Chapter 60

205 35 8
                                        

Kehidupan berjalan seperti biasa. Kejadian hari itu seperti hembusan angin, hilang dalam sekejap dan mereka tetap teguh pada tugas mereka.

Pada hari jumat, orang kepercayaan Mina yang biasanya bertugas mengantar dan menjemput Chaeyoung dari sekolah meminta izin secara mendadak, tidak bisa datang untuk menjemputnya.

Sebenarnya Mina bisa saja meminta pengasuh lain untuk melakukan tugas itu, tapi mengingat bagaimana Jeongyeon selalu mengeluh betapa bosannya dia di rumah seharian, dia akhirnya memberikan tugas itu kepadanya.

Tentu Jeongyeon dengan senang hati menerimanya. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan gadis kecil yang manis dan lucu itu, merasa tidak sabar untuk pergi ke sana.

Bahkan dia tiba di gerbang taman kanak-kanak lebih awal dan mengejutkan Chaeyoung saat keluar dari kelasnya.

Keduanya berpelukan sebentar. Chaeyoung bersandar di lengannya, terus meminta pelukan, tampak begitu menyedihkan.

Jeongyeon pun langsung luluh dengan kemanisannya. Dia kemudian menggendongnya dan membawanya ke mobil, berencana untuk mengajaknya makan terlebih dahulu.

Awalnya dia ingin makan makanan jepang, tapi Chaeyoung mengatakan bahwa dia bosan dan ingin makan hamburger saja.

Menghadapi tatapan memohon dan memelasnya, Jeongyeon sama sekali tidak dapat menolak, hampir saja pergi ke sana dalam keadaan linglung.

Toko itu sepi dan hampir kosong. Hanya dua meja yang ditempati orang-orang yang sedang mengobrol dan meja lainnya ditempati orang-orang yang asik mengerjakan laptop mereka, tampak cukup santai.

Chaeyoung sangat senang ketika melihat banyak makanan tersaji di hadapannya dan langsung saja mencicipinya.

Jeongyeon tersenyum dan diam-diam mengambil beberapa foto lalu mengirimkannya pada Mina.

Tak lupa menanyakan apa yang ingin dimakannya malam nanti dan menyebutkan bahwa dia akan membawa Chaeyoung bersamanya.

Mina dengan cepat membalasnya : Jangan terlalu memanjakannya.

Setelah itu, pesan lain pun menyusul : Apapun yang di makan anak itu, aku juga akan memakannya.

Jeongyeon tersenyum membaca balasan itu dan dengan santai mengetuk layar : Oke, kau benar-benar sama seperti anak itu.

Mina : ?????

Beberapa detik kemudian Mina kembali mengirim pesan : Kenapa aku merasa kau secara halus sedang mengkritikku?

Jeongyeon segera membalas : Bagaimana mungkin?

Mina mengirim emot wajah marah.

Jeongyeon terkekeh saat membalas : Hanya bercanda, Mina teruslah bekerja.

Mina : Ini sudah hampir waktunya pulang kerja. Aku lelah sekali. Kau tahu, menjadi pengangguran itu sebenarnya sangat nyaman.

Jeongyeon menggerutu pelan dan membalas dengan menggebu-gebu : Ya, memang sangat menyenangkan. Lagi pula dibandingkan denganmu, aku benar-benar tidak melakukan apapun. Aku hanya seorang pengangguran yang suka bermalas-malasan di rumah.

Mina tertawa membaca sarkasmenya : Menjemput adik iparmu juga merupakan pekerjaan yang mulia. Lagi pula, kau tampaknya sangat menyukai Chaeyoung dan suka sekali bermain dengannya.

Jeongyeon : .......

Dalam hal sarkasme, dia jelas kalah.

Jeongyeon tersenyum tak berdaya dan mematikan layar ponselnya hanya untuk menemukan Chaeyoung cemberut, tampak tidak senang kepadanya.

Where am i?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang