Sesampainya di basement pangeran memanggil satpam di sana lalu memberikan kunci mobilnya agar di bukakan pintu mobilnya. Ia menaruh tubuh anjani secara perlahan di samping kemudi mobilnya. lalu mengucapkan terima kasihnya pada satpam itu. Pangeran duduk di kemudi mobilnya bersiap untuk menyalakan mesinnya dan menatap anjani sesaat sebelum menjalankan mobilnya. Saat melihat anjani yang belum memakai sabuk pengaman. Ia lalu mencoba memasangkan sabuk pengaman itu pada anjani. Dengan menahan nafas pangeran menarik sabuk pengaman yang sepertinya tersangkut di pinggiran jok.
" Duh susah banget sih.. kkhh " Decaknya sebal ia merasa kesulitan tak sengaja hendak berbalik membuat wajahnya bersibobrok dengan wajah anjani yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. Pangeran tertegun menatap wajah anjani yang tertidur ia mulai memperhatikan bulu matanya yang lentik lalu hidungnya yang mancung dan berakhir pada bibirnya yang tipis. Tanpa sadar ia menyentuhnya dan mengusap bibir anjani menggunakan ibu jarinya. Pangeran menelan ludah sedikit demi sedikit ia menipiskan jaraknya hendak mengecup bibir merah anjani namun segera ia tersentak kala anjani bergumam dalam tidurnya.
" Aduuuuuh... laperrr " Seketika pangeran tergelak ia menahan tawanya dengan menutupi mulutnya dengan tangannya. Ingin sekali ia tertawa terbahak bahak namun ia urungkan dan iapun segera mengenakan sabuk pengaman pada anjani lalu ia menjalankan mobilnya menuju klinik terdekat.
" Jadi bagaimana keadaannya dok? " Tanyanya pada dokter yang kini tengah memeriksa kondisi anjani.
" Istri anda tidak apa apa dia hanya kelelahan akibat bekerja terlalu keras dalam kondisi perut kosong. " Ujar dokter sakti menjelaskan. Pangeran sempat ingin menyangkal saat dokter itu mengatakan kata istri pada anjani namun ia urungkan toh dokter itu tak tahu dan tak perlu tahu siapa dirinya.
" Jadi apa yang harus saya lakukan dok? " Tanyanya lagi
" Sementara saya berikan resep vitamin untuk dia minum dengan rutin agar kondisi kesehatan istri anda akan terjaga. "
" Baiklah "
" Kalau begitu saya permisi "
Pamit dokter sakti iapun berlalu meninggalkan pangeran diruangan khusus untuk pasiennya.
" Anjani anjani lu itu yah nyusahin gue mulu.. Lagian kenapa sih pake gak sarapan segala. " Ujar pangeran ngedumel. Ia melihat anjani yang menggeliat dalam tidurnya secara perlahan anjani mulai membuka matanya.
" Eh lu udah sadar? " Tanya pangeran yang berdiri di hadapan anjani dengan wajahnya yang dekat dengan wajah anjani. Sontak anjani berteriak karena terkejut iapun menoyor wajah pangeran dengan keras.
" Aduuuuuh.. kenapa lu noyor kepala gue sih sakit tau! " Ucap pangeran tak terima
" Siapa suruh mukanya deket deket dasar mesum " Balas anjani setengah berteriak
" Eh lu tu yah bukannya makasih udah gue tolongin malah noyor gue lagi siapa juga yang mau macem macem sama lu " Sahut pangeran tak terima
" Ada apa ini kenapa ribut ribut? " Tanya dokter sakti yang memasuki ruangan setelah mendengarkan keributan di ruang pasiennya.
" Eh dokter.. Maaf saya gak sengaja membuat keributan disini dok " Ucap pangeran tak enak. Sementara anjani ia hanya menatap dokter juga pangeran secara bergantian ia terlihat bingung dengan kondisinya yang belum pulih ditambah ia tidak mengenali ruangan ini.
" Tidak apa apa wajar bila pasangan suami istri yang baru menikah bertengkar itu hal biasa " Ujar dokter memaklumi. Seketika perempatan muncul di dahi anjani yang mendengar hal itu melirik kearah pangeran meminta penjelasan. Pangeran yang di tatap seperti itu oleh anjani hanya memalingkan wajahnya berpura pura tak tahu.
***
" Heh tengil bisa bisanya yah lo bilang ke dokter itu kalo gue ini istri lo " Kata anjani membuka suara kini ia tengah berada di dalam mobil pangeran.
KAMU SEDANG MEMBACA
RANJANI_True Love Never End
FanfictionKisah ini tentang antara cinta dan benci kisah cinta yang tak pernah mati. Pangeran yang hidup kembali di jaman modern demi menemukan cinta sejatinya, anjani yang tak pernah ia sadari bahwa mereka adalah sepasang kekasih di masa lalu yang terpisahka...
