Chapture 25

378 15 0
                                    

selamat membaca, semoga kalian suka. Jangan lupa vote dan komen.

  ......

Hari-hari yang dilalui begitu cepat bagi Adari, ia begitu menantikan acara wisudanya. Setelah acara kelulusannya nanti,  Adari masih belum kepikiran juga.

Setelah tersadar dari lamunannya, Adari memutuskan untuk memulai membereskan rumah. Pagi ini, seperti biasa. Ziyaan berangkat ke pondok pesantren Al-ghiffari untuk mengisi kultum shubuh.

Adari dengan telaten menghilangkan debu-debu yang melesat di lantai ataupun perabotan rumah nya. Baju daster yang ia kenakan begitu simpati terhadap keaadaan yang sedang ia alami, mengusap tetsan keringat contohnya, dan masih banyak lagi.

Setelah menyitari bagian-bagian rumah, Adari mulai beranjak membereskan bagian kamar.

Bermula membereskan kamarnya yang terlihat masih rapi. Karena baru 1 malam saja ia tempati. Lantas Adari memulai memasuki kamar Ziyaan yang sebelumnya belum pernah ia masuki. Adari kerap menyuruh Ziyaan untuk membersihkan kamarnya sendiri. Namun kali ini Adari mempunyai balas kasihan untuk membersihkan kamar suaminya itu.

Awal mula memasuki kamar Ziyaan saja, Adari kaget bukan main. Barang-barang di kamarnya tersebar tak beraturan. Membereskan nya sambil menggeleng-geleng kesal, namun Adari paham kalau memang seperti inilah tingkat kebersihan laki-laki. Tak sama dengan perempuan

Didalam kamar Ziyaan begitu banyak foto yang dipajang indah. Adari mengamatinya satu persatu. Tersenyum saat melihat foto keluarga Ziyaan. Disatu sisi menertawakan dengan geli  ketika melihat foto kecil Ziyaan. Ternyata ketampanan Ziyaan sudah terpancar sejak keci.

Tetapi, tunggu.. Siapa ini ? Ada sosok yang persis mirip disamping Foto kecil Ziyaan. Begitu mirip.Hampir tak ada perbedaan sedikitpun. 

Adari mengambil bingkai yang berisi foto itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Adari mengambil bingkai yang berisi foto itu. Memasukkannya kedalam saku daster miliknya.

Selanjutnya,ia juga masih penasaran terhadap sosok suaminya itu,

"Ziyaan punya kembaran? tapi kenapa dia gak pernah bilang sama gue" tanyanya dalam benaknya.

"trus,kembaran Ziyaan kemana sekarang"

                                                                            .....................

Setelah acara kultum selesai. Ziyaan diminta mampir ke rumah Gus Rayhan yang masih berlokasi di pondok Al-ghiffari itu juga.

Disambut hangat oleh sang Kiyai. Ziyaan kemudian diminta bergabung dengan Reyhan dan Hume di ruang tamu bersama Kiyai. 

Tersenyum hangat,gus Reyhan berbisik kaku bersama Ziyaan. 

"Ziyaan ini waktu yang tepat untuk memberitahu Kiyai tentang siapa kamu sebenarnya."

Ziyaan menatap Sang gurunya.Ziyaan memang sudah lama ingin memberitahu kebenaran ini. Ia bahkan merasa berdosa telah banyak menyembunyikan semua ini.

Sama Sama Santri (𝐄𝐍𝐃) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang