Hari-hari dimanjakan dengan penuh perhatian sebelum tidur seperti ini sangat jarang terjadi dalam ingatan Jeongyeon.
Ketika masih kecil, orang tuanya juga pernah melakukannya, namun karena pekerjaan, rutinitas itu pun perlahan berhenti dan dilupakan begitu saja.
Hanya ketika sakit dia bisa kembali menikmati bujukan lembut seperti itu beberapa kali dilarut malam, tapi saat itu, Jeongyeon merasa lebih bersalah.
Dia merasa kesehatannya yang menurun, menyebabkan ayah dan ibunya yang sudah sibuk bekerja seharian harus begadang untuk menjaganya.
Tapi, ciuman selamat malam hari ini adalah yang paling menghangatkan hati yang pernah Jeongyeon terima.
Itu karena dia bisa merasakan perhatian dan kasih sayang Mina dalam ciuman yang sangat lembut itu.
Dia juga ingat ilusi yang dialami di lantai bawah beberapa waktu lalu dan membuatnya merasa seperti pulang ke rumah.
Sekarang tampaknya itu bukan ilusi, tapi lebih ke sugesti psikologis. Dia memang bisa merasakan kehangatan rumah di sini, jenis rumah yang sangat dia dambakan.
Mina mematikan lampu, hanya menyisakan lampu redup dekat tempat tidur lalu menepuk lembut ujung selimut dua kali sebelum pergi.
Jeongyeon bisa merasakan keraguan dan gejolak batinnya. Tangannya yang tersembunyi di bawah selimut bergerak beberapa kali sebelum akhirnya tidak mengulurkan tangan untuk menghentikannya.
Malam ini, mereka telah membicarakan banyak hal yang sebelumnya tidak berani mereka katakan dan melakukan kontak intim yang belum pernah mereka lakukan. Tetapi gairah jika dilepas kendali, dapat dengan mudah menjadi tak terkendali.
Jeongyeon menutup matanya yang perih, pikirannya memutar ulang ciuman penuh gairah beberapa waktu lalu.
Kali ini, selain kegembiraan dan euforia, dia juga merasakan rasa aman dan antisipasi yang baru.
Dia akhirnya mengerti maksud Tzuyu, memilih untuk bersama Mina bukanlah pilihan yang buruk.
Ini kekasihnya, ini rumah yang hangat, tempat dimana dia benar-benar bisa menantikan dan menjalani hidup barunya.
Sementara itu....
Setelah kembali ke kamarnya, Mina bersandar di pintu dan menarik napas dalam-dalam beberapa kali.
Dia hampir menggunakan sisa akal sehat terakhirnya untuk memaksa diri kembali ke kamar Jeongyeon.
Jika Jeongyeon sempat bersikeras untuk mempertahankannya atau jika mereka berbagi ciuman penuh gairah seperti di dapur, dia mungkin tidak akan berada di kamarnya sekarang.
Jauh di lubuk hatinya, dia ingin tetap tinggal bersama Jeongyeon. Namun, dia terlebih dahulu harus memproses emosinya yang meluap dan menyesuaikan diri dengan perubahan hubungan mereka.
Selama ini, dia terbiasa menjalani kehidupannya seorang diri, hanya terfokus pada pekerjaan dan juga Chaeyoung.
Dia tidak pernah punya niat untuk menyukai seseorang apalagi sampai menjalin hubungan serius.
Tapi sekarang, dia benar-benar telah melanggar semua prinsipnya itu dan bahkan tidak peduli dengan resiko yang akan dia hadapi ke depannya.
Kisah cinta mereka jelas tidak seperti pasangan lain. Besar kemungkinan bahwa hubungan mereka akan berakhir dengan buruk karena situasi yang dimiliki Jeongyeon
Meski begitu, Mina tetap ingin mencoba meresmikan hubungan ini dan untuk masa depan, dia akan memikirkannya nanti.
Sebenarnya, dia bisa saja memilih tidur bersama Jeongyeon, tapi dia jelas belum siap untuk malam ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Where am i?
Fiksi PenggemarJeongyeon mengalami kecelakaan mobil hingga merengut nyawanya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia malah terbangun di tempat lain dan menjadi suami dari seorang wanita yang dingin dan kaya raya. Untuk bertahan hidup dan menyembunyikan rahasianya, J...
