Chapter-40

3K 154 8
                                        

"Tidak apa jika kamu melupakannya."

Galang berkata dengan nada parau, selama beberapa saat dia menoleh ke samping untuk memperhatikan wajah Biru. Biru hanya diam dan tatapan menuju ke bagian kolam yang terlihat tenang.

"Walaupun begitu, aku sangat menyesali semua perbuatanku di masa lalu. Aku tidak mau mencari pembenaran apapun, lagipula itu semua memang sedari awal sudah salah. Aku mendekatimu karena niat buruk bukan karena aku memang tertarik padamu."

Sekilas, Galang melihat kedua mata Biru sedikit berkedut. Namun, Biru kembali mempertahankan wajah tenang dan seperti tidak peduli. Dia masih tidak balas menatap Galang.

"Aku minta maaf untuk semua kelakukanku di masa lalu. Beratus-ratus kali aku ingin mengatakan ini, hanya saja setelah kamu pergi. Aku tidak bisa menemukan keberadaanmu."

Galang mengingat kembali kejadian di tujuh tahun lalu, tahun pertama Biru pergi meninggalkannya. Awalnya dia marah dan kesal terhadap Biru yang menghilang begitu saja. Tanpa memberikan kabar apapun ataupun petunjuk dimana dia tinggal.

Namun, setelah beberapa waktu berlalu. Galang sampai pada tahap menyalahkan dirinya sendiri. Kalau dia tidak menuduh Biru secara sembarangan. Ataupun dia mencari kebenaran lebih lanjut dan mendengarkan penjelasan Biru kala itu, Biru tidak akan pergi.

Biru jelas pergi karena Galang itu sendiri.

Biru akhirnya menoleh dan menatap Galang. Dia tidak mengatakan apapun atau menyela sekalipun. Dia seperti diam dan tengah mendengarkan semuanya.

"Aku berusaha mencarimu. Aku bertanya kepada siapapun yang pernah mengenalmu. Hanya saja tidak banyak orang yang mengenalmu. Aku bahkan sempat mengira kalau kamu hanya khayalanku saja."

Jelas Galang tidak tahu apapun tentang Biru. Dia tidak tahu bagaimana Biru sebenarnya. Dan yang dia kenal hanyalah Biru di bagian luarnya saja. Dia tidak tahu yang lainnya.

"Walaupun begitu aku terus mencarimu tanpa kenal lelah. Jika ada sedikit informasi atau petunjuk terkait dirimu, aku akan segera mengkonfirmasi itu. Walaupun akhirnya semuanya berakhir sia-sia."

Ini memang terdengar seperti melanggar hukum, namun Galang memang menyewa seorang detektif swasta untuk menyelidiki dimanakah Biru berada. Hanya saja, semua usaha, walaupun itu ilegal pun masih tidak bisa membuat Galang untuk bertemu Biru.

"Baru ketika aku hampir menyerah. Mungkin karena alam semesta tahu kalau aku tidak pantas bertemu lagi denganmu. Dan sebaiknya kita tidak pernah bertemu lagi. Aku tiba disini dan seolah itu mukjizat, aku akhirnya bisa bertemu denganmu."

Kala pertama mereka bertemu Galang sangat tidak tidak percaya. Ketika dia terus mencari, mereka tidak pernah bertemu. Namun ketika dia hampir menyerah, mereka akhirnya bertemu.

"Oleh karena itu aku tidak akan menyia-nyiakan pertemuan kita ini. Tidak apa jika kamu tidak bisa atau tidak mau memaafkanku. Namun, aku akan melakukan apapun supaya mendapatkan kembali hatimu."

Galang tersenyum hangat, dia berusaha menyalurkan suasana hangat di dalam hatinya kepada Biru. Namun Biru masih tetap berwajah jutek kepadanya.

"Aku tidak ingat apapun."

Galang membalasnya dengan tersenyum tipis, "Tidak apa. Lagi pula kenangan pahit itu tidak perlu di ingat. Karena yang paling penting adalah saat ini. Masa sekarang jauh lebih penting."

Biru tidak membalas apapun, dia hanya berbalik dan menuju ke bagian dalam villa. Galang mengikutinya di belakang. Biru menuntunnya menuju lantai dua villa ini.

Walaupun tidak mendapatkan respon yang diinginkannya, Galang tetap puas. Itu karena dia akhirnya bisa mengungkapkan semua isi hatinya selama ini. Sesuatu yang sebelumnya hanya tertanam jauh di dalam lubuk hatinya.

Dia juga sempat mengatakan cintanya kepada Biru, walaupun itu belum dikatakan secara gamblang. Itu sudah cukup bagi Galang untuk saat ini. Mereka bisa kembali dekat secara perlahan-lahan.

Biru di depannya tidak berbicara apapun, dia terus memimpin sambil menunjukan area di lantai dua ini. Berbeda dengan lantai pertama, lantai dua hampir sepenuhnya digunakan untuk beberapa kamar. Mungkin ada sekitar 3 kamar dan 1 ruangan berkumpul. Selain itu dari ruangan berkumpul, mengarah ke bagian balkon. Yang mana itu langsung disuguhi pemandangan laut dan langit biru.

"Saya kembali."

Biru berbalik dan hendak untuk turun menuju ke bawah, namun Galang segera menahan tangannya.

"Jangan pergi dulu."

"Lepaskan tanganku."

Galang pun buru-buru melepaskan tangannya dan menaruh itu di belakang tubuhnya.

"Apa lagi?"

Biru terlihat tidak senang karena Galang harus menahan kepergiannya. Namun, Galang tidak mau membiarkan kesempatan ini berlalu begitu saja.

"Bisakah kamu tetap bekerja disini?"

"..."

"Aku ingin kamu tetap bekerja disini, sekalipun aku sudah tinggal disini."

"Kau bisa cari orang lain. Apalagi kau adalah anak pewaris hotel, mudah bagimu untuk menemukan penggantiku."

"Tapi aku hanya butuh kamu, Biru."

"..."

Galang sudah merasa sejak tadi kalau Biru tidak akan mau bekerja lagi disini setelah mendapati ini milik Galang. Dan Galang tidak mau itu. Selain itu, Galang jadi punya alasan bagi mereka untuk terus bertemu.

"Aku akan membayarmu jauh lebih tinggi. Jika kamu setuju, besok kamu bisa kembali lagi kesini."

"Memangnya aku apa?!"

Wajah Biru terlihat semakin masam ketika mendengar itu, Galang merasa bersalah karena dia baru saja mengatakan sesuatu yang mungkin menyinggung perasaan Biru.

"Tidak, bukan itu maksudku."

Namun, Biru sudah lebih dulu turun dari tangga. Galang sudah berusaha untuk mengejarnya, tapi Biru jauh lebih gesit daripada yang dia kira.

Baru saat Galang tiba di bagian depan gerbang, Biru sudah melaju jauh bersama motor butut miliknya.

"Ada apa tuan?"

Galang menoleh ke samping dan mendapati Pak Agus yang tengah berjaga di tempatnya. Galang datang mendekat dan duduk di salah satu kursi reot.

"Saya sepertinya telah mengacaukan semuanya."

Pria itu tidak mengerti apapun, namun dia berusaha menenangkan Galang, "Bersabarlah. Jangan putus asa dulu, tuan."

Dan entah kenapa, kalimat sederhana itu bisa membuat Galang sedikit lebih percaya diri. Dia yakin, alam semesta yang akhirnya mempertemukan mereka tidak akan membuat mereka berpisah kembali.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued

[BL] Playboy Trap |Biru&Galang|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang