"Kita sampai."
Mobil yang dikendarai oleh Galang langsung berhenti. Kemudian semua orang menatap jalan buntu di depan dengan bingung.
"Apa kita berhenti di tempat yang benar?"
Jalan buntu ini memang terlihat sangat tidak meyakinkan. Apalagi banyak pepohonan rimbun serta jalan yang kotor oleh dedaunan yang tidak pernah dibersihkan. Sekilas, jalan buntu ini seperti sangat suram.
"Benar. Turun saja."
Galang awalnya ragu-ragu, namun dia mengikuti Biru yang sudah turun lebih dulu. Dia berjalan ke bagian belakang dan membuka pintu mobil. Disana dia membantu menurunkan Dion dan Si Hitam. Sedangkan Galang pergi ke bagian bagasi mobil untuk mengambil semua barang.
"Ikuti aku."
Biru memandu Galang yang berjalan di belakangnya sambil menggendong Si Hitam di dalam tas kucing dan membawa bekal makanan di kedua tangannya. Sedangkan Biru memegang tangan Dion dan menuntunnya dari samping.
"Perhatikan langkah kalian. Banyak ranting pohon."
Setelah melewati pohon yang rimbun, Biru berbelok ke sebuah jalan setapak. Dia terus berjalan hampir 10 menit, sebelum akhirnya mereka semua disambut oleh pemandangan hamparan tanah hijau yang luas dan dibawahnya ada laut lepas yang biru. Langit di atas sana begitu cerah dan sama birunya dengan laut.
"Wow."
Biru melihat Galang yang kagum setelah melihat pemandangan yang begitu indah. Dia sampai tidak bisa berhenti menggelengkan kepalanya karena saking takjubnya.
"Ini benar-benar luar biasa!"
"Iya!"
Dion segera melepaskan tangan Biru dan berlarian di hamparan rumput hijau. Seperti padang savana yang sering muncul di lokasi syuting film. Si Hitam di belakang tubuh Galang telah mengeong beberapa kali. Meminta untuk diturunkan.
Setelah turun, Si Hitam bergerak menyusul Dion. Mereka berlarian di sambil tertawa begitu riang. Meluapkan kegembiraan mereka.
"Ini mengingatkanku pada jalan rahasia yang kamu tunjukan di kampus."
Biru menoleh dan menatap Galang. Dia tidak menyangka Galang akan mengingat itu. Padahal itu sudah lama sekali.
"Sepertinya kamu memang berbakat dalam hal menemukan tempat yang bagus."
Biru termenung selama beberapa saat. Di dalam hatinya dia merasakan kehangatan. Perlahan senyuman tercetak di wajah manisnya.
"Kamu jauh lebih cantik ketika tersenyum, jadi jangan terlalu sering menekuk wajahmu."
Biru yang tidak sadar dia telah tersenyum, segera memalingkan wajahnya. Dia merasa malu atas ucapan Galang barusan. Lagipula dia adalah laki-laki. Mana bisa disebut cantik?
"Jadi, bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini?"
Mereka berdua berjalan mendekati sebuah pohon rindang.
"Ini bukanlah tempat rahasia. Bukan hanya aku saja yang tahu. Tapi, tidak banyak orang juga yang tahu. Pertama kali aku kesini, adalah untuk mengantar turis yang ingin liburan namun bosan bermain di pantai. Tidak disangka mereka senang dengan tempat ini."
Hal itu sudah terjadi beberapa bulan yang lalu. Dan Biru belum bisa menemukan waktu yang pas untuk datang kembali mengajak Dion.
"Lalu, apakah kamu pernah mengajak Indra kesini?"
"Tidak. Selain turis. Aku baru mengajak kalian."
"..."
"Kenapa kau tersenyum?"
"Tidak. Abaikan saja. Aku hanya merasa hatiku ada di atas awan saja."
Biru mengerutkan keningnya, dia merasa terganggu karena Galang mulai sering menggoda dan membuat gombalan kepadanya. Namun, perasaan terganggu itu bukanlah karena dia tidak senang. Tapi, karena hal lain.
Biru tidak mau mengakui itu.
"Turunkan barangnya di sini."
Di bawah pohon besar dan rindang, mereka menggelar tikar kecil yang tadi dibawa dari vila. Kemudian mengeluarkan semua bekal yang tadi telah dibuat. Walaupun cuaca sangat panas dan terik, tapi itu tersamarkan oleh dedaunan. Membuat suasana di bawah pohon jauh lebih sejuk dan nyaman.
"Dion, kemarilah! Kita makan!"
Biru berdiri dan meneriaki adiknya, namun Dion tidak menyadari itu dan masih asyik bermain. Galang ikut berdiri dan memegang bahu Biru.
"Biarkan aku yang memanggil mereka."
Biru mengangguk setuju dan membiarkan Galang mendekati Dion. Dari kejauhan Dion tampaknya enggan dipaksa berhenti bermain dan harus makan. Namun, entah apa yang dikatakan oleh Galang. Anak itu segera setuju. Mereka datang mendekat dengan Si Hitam yang dibawa Galang.
Dion dan Si Hitam segera makan. Mereka melakukan itu dalam waktu yang cepat. Seolah mereka memiliki pemikiran yang sama. Mereka juga selesai secara bersamaan.
"Sudah, Kak. Dion dan Si Hitam mau main lagi!"
Meong!
Biru menghela nafas pelan, "Baiklah. Kalian main. Tapi ingat, jangan terlalu jauh dan berhati-hati. Oke?"
"Oke!"
Meong
Dion bangun dan segera mengangkat tubuh Si Hitam, namun karena kucing itu begitu gemuk, Dion kesulitan. Akhirnya dia memilih untuk menurunkan Si Hitam dan mereka berjalan bersama-sama.
"Mereka begitu akrab dalam waktu yang sangat dekat."
"Ya."
"Lalu kapan kita bisa seperti itu?"
"..."
Biru bertemu dengan sorot mata Galang. Dia merasakan hatinya terusik lagi. Merasa tidak berdaya, dia memilih untuk menarik lagi wajahnya dan memfokuskan dirinya menatap Dion.
"Sebenarnya Dion itu bukanlah adikku."
"A-apa?"
"Dion adalah keponakanku. Makanya jarak usia diantara kami begitu jauh. Walaupun aku sebenarnya adalah paman, dia memanggilku dengan kakak. Aku tidak keberatan soal itu."
"Aku baru tahu soal ini."
Biru memang tidak pernah mengatakan ini kepada Galang. Galang pasti mengira dirinya adalah anak tunggal. Walaupun itu tidak sepenuhnya salah. Namun, itu tidak benar juga.
Lagipula masih banyak hal tentang dirinya yang belum Galang ketahui sama sekali. Dan Dion adalah bagian kecilnya saja. Biru tidak tahu kenapa dia mau mengatakan ini kepada Galang.
Namun, dia merasa tidak menyesal. Sedikit berbagi tentang kehidupannya kepada Galang.
"Biru,"
Atas panggilan itu, Biru menoleh.
"Bisakah kamu menepati janji yang telah kamu buat 7 tahun lalu?"
"..."
"Kamu berjanji akan mengabulkan 3 permintaan dariku. Dan aku ingin menggunakan salah satu permintaan itu sekarang."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Playboy Trap |Biru&Galang|
Ficção Geral🌻 Bagi teman-teman yang mau baca karya saya dalam bentuk pdf, hubungi saya lewat aplikasi Line dari link di profil saya.🌻 Galang Mahendra hanya menganggap Biru Samudera sebagai objek tantangan konyol. Setelah di tolak oleh Biru, Galang tetap tidak...
![[BL] Playboy Trap |Biru&Galang|](https://img.wattpad.com/cover/372070671-64-k791571.jpg)