Chapter-61

2K 105 3
                                        

"Tutup Hotelnya!"

"Pergi dari tanah kami!"

"Jangan pernah datang kembali!"

Seruan keras itu selalu berulang-ulang semenjak beberapa hari terakhir. Banyak penduduk desa yang berada di luar gerbang hotel M. Mereka menyerukan peringatan dan ketidaksenangan mereka atas kejadian Galang yang memukul anak kepala desa setempat.

Galang yang melihat beberapa orang berwajah marah di luar sana hanya bisa menghela nafas panjang. Dia yakin, Pak Tua itulah yang menyuruh para warganya untuk melakukan hal ini.

"Kita harus bagaimana Pak Galang? Penduduk disini tampaknya sangat marah sekali."

Pak Anton di belakangnya terlihat sangat gelisah. Bahkan beberapa hari terakhir ini dia tidak pernah keluar dari Hotel. Sebenarnya tidak hanya dia, Galang dan hampir seluruh karyawan pun sama.

Mereka semua memilih untuk tetap berada di area hotel. Karena ditakutkannya, ketika mereka keluar, mereka akan segera diamuk oleh warga. Jika ini terjadi, maka masalahnya akan semakin runyam.

"Jadi, apa yang harus kita lakukan Pak Galang?"

Galang juga tidak tahu.

Dia gelisah dan khawatir kalau kabar ini akan segera sampai kepada ayahnya. Bukan tidak mungkin ayahnya akan semakin marah. Apalagi setelah tahu karena dia memukul seseorang sampai babak belur.

Walaupun begitu, dia tidak bisa mengkhawatirkan itu sekarang ini. Karena, dia perlu menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu. Entah bagaimana, dia harus menenangkan para penduduk yang ingin mengusirnya ini.

Untuk saat ini, belum ada pergerakan yang terlihat dari sisi keluarga Indra. Karena sampai saat ini belum ada polisi yang datang ketempat ini.

Galang menghela nafas panjang, dia pun keluar dan menemui seluruh warga. Dia tahu cara ini mungkin terlihat sembrono dan tidak memikirkannya dengan matang, namun dia tidak ada pilihan lain.

"Semuanya mohon tenang."

"Diam! Kau pergi dari sini!"

"Benar! Angkat kaki dari tanah kami dan jangan permah datang lagi!"

"Tutup hotel ini!"

Teriakan datang silih berganti sebelum Galang bisa menyelesaikan kalimatnya. Melihat para warga di depan, entah kenapa Galang merasakan ada sesuatu yang janggal disini. Namun, dia tidak bisa memastikan itu apa sebenarnya.

Itu seperti sebuah firasat.

"Baik, saya akan segera pergi dari sini."

"Pergi sekarang juga!"

"Benar! Tinggalkan hotel ini!"

"Jangan pernah berani lagi datang kesini!"

"Iya, saya akan pergi. Tapi, mohon beri saya waktu 1 minggu."

Galang berusaha membujuk semua orang disini.

"Itu terlalu lama!"

"Benar!"

"Pergi sekarang!"

"Saya perlu membereskan semua barang-barang milik saya yang terlalu banyak. Tolong beri saya keringanan."

Dia memasang wajah memelas dan menyedihkan, berusaha menarik simpati para warga disini. Dan tidak disangka, ternyata itu langsung berhasil.

"Baiklah, tapi awas! Kalau kau tidak pergi, kami akan membakar hotel ini!"

"Itu benar!"

"Iya, saya mengerti. Saya pasti akan menepati janji. Oleh karena itu, saya harap kalian semua segera bubar."

[BL] Playboy Trap |Biru&Galang|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang