Happy Reading
💋✨️
*****
Entah sudah berapa kali napas beratnya itu terdengar di ruang kerjanya membuat sahabatnya yang sedang datang berkunjung itu pun bersuara.
"Gue udah jarang ketemu lo dan sekalinya ketemu, lo lagi mode diem gini. Gue cuma dikasih hembusan napas doang dari tadi," omel Theo yang duduk di sofa seberangnya.
"Athalia lagi marah sama gue. Chat dan call gue sama sekali gak digubris," ujar Darren.
Theo mengernyitkan dahinya. "Mau nikah malah ribut. Pasti lo yang salah sih." Theo mengatakannya dengan penuh yakin membuat Darren melemparkan tatapan tajamnya.
"Maksud lo?"
"Athalia gak akan mungkin sampai cuekin lo gitu kalau bukan lo yang salah. Lagian, Athalia mana bisa buat salah? Cewek baik gitu," balas Theo.
Darren tidak membalas. Kali ini memang dia yang salah, jadi dia tidak mungkin membela diri.
"Lo samperin terus minta maaf. Kelar."
Darren mendesah berat. "Gue juga tau tanpa lo kasih tau. Gue gak bego," timpal Darren.
"Ya udah, ayo ah! Main dulu sama gue. Mentang-Mentang udah dapet Athalia, sahabat lo lupain. Jangan lupa, kalau bukan karena gue lo gak akan ketemu Athalia." Theo mempertegas membuat Darren terkekeh kemudian bangkit dari duduknya.
"Ayo. Gue traktir minum," ucap Darren membuat Theo seketika bersemangat.
"Beneran lo? Emangnya gak mau samperin Athalia?"
"Gue pasti samperin dia, tapi nanti. Athalia mungkin belum mau temuin gue."
Theo berdiri dengan antusias begitu mendengar jawaban Darren kemudian mereka melangkah keluar dari ruang kerja Darren. Darren sudah jarang masuk ke tempat malam begitu dan ini kali pertama dalam beberapa bulan.
*****
Athalia masuk ke dalam kamarnya setelah melakukan rapat online di ruang tengah. Hari ini jadwal Athalia cukup padat dan baru selesai bekerja setelah rapat tadi. Ia saja masih dalam setelan kerjanya.
Ia duduk di tepi ranjang sembari menatap ponselnya malas. Entah sudah berapa puluh notifikasi dan missed call yang laki-laki itu lakukan hari ini. Kemarin Darren sepakat untuk membahas masalah mereka di lain hari dengan syarat Athalia membuka blokirnya dan inilah yang terjadi.
Laki-Laki itu bertanya kapan mereka bisa bertemu dan membahas masalah ini, tapi karena kesibukkannya hari ini, Athalia jadi tidak sempat meluangkan waktu untuk berbicara dengan Darren. Minatnya untuk berbaikan dengan laki-laki itu pun hilang karena sudah terlalu lelah.
Athalia berakhir hanya membaca semua pesan yang Darren kirim dan memutuskan untuk tak membalasnya.
Waktu sudah menunjukkan dua belas malam dan dia harus segera tidur karena ada meeting pagi yang akan dilaksanakan dengan pihak sebuah brand yang hendak bekerja sama dengannya.
Athalia baru saja ingin melepaskan sepatu hak tingginya, namun terpaksa mengurungkan niatnya begitu mendengar suara-suara dari depan.
Dahinya mengernyit membentuk tiga kerutan. Siapa yang masuk ke apartemennya tengah malam seperti ini? Apa Darren yang masuk? Tidak ada yang tahu kata sandi pintunya selain laki-laki itu.
Athalia mendesah berat begitu menyadari dugaannya benar seratus persen. Laki-laki itu duduk di single sofa dengan membelakanginya.
"Kenapa kamu ke sini?" tanya Athalia begitu berdiri di depan Darren.
KAMU SEDANG MEMBACA
HELLO, MR.EX! (END)
RomansaFOLLOW SEBELUM MEMBACA!!! ***** Banyak hal tak terduga terjadi di dalam hidup seorang perempuan cantik juga sederhana berusia 24 tahun bernama Athalia Aliesha. Termasuk momen ketika dirinya dipertemukan kembali dengan satu laki-laki yang tidak perna...
