Part 45

236 4 0
                                        

Anjani baru keluar dari rumahnya dengan tatapan kosong ia hendak pergi keluar dari lingkungan padepokan namun terhenti saat widi dan lela mencegah dirinya.

" Mbak mbak anjani mau kemana mbak jangan pergi mbak " Ucap Widi salah satu santriwati mencegahnya.

" Iya mbak jangan pergi " Sahut lela menimpali

" Minggir kalian " Ucap anjani dingin

" Tapi mbak "

" Aku bilang minggir " Ucapnya lagi yang kemudian menyerang dua temannya itu hingga mereka terjatuh tersungkur kebelakang. Adipati yang melihatnya menghampirinya.

" Eh eh anjani kamu kok kasar begitu sih sama mereka? " Adipati bertanya sambil membantu membangunkan kedua santriwati itu.

" Minggir kamu "

" Eh saya di suruh minggir sih eh anjani kamu tahu enggak semua orang itu lagi nyariin kamu tahu. Enggak saya gak akan minggir sebelum bisa bawa kamu kehadapannya aida " Mendengarnya anjani memasang kuda kuda bersiap untuk menyerang.

" Waduh gawat ini kayanya beneran ini. saya harus menghadapi macan mengamuk. Kalo begini saya bisa gak selamat ini " Gumamnya pelan dan secara tiba tiba anjani hendak menyerangnya namun adipati segera berlari menjauh darinya.

" Kaburrr.. "

" PAK JAYA TOLONG SAYA " Teriak adipati ketakutan sambil berlari terbirit birit. Pak jaya yang baru menyelesaikan panggilan setelah menghubungi makmun tersentak saat mendengar adipati berteriak.

" Aduh gawat ini situasinya makin parah. " Ucap pak jaya sambil melihat adipati yang tengah berlari ketakutan.

" Iman rojali tutup gerbangnya " Teriaknya.

" Baik pak " Hendak menutup gerbangnya namun anjani sudah terlebih dahulu menyerang mereka hingga membuat iman dan rojali tak mampu berdiri.

" Astagfirullahaladzim..kalian gak apa apa? " Pak jaya bertanya sambil mencoba membantu iman dan rojali berdiri.

" Saya ndak apa apa pak jaya. Tapi kayanya mbak anjani berlari keluar menuju stasiun kereta yang gak jauh dari sini deh pak " Ucap iman dengan nada khawatir.

" APA? gawat aku harus menghubungi makmun secepatnya. " Dengan itu ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi makmun.

Sementara itu disisi lain pangeran tengah mengendarai mobilnya hampir sedikit lagi ia sampai di padepokan namun saat melewati stasiun kereta yang tak jauh dari padepokan ia melihat sosok yang amat ia kenal di pinggir jalan gadis itu tengah berlari tanpa arah.

" Anjani.. " Ucapnya pelan. Seketika matanya terbelalak kala mengingat perkataan sukmanya.

" Tsk. Sial " Decaknya iapun segera memarkirkan mobilnya di sisi jalan dan setelah itu pangeran segera keluar dari mobilnya dan berlari mengejar anjani.

" ANJANI " Teriaknya sambil mencoba menjangkau anjani yang sudah memasuki area stasiun itu.

Ketika pangeran memasuki stasiun kereta, aida yang berada dalam taksi melihatnya matanya terbelalak kala melihat sosok anjani yang tengah berlari dengan pangeran di belakangnya. Sontak iapun segera menghentikan taksinya membuat makmun yang tengah berbicara dengan jaya di telepon terputus.

" Iya kamu tenang saja saya dan aida sudah berada di dekat.. " Ucapan makmun menggantung karena aida menghentikan taksinya

" Ada apa aida "

" Ayah itu anjani yah masuk kedalam arena stasiun kereta " Jawab aida sambil menunjuk arah di mana anjani berada.

" A..apa? " Ucapnya terkejut. Sementara aida dengan segera keluar dari dalam taksi tanpa menunggu ayahnya iapun segera berlalu pergi mengejar anjani.

RANJANI_True Love Never EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang