Chapter 59

186 40 6
                                        

Dalam kegelapan, semua indera seseorang akan menjadi lebih tajam dari biasanya. Misalnya, Jeongyeon dapat dengan jelas mendengar detak jantung yang cepat dan tidak yakin apakah itu miliknya sendiri atau Mina.

Tapi kemungkinan besar itu memang detak jantungnya. Bahkan terdengar lebih jelas dari pada musik piano di atas panggung.

Tangannya menggenggam erat tangan Mina sementara lengan lainnya melingkari lehernya, sungguh posisi yang sangat canggung dan memalukan.

Bagaimana mungkin dia bisa berada dalam pelukan Mina dengan bokongnya bahkan menempel erat di pahanya?

AHHHHHHHH.

Ini benar-benar sangat memalukan!

Dan....

Bukankah posisi mereka sekarang terbalik?

Jeongyeon merasa wajahnya sangat panas dan untungnya lampu sudah di matikan. Jika tidak Mina pasti akan melihat wajahnya yang memerah dan terus menggodanya.

Namun, tanpa diduga Mina berbisik padanya, "Jeongyeon, tanganmu sangat panas."

"........"

Jeongyeon segera menarik tangannya.

Pada saat yang sama, dia dengan cepat berdiri, begitu tergesa-gesa sehingga kakinya menabrak pegangan tempat duduk.

Untungnya, pegangan tempat duduk itu dilapisi kain dan melengkung. Meskipun begitu, rasa sakitnya masih membuatnya terengah-engah dan dia masih merasa sangat malu.

Pasangan yang membuatnya mengalami semua itu sudah tenang dan pria itu telah meminta maaf padanya.

Jeongyeon yang biasanya murah hati bahkan sampai membentaknya, "Jangan berdebat di depan umum."

Pria itu meminta maaf lagi, merasa malu dan Jeongyeon tidak bisa berkata apa-apa lagi, mencoba fokus mendengarkan alunan piano di atas panggung.

Dahyun terkenal di dunia internasional, dia telah meneliti tentangnya setelah pertemuan mereka waktu itu dan mengenali karya-karyanya.

Hanya dengan melihat tiket yang terjual di gedung konser saja sudah menunjukkan betapa luar biasanya teman Mina ini.

Banyak pasangan menghadiri konser untuk berkencan karena ambiguitas akan mudah muncul dalam kegelapan.

Tapi Jeongyeon malah melakukan kesalahan besar saat masuk, membuatnya kehilangan muka di depan Mina.

Pahanya masih berdenyut karena terbentur sandaran tempat duduk dan menggosoknya beberapa kali tidak meredakan rasa sakitnya.

Sementara itu, Mina sudah asyik mendengarkan musik piano yang mengalun indah dan menenangkan.

Dia memiliki postur tubuh yang sangat baik, duduk tegak, lengannya dengan santai bertumpu pada sandaran tangan, kedua kakinya yang ramping tertutup rapat.

Tak lama kemudian, Jeongyeon juga larut dalam konser tersebut dan cara dia menunjukkan keterhanyutannya adalah.....tidur.

Setelah mengalami begitu banyak hal sepanjang hari, otaknya telah bekerja dengan kecepatan tinggi begitu lama dan tubuhnya terasa lelah.

Lingkungan dan suasana saat ini terasa begitu menenangkan, membuatnya merasa nyaman dan rileks.

Musik piano dengan tempo lambat dan melodinya lembut, begitu efektif membuat mengantuk karena menurunkan detak jantung, memperlambat pernapasan serta meredakan ketegangan.

Jeongyeon bahkan tidak ingat kapan dia kehilangan kesadaran. Diiringi musik piano yang berirama, kepalanya perlahan miring, terkulai dan bersandar pada sandaran.

Where am i?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang