Di suatu hari di sebuah rumah yang terbilang mewah dan megah pangeran sang putra kesayangan dari pasangan pak yahya dan ibu rini masih sibuk bergulat dengan selimut tebalnya enggan untuk terbangun bahkan sekedar membuka matanya pun ia malas.
Tok tok tok
" Pangerann.. cah bagus bangun nak ini sudah pagi loh nanti kamu bisa terlambat ke kantor.. " Teriak ibu rini dari luar sambil terus menggedor gedor pintu kamar pangeran.
" Pangeran.. Pangeran bangun nak.. "
" Aduuuuuh.. si mamah berisik banget sih akh.. iya iya pangeran bangun.. " Teriaknya agar terdengar oleh ibundanya dengan malas ia mulai menyibakkan selimut dari tubuhnya lalu berjalan dengan sedikit sempoyongan ke kamar mandi iapun mulai melakukan ritual mandinya.
" Nah gitu dong.. Pangeran sudah bangun sekarang tinggal menyiapkan sarapan " Ujarnya pada diri sendiri. Iapun berlalu pergi menyiapkan sarapan untuk pangeran dan juga yahya sang suami.
Ritual mandi telah diselesaikannya kini pangeran telah rapi mengenakan kemeja putih dasi hitam dan jas hitam tampak seperti biasa ia terlihat tampan sebagai CEO muda. Disaat pangeran mengeluarkan beberapa map dan peralatan kantor dari lacinya tak sengaja ia menyentuh sebuah buku tua yang lusuh. Ya itu adalah kitab serat centani yang diberikan kiyai ali padanya. Meskipun ia berhasil membuka kitab itu akan tetapi isi di dalam kitab itu masih tak bisa ia pahami. Hanya sekilas yang ia ketahui itupun terjadi saat ia tertidur ya pangeran hanya bisa memimpikan sesuatu yang sepertinya berkaitan dengan masa lalunya tepat disaat dia dapat membuka kitab itu malam harinya ia bermimpi mimpi yang aneh menurutnya itu sesuatu yang tidak mungkin mengapa ia bertemu dengan anjani yang notabene tidak ada hubungannya dengan dirinya. Dan yang membuatnya semakin di landa kebingungan adalah saat aki maung dan juga paman gading koneng yang menyuruhnya untuk segera mungkin bertemu dengan anjani. Karena mereka menganggap mimpi itu adalah sebuah pertanda untuk memecahkan teka teki dari kitab serat centani.
Flashback
" Pangeran sebaiknya kamu mengikuti apa yang dikatakan aki maung dan juga gading koneng untuk menemui gadis itu karena saya juga merasa bahwa gadis itu ada kaitannya dengan masa lalu mu. " Ujar kiyai ali memberikan sarannya pada pangeran
" Tapi pak kiyai bagaimana dengan pesantren dan juga tiara? "
" Pesantren akan baik baik saja begitu pula dengan tiara dia sudah tenang sekarang. Kamu saya bolehkah untuk pulang lagi pula ilmu agama mu sudah cukup memumpuni "
" Baiklah pak kiyai kalo begitu saya pamit. Saya akan berkemas dan kembali ke jakarta. " Ujar pangeran yang di balas dengan anggukan kepala.
End Flashback
" Anjani.. Dimana lu sekarang? Gua harus nyari lu kemana? Hah mana pak jaya belum ngasih kabar lagi " Ujarnya pelan.
Tok tok tok
" Pangeran.. Pangeran.. sarapan sudah siap ayo turun kebawah "
" Iya mah.. sebentar.." menaruh kembali kitab serat centani kedalam laci iapun bergegas memasukkan berkas berkasnya dan beberapa peralatan kantor nya kedalam tas.
Sementara itu di suatu tempat anjani yang baru saja pulang dari jerman dan telah menyelesaikan studinya di sana dan kini ia berada di bandara bersiap untuk pulang.
" Anjani.. anjani disini.. " Teriak seorang wanita melambaikan tangannya yang kita ketahui itu adalah aida saudara perempuan anjani satu satunya kakak kesayangannya. Anjani pun mulai celingak celinguk mencari sumber suara dan saat ia melihat ke arah samping ia melihat aida yang melambaikan tangan padanya. Seketika senyum mengembang di bibirnya ia kemudian berjalan kearah sang kakak.
KAMU SEDANG MEMBACA
RANJANI_True Love Never End
Fiksi PenggemarKisah ini tentang antara cinta dan benci kisah cinta yang tak pernah mati. Pangeran yang hidup kembali di jaman modern demi menemukan cinta sejatinya, anjani yang tak pernah ia sadari bahwa mereka adalah sepasang kekasih di masa lalu yang terpisahka...
