di suatu tempat yang tak ia ketahui. Damian harus menemukannya. Damian ingin memeluknya.

Terakhir kali Damian bertemu Keisya sejak dua hari yang lalu. Keisya yang datang ke kamar inapnya dan menyapa dirinya dengan senyuman teduh yang selalu Damian rindukan. Keisya memberikannya obat, menanyakan keadaan dirinya waktu itu. Damian menjawabnya dengan airmata yang tak kunjung berhenti turun. Hingga tiba-tiba, kenyataan sekali lagi menamparnya. Keisya tak terlihat, malah seorang wanita berpakaian dinas yang ada.

DAMIAN Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang