THE FIRST LIE?

23.1K 482 2
                                        

Happy Reading
🛵🛵🛵
*****

"Siapa?"

Darren menoleh dan mendapati gadisnya sudah bersandar di pintu masuk taman. Tentu saja ia terkejut karena Athalia tiba-tiba muncul di belakangnya, namun ia harus pandai mengontrol ekspresi wajahnya agar tidak dicurigai.

Seulas senyum hadis kemudian ia memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. "Klien. Kita harusnya meeting besok, tapi diundur karena dia masuk rumah sakit."

Athalia mendekat dengan raut khawatir campur penasaran. "Terus katanya apa? Dia sakit apa?"

"Belum ada kabar lagi. Aku baru dikabarin kalau dia masuk rumah sakit."

Darren terpaksa berbohong. Dia tidak mungkin memberitahu Athalia tentang apa yang sedang terjadi. Ia tidak mau melibatkan gadis itu dalam hal ini karena ia takut akan keselamatan gadisnya.

"Malem ini terpaksa aku harus jenguk dia."

Athalia terdiam. Entah mengapa ia merasa sedikit kecewa mendengarnya. Mungkin karena jadinya waktu bersama Darren akan semakin terpangkas. "Ya udah, gak apa-apa."

Darren yang mengerti raut Athalia pun menariknya ke dalam pelukannya. "Aku gak akan lama supaya kita tetep punya waktu berdua dulu."

Athalia tersenyum dalam pelukan hangat itu. "Iya, emang jangan lama-lama."

"Aku siap-siap dulu." Darren mengurai pelukannya, namun Athalia kembali memeluk pinggang laki-laki itu.

"Sekarang? Katanya malem? Ini masih sore."

Darren merangkul Athalia dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan Athalia yang setia memeluk pinggang kekasihnya. "Emang kamu mau apa? Tadi aja sibuk sama Mama dan Papa. Aku dikacangin."

Athalia menenggelamkan wajahnya di dada kekasihnya. "Masa aku kacangin calon mertua? Jangan aneh."

Darreb menghentikkan langkah kakinya tepat sebelum menginjak anak tangga pertama. Kepalanya menunduk melihat Athalia yang sudah menatapnya. "Jadi kamu setuju nikah sama aku?"

"Aku gak ada bilang aku setuju."

"Calon mertua tadi maksudnya apa?"

"Ya, kan masih calon. Berarti bisa jadi, bisa juga enggak."

Darren mendengus. Gadisnya ini entah kenapa selalu menyebalkan jika membahas tentang pernikahan. Darren melepas pelukannya dan berjalan menyusuri anak tangga mengabaikan Athalia yang tertinggal di bawah.

"Lho?! Aku ditinggal?!"

*****

"Siapa lo?"

Laki-Laki bertubuh besar dan berotot itu bangkit dari duduknya begitu mendengar suara lemah itu. Ia mendongak menemukan Agatha sudah terbangun meskipun masih lemas.

Alih-Alih menjawab, laki-laki dengan jaket hitam itu malah mengabaikan pertanyaan Agatha. "Saya panggilkan dokter."

Agatha tidak peduli juga dia siapa. Ia hanya bersyukur karena laki-laki itu telah membawanya keluar dari neraka itu. Meskipun ia bertanya-tanya bagaimana caranya dia bisa masuk ke dalam rumahnya.

HELLO, MR.EX! (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang