Ketika Jeongyeon tiba di rumah pemilik tubuh asli, Tzuyu sedang bersiap-siap dan baru saja akan pergi.
"Aku pikir kau tidak jadi datang. Aku bahkan meninggalkan catatan untukmu, mengkategorikan dan mengatur data baru."
Tzuyu melirik jam, "Tapi aku harus kembali sekarang. Aku ada urusan di kantor untuk mengurus beberapa hal dengan ayahku."
Jeongyeon menepuk bahunya, tidak menahannya, "Terima kasih atas kerja kerasmu."
Tzuyu mendecakkan lidahnya dan berkata dengan nada sarkasme, "Ckckck, kau juga sudah bekerja keras."
Matanya terus tertuju pada tempat yang sama, jadi Jeongyeon memalingkan kepalanya. Bibirnya terlihat bengkak dan siapa pun bisa menebak apa yang telah terjadi.
Tzuyu berpura-pura merasa kasihan padanya, "Ada apa dengan Mina? Dia sama sekali tidak punya rasa kesopanan. Pertama, dia menggigitmu dan sekarang dia menghisapmu seperti ini. Siapa yang tahu akan terjadi selanjutnya?"
Tatapan dingin Jeongyeon langsung mengarah padanya, "Ini bukan salahnya."
Tzuyu terkekeh sambil menaik turunkan alisnya, "Oh, jadi ini salahmu sendiri? Apakah kau sengaja melakukannya?"
"......."
Jeongyeon menarik napas dan memilih untuk tidak menjawab. Jika sudah seperti ini, dia pasti tidak akan menang melawan mulut Tzuyu yang penuh dengan gosip.
Tzuyu terkekeh puas dan menepuk punggungnya berulang kali dengan kekuatan yang tidak terlalu kuat, "Lebih sering berciuman baik untuk kulitmu. Laporan penelitian juga mengatakan demikian."
"........"
Melihatnya tetap diam, tawa Tzuyu semakin keras lalu dia berjalan ke pintu dan berpamitan, "Aku pergi sekarang."
"....hmmm....." Jeongyeon hanya bergumam pelan.
Klik.
Ketika pintu tertutup, Jeongyeon dengan cepat pergi ke sofa untuk memeriksa catatan yang di tinggalkan Tzuyu.
Dia membaca semuanya dengan teliti dan tak lupa melihat dokumen yang dikirimkan oleh Sana kemarin. Namun, sayangnya semua informasi itu tidak banyak membantu, tapi masih sedikit berguna.
Jeongyeon menyandarkan kepalanya di sofa, memandang langit-langit rumah dan merenungkan berbagai hal yang terus-terusan mengganggunya.
Sampai kapan dia harus seperti ini?
Jika dia terus menunggu sesuatu yang tidak pasti seperti ini, itu hanya akan membuatnya sering merasa tidak tenang dan juga waspada.
Sudah berhari-hari semenjak dia menerobos kediaman Yoo bersama Mina dan menemukan kancing berdarah itu.
Tapi, tuan maupun nyonya Yoo tetap diam sampai sekarang, seolah-olah semua itu tidak pernah terjadi.
Apa yang mereka rencanakan sekarang?
Jeongyeon memijat alisnya yang berdenyut-denyut karena terlalu lama melihat layar laptopnya.
Setelah beberapa menit, seolah-olah mengambil keputusan, dia tiba-tiba berdiri, mengambil kunci mobilnya dari atas meja dan pergi keluar.
.
.
.
.
.
.
Jeongyeon dengan nekat mengemudikan mobilnya ke kediaman keluarga Yoo sendirian dan bahkan tanpa memberitahu Mina.
Ketika mobilnya memasuki gerbang vila, dia melihat sebuah mobil yang familiar terparkir di sana. Sepertinya sedang ada tamu selain dirinya.
Tapi, siapa?
Tidak mungkin nyonya Kim, kan?
Ketika keluar dari mobil, para pelayan jelas terkejut melihat kedatangannya yang tiba-tiba dan buru-buru menyambutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Where am i?
Fiksi PenggemarJeongyeon mengalami kecelakaan mobil hingga merengut nyawanya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia malah terbangun di tempat lain dan menjadi suami dari seorang wanita yang dingin dan kaya raya. Untuk bertahan hidup dan menyembunyikan rahasianya, J...
